Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan

Naily L

5.0
Komentar
2.3K
Penayangan
36
Bab

Sayyidah terpaksa menikahi Abbas karena di jodohkan oleh orang tuanya. Padahal Sayyidah sama sekali tidak tertarik dengan Abbas yang menurutnya jauh dari tipe suami idalam. Laki-laki bergamis, pendiam, yatim piatu dan sangat biasa-biasa saja dengan kehidupan ekonomi yang menengah, tidak kaya, maupun tidak miskin. Lalu bagaimana Sayyidah bisa mencintai Abbas? Mau tau cerita lengkapnya? Yuk simak terus cerita Cinta Dalam Perjodohan, semoga suka dan bermanfaat buat kalian ya.

Cinta Dalam Perjodohan Bab 1 Mimpi Buruk Lulus SMA

Setelah acara pengambilan hasil kelulusan. Marwah melajukan mobilnya dengan kencang. Sayyidah yang duduk di samping kemudi mendengkus kesal dengan sikap buru-buru mamahnya. Ia bahkan belum sempat foto-foto dengan temannya. Acara merayakan kelulusan di puncak 'pun gagal total. Lantaran Marwah tidak memberinya izin.

"Sayang! Di rumah sudah ada yang menunggu mamah. Maafkan mamah ya, kalau jalannya agak kencang. Yang penting pakai sabuk pengaman biar aman," ucap Marwah tanpa menoleh, ia fokus dengan jalanan di depan.

"Hmmm iya, Mah," jawab Sayyidah pelan, tetapi ucapannya masih bisa di dengar oleh Marwah.

Setelah mobil memasuki pekarangan rumah. keduanya turun dan mendapati seorang laki-laki duduk di sebuah kursi yang terletak di samping pintu masuk.

Dengan memakai sarung, atasannya kemeja koko putih panjang, di bagian kepala ada peci putih yang menutupinya.

"Padahal masih terlihat muda, tetapi gaya berpakaiannya nggak keren. Ketinggalan zaman. Sangat jauh beda dari cowo-cowo di sekolah," ucap Sayyidah, yang tentunya hanya di dalam hati.

"Assalamuallaikum Abbas, maaf menunggu lama. Mari silahkan masuk!" ajak Marwah.

"Wa'allaikumussalam Tante, tidak begitu lama kok Tante!" Tersenyum sopan, memasuki pintu mengikuti pemilik rumah, lalu duduk di kursi setelah di persilahkan oleh pemiliknya.

"Kamu sudah besar ya, Bas. Tante sampe pangling. Kamu apa kabarnya?"

"Alhamdulillah sehat Tante, berkah do'a dari Tante juga."

"Sofa pasti bahagia di alam sana, melihat anaknya sesholeh kamu," puji Marwah. Abbas hanya tertunduk malu.

"Sayang! Ini Abbas putra dari Tante Sofa! Abbas, ini Sayyidah putri Tante," ucap Marwah memperkenalkan Sayyidah dengan Abbas.

"Sayyidah." Gadis itu mengulurkan tangan kepadanya.

"Abbas."

Mengatupkan kedua tangan di depan dada. "Maaf, ya!" ucapnya sopan dengan mengabaikan uluran tangan Sayyidah.

Sekilas ada pandangan yang sedikit melirik ke arah Sayyidah. Dia tidak seperti Sayyidah, yang terang-terangan menatapnya tajam dari ujung kepala sampai ujung kaki, seperti penyidik.

"Apakah dia malu?" "Jelas-jelas aku cukup cantik dan banyak yang mendekatiku, hanya saja aku tak mau menghabiskan waktuku mengisi hati untuk seorang lelaki, fokus dengan pelajaran itu lebih baik. Terkecuali Sofyan, yang membuatku sedikit tertarik," batin Sayyidah.

***

Setelah pertemuan singkat itu, Marwah berusaha mati-matian membujuk Sayyidah agar mau menikah dengan Abbas. Ia memasuki kamar Sayyidah yang sudah beberapa hari tidak mau keluar. Sayyidah duduk bertumpuan bantal di kepalanya. Pikirannya melayang membayangkan masa depannya.

Marwah duduk di tepi ranjang dan membelai rambut Sayyidah yang terurai panjang.

"Sayyidah putriku yang sholehah. Insyaallah ini jalan yang terbaik untuk kamu, Nak! Kamu harus menuruti keinginan mama untuk menikah dengan Abbas, ya!"

"Dia laki-laki yang baik! Dia pasti akan menjaga dan membimbing kamu menjadi wanita yang sholehah," bujuk Marwah kepada Sayyidah.

"Tapi Mah, Sayyidah masih mau kuliah dan mengejar cita-cita Sayyidah," tawar Sayyidah.

"Pernikahan itu bukan penghalang untuk meraih cita-cita, Nak! Justru menjadi penyemangat." "Sebab ada orang yang akan menemani kamu nanti!"

Kali ini ucapan Marwah tidak bisa ia tolak lagi.

Mau tidak mau, suka, maupun tidak suka. Sayyidah sangat tak berdaya menolak perintah mamanya. Orang tua satu-satunya. Disaat ia kehilangan sosok ayah, maka Marwahlah yang sigap berperan ganda menjadi ibu sekaligus ayah baginya.

***

Dalam suasana sakral yang hanya di hadiri oleh beberapa keluarga dan saudara, terdengar suara laki-laki mengucapkan ijab qobul dengan menggunakan lafadz Arabiyah di dalam sebuah masjid yang bernuansa cat putih khasnya, " Qobiltu nikaha wa tazwijaha ...."

Kemudian terucap kata, "Sah!"

Kata yang sangat singkat dan sederhana. Namun, merubah segalanya. Mimpi yang Sayyidah idamkan, cita-cita yang selalu ia gaungkan dalam semangatnya belajar dan ambisinya untuk meraih segala keinginan, kini menciut seketika.

Memang pernikahan bukan belenggu. Namun, kebebasan masa remajanya telah terenggut. Sayyidah belum kuat mental. Baginya semua butuh persiapan dan waktu yang matang.

***

Setelah acara selesai, semua sibuk dengan dunianya masing-masing. Sanak-saudara sudah meninggalkan tempat acara. Karena bukan pesta yang besar. Hanya sebuah acara akad yang sederhana.

Tinggalah Abbas laki-laki yang telah resmi menjadi suami Sayyidah kini.

"Ayo wudhu! Kita sholat bersama," ajak Abbas memulai pembicaraan mereka di dalam sebuah kamar dengan nuansa pink. Kamar yang menjadi tempat favorit Sayyidah untuk menyendiri, maupun merehatkan tubuhnya setiap lelah menyelimuti.

"Iya!"

Setelah selesai salam Abbas terlihat khusyu berdo'a, kemudian dia membalikkan badan dan memegang kepala Sayyidah.

DEG ...

Jantung Sayyidah seperti terlepas dari tempatnya. Mendapatkan perlakuan dari Abbas. Memang bukan pertama kalinya Sayyidah bersentuhan dengan laki-laki, tetapi kali ini pengalaman yang cukup memompa detak jantungnya lebih cepat.

"Apa yang mau dia lakukan kepadaku?" "Sebelum menikah bahkan ia menolak tanganku untuk bersalaman. Tapi saat ini ia menempelkan telapak tangannya di puncak kepalaku, dengan mulutnya yang merapalkan do'a."

"Kholas! bereskan lagi mukenahmu!" ucap Abbas setelah melepaskan tangannya dari kepala Sayyidah.

"Apa maksud kamu? kholas?" ujar Sayyidah dengan tatapan bingung.

"Kholas itu artinya selesai," terangnya.

"Oh!"

"Kamu sakit?" timpal Abbas lagi. Ia ingat bagaimana wajah kusut dan tak semangat Sayyidah sebelumnya. Walaupun berbalut make up, tetapi ekspresinya tidak bisa di bohongi, membuat hatinya sedikit menciut.

"Tidak," ketus sayyidah.

Rasa benci dan tak terima Sayyidah sedikit menguap seiring sikap dan wajah teduh Abbas kepadanya. Walaupun rasa jengkel Sayyidah masih lebih besar kepada Abbas.

"Kalau begitu kemarilah mendekat kepadaku!" panggil Abbas, melihat Sayyidah selesai merapihkan alat sholatnya di lemari tembus pandang, yang terletak di ujung ruangan.

"Ada apa?" ketus Sayyidah, dia merasa takut akan perlakuan Abbas kepadanya. Bahkan selayaknya suami-istri yang berbahagia saat pengantin baru. Sayyidah merasa sangat risih membayangkan semua itu.

"Tidak apa-apa, aku tidak akan melukaimu. Kita ngobrol santai saja, anggaplah ini perkenalan kita." Terlihat senyum mengembang di bibir Abbas.

Mendekat dan tanpa basa-basi, "Aku tidak ingin punya anak!"

"Aku mau kuliah ... jangan sentuh aku!" Dengan suara lantang dan tanpa jeda.

Tidak ada ucapan balasan apapun dari Abbas. Dia hanya menarik Sayyidah dan memposisikan kepala Sayyidah di pangkuannya. Tangan Abbas terulur membelai kepala Sayyidah.

"Aku juga masih kuliah, kok! Tahun ini masuk semester 5 di jurusan Pendidikan Agama Islam," ucap Abbas, "kamu masuk jurusan apa?" sambungnya.

"Bahasa Inggris," jawab Sayyidah. Ia tak tau apa yang ada di pikiran Abbas. Yang jelas keputusannya saat ini harus waspada dengannya.

"Semangat, ya!"

Tangan Abbas mengepal di udara.

"Jangan sok akrab! Sok nyemangatin, deh!" batin Sayyidah mendengus kesal.

***

Sinar matahari menyeruak masuk di sela-sela jendala yang terbuka, membuat Sayyidah terpaksa membuka mata.

"Mmmmm ... Mama kenapa di buka? Sayyidah masih mau tidur, semalem mimpi buruk," rengek Sayyidah sambil menguap. Hatinya merasa lega.

"Mungkin semua ini cuman mimpi semalam?!" batin Sayyidah.

"Nak, kamu harus belajar jadi istri yang baik! Bangunlah lebih pagi!"

"Abbas ngga ada yang nyiapin sarapan!" tegas Marwah.

"Apa!" Sayyidah tersentak kaget dan bangkit dari kasur dengan wajah frustasi.

Ternyata bukan sekedar mimpi, tapi jelas semuanya telah terjadi.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Fantasi Gilaku

Fantasi Gilaku

MYG
5.0

Kisah wanita bernama Alice yang selama tujuh tahun pernikahannya belum pernah merasakan kepuasan dalam hal seksualnya bersama suaminya. Selama tujuh tahun itu pula ia berpura pura menikmati semua yang dilakukan oleh David sang suami. Semua berawal dari percobaan pertama ia melakukannya sendiri, dari situ ia mulai terobsesi dan mulai melakukannya setiap hari, karena hanya dengan itu ia bisa mencapai kepuasan. Semakin kesini, fakta baru yang mengejutkan mulai bermunculan, seperti David yang ternyata berselingkuh dengan teman kantornya, yang tak lain merupakan mantan pacarnya dulu di masa sekolah dan David yang ternyata seorang gay. Anehnya Alice tak sama sekali menggugat atau membuang David, ia malah senang kala melihat David bercumbu dengan sesama pria. Hingga akhirnya Alice mempunyai seorang teman wanita, ia sangat peduli padanya, Alice dengan terang terangan bercerita soal suaminya kepada Jane. Jane merupakan wanita yang mempunyai trauma besar dalam hidupnya, ia pernah dilecehkan oleh ayahnya sendiri sewaktu masih sekolah. Perlahan traumanya membaik saat jane mengenal pria yang mencintainya yang bernama Bian, namun lama kelamaan Bian juga menunjukkan sifat aslinya, selama ini ia tak tulus mencintai Jane, malah Bian sengaja memperkosanya bersama teman sekelasnya. Semenjak itu ia sangat membenci laki-laki. Ia bersumpah tak akan berhubungan baik dengan laki-laki manapun. Hingga Jane bertemu Alice dan mereka seperti menemukam kecocokan satu sama lain. Mereka berdua memutuskan untuk menjalin hubungan terlarang. Setiap hari mereka habiskan waktu berdua. Alice mengijinkan Jane untuk tinggal bersamanya di rumah mewahnya. Semua orang tak menaruh curiga terhadap Alice dan Jane. Alice memutuskan untuk menceraikan David, karena Jane sangat cemburu dengan David. Sejak saat itu hubungan Alice dan Jane semakin romantis, hingga suatu hari Alice bertemu seorang pria yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Kabar tersebut terendus oleh Jane, Jane sangat marah terhadap Alice, namun Alice mencoba meyakinkan Jane bahwa ia juga tak akan meninggalkannya. Akhirnya Alice mendapat restu dari Jane, Pria bernama Steve itu pun berhasil meyakinkan Jane. Steve menyadari bahwa Jane merupakan sahabat terdekat Alice, jadi ia juga harus meyakinkan Jane bahwa ia sungguh sungguh terhadap Alice. Alice hidup bahagia bersama Steve dan Jane. Steve menikahi Alice dan dikaruniai seorang anak yang lucu dan menggemaskan.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Cinta Dalam Perjodohan Cinta Dalam Perjodohan Naily L Anak muda
“Sayyidah terpaksa menikahi Abbas karena di jodohkan oleh orang tuanya. Padahal Sayyidah sama sekali tidak tertarik dengan Abbas yang menurutnya jauh dari tipe suami idalam. Laki-laki bergamis, pendiam, yatim piatu dan sangat biasa-biasa saja dengan kehidupan ekonomi yang menengah, tidak kaya, maupun tidak miskin. Lalu bagaimana Sayyidah bisa mencintai Abbas? Mau tau cerita lengkapnya? Yuk simak terus cerita Cinta Dalam Perjodohan, semoga suka dan bermanfaat buat kalian ya.”
1

Bab 1 Mimpi Buruk Lulus SMA

14/05/2022

2

Bab 2 Tinggal Bersama

14/05/2022

3

Bab 3 Adaptasi Dengan Kehidupan Baru

14/05/2022

4

Bab 4 Ujian Rumah Tangga Pasti Ada

14/05/2022

5

Bab 5 Permintaan Mamah

14/05/2022

6

Bab 6 Meninggalnya Marwah

14/05/2022

7

Bab 7 Dianggap Sepupu

14/05/2022

8

Bab 8 Kemarahan Abbas

14/05/2022

9

Bab 9 Ciuman Pertama

14/05/2022

10

Bab 10 Kamu Istriku

14/05/2022

11

Bab 11 Bromo ( Tadabbur Alam)

18/05/2022

12

Bab 12 Masak Pagi

18/05/2022

13

Bab 13 Amanah

18/05/2022

14

Bab 14 Bolehkah aku menciummu

18/05/2022

15

Bab 15 Cemburu

18/05/2022

16

Bab 16 Pengalaman Baru

18/05/2022

17

Bab 17 Nasehat Guru

18/05/2022

18

Bab 18 Merindukan Marwah

18/05/2022

19

Bab 19 Hadir Majelis

18/05/2022

20

Bab 20 Gemoy

18/05/2022

21

Bab 21 Belajar Ngaji

21/05/2022

22

Bab 22 Belum Move On

21/05/2022

23

Bab 23 Video Call Sofyan

21/05/2022

24

Bab 24 Abbas

22/05/2022

25

Bab 25 Ejekan Lagi

22/05/2022

26

Bab 26 Melihat Video Bayi

23/05/2022

27

Bab 27 Ketangkap Basah

23/05/2022

28

Bab 28 Melembutkan Hati

23/05/2022

29

Bab 29 Insiden

25/05/2022

30

Bab 30 Ingin Mati

25/05/2022

31

Bab 31 Menasehati

27/05/2022

32

Bab 32 Menemui Halimah

27/05/2022

33

Bab 33 Kirani dan Salma

28/05/2022

34

Bab 34 Rihlah ke Pantai

28/05/2022

35

Bab 35 Malaikat Azab

30/05/2022

36

Bab 36 Percobaan Malam Pertama

30/05/2022