5.0
Komentar
4.8K
Penayangan
63
Bab

Kisah seorang gadis, mencari Ibu kandungnya di Negeri orang. Menjadi Buruh migrant, demi satu tujuan, ingin melihat wajah wanita yang melahirkannya ke dunia. Dalam pencariannya, bertemu beberapa lelaki yang menyukai sang gadis. Ternyata salah satu dari lelaki itu, adalah kekasih sang ibu. Sementara sang ibu, yang telah lama terlena dengan kehidupan bebas. Belasan tahun melupakan keluarganya. Hingga suatu hari kedua ibu dan anak dipertemukan. Tepat disaat sang gadis dilamar lelaki yang pernah berkenan dengan sang ibu.

FINDING MOM Bab 1 PERJUANGAN MANIKA

Perjuangan Manika

[Assalamu'alaikum, Yas, aku dan Ayuni sudah sampai di bandara, lagi nunggu hasil swab,] tulis manika melalui pesan di ponselnya untuk Tyas Sahabatnya.

[Walaikum salam, syukurlah, karantina di hotel apa?] balas Tyas.

[Vela boutique hotel 84-86 Morrison Hill Road - Wan Chai, Kalau Ayuni di hotel best western - Causeway bay] balas Manika.

[Oh ya udah nggak apa, masih deket dari Wan Chai ke Causeway bay. Selamat datang di Hongkong, semoga kalian betah sampai habis kontrak, berdoa saja bosnya baik.] Kembali Tyas membalas

[Terima kasih ya Yas, untuk semua bantuanmu, kami bisa sampai di sini semua karena kamu.] Kembali Manika membalas.

Karena tak ada balasan lagi, Manika memasukan ponselnya kedalam tas. Pandangannya menyapu ke penjuru ruangan, dilihatnya teman-teman seperjuangan, yang duduk berjauhan satu dengan yang lainnya, karena harus jaga jarak.

Manika masih tidak percaya, kalau saat ini sudah berada di Hongkong. Ia sangat bersyukur pesawat Singapore airlines yang membawanya mendarat dengan selamat.

Butuh perjuangan untuk bisa sampai di Negeri ini, apa lagi musim pendemi. Tidak hanya peraturan ketat yang harus di taati oleh semua orang, termasuk Manika. Namun perjuangannya mendapat ijin dari bapaknya itulah yang paling sulit.

"Bapak tidak ikhlas kalau kamu ke luar Negeri, Nduk," kata Bayu Prastowo pada Manika suatu hari, ketika sang anak meminta ijinnya.

"Nika janji, Pak, tidak akan lupa diri seperti ...." Belum selesai bicara, Bayu memotong kata-kata Manika.

"Cukup, Nduk, pokoknya Bapak tidak mengijinkan titik!" Bayu segera berlalu, meninggalkan Manika yang terdiam mematung.

Manika tak berani membantah. Karena rasa sayangnya pada sang bapak. Semenjak ibunya pamit ke luar Negeri, bertahun-tahun tak ada kabar beritanya, bapaknyalah yang membesarkan dirinya.

Usia Manika baru tujuh tahun, ketika sang ibu pamit ke luar Negeri. Tak disangka kepergian Larasati tak pernah kembali, jangankan kirim uang kabar pun tak pernah. Bayu dan Manika masih berharap suatu saat dia akan kembali pulang.

Tahun berganti, hingga Manika lulus SMA, Larasati tetap tak ada kabar beritanya. Bayu bertahan dengan kesetiaannya. Walau keluarga sang istri sudah berkali-kali menyuruhnya untuk menikah lagi, ia tetap bergeming.

Setelah lulus SMA itulah Manika minta ijin pada bapaknya untuk ke luar Negeri tepatnya ke Hongkong. Dengan tujuan mencari ibunya selain bekerja Namun tidak mendapat ijin dari bapaknya.

Akhirnya Manika kuliah menuruti kemauan sang bapak, walau hanya D1. Ia tak ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya. Karena tak ingin sang bapak bekerja keras untuk membiayainya. Ia memilih untuk bekerja. Hingga pada suatu hari, Manika tak sengaja mendengar percakapan bapak dan temannya.

"Yu, sebaiknya kau talak saja istrimu," ucap Sandi, salah satu teman Bayu, yang baru pulang dari Hongkong.

"Kenapa?" tanya Bayu.

"Laras istrimu, hidup bebas di Hongkong," ucap Sandi.

"Maksudmu, bebas bagaimana? Kamu ketemu sama istriku?" tanya Bayu kembali.

"Iya."

"Bagaimana ceritanya?"

"Laras di sana, hidup bebas. Dengan laki-laki lain, aku lihat sendiri. Untung saja dia tak mengenaliku. Perlu kamu tahu, istrimu itu sering ganti pasangan. Mungkin itu yang membuatnya tak pernah berkirim kabar padamu. Dia terlena dan menikmati hidupnya," tutur Sandi panjang lebar.

Sandi mengambil ponselnya, memperlihatkan foto-foto Larasati pada Bayu. Meskipun penampilan sang istri bak model, dengan pakaian minim dan seksi. Tapi Bayu masih mengenalinnya.

"Sekarang percaya?" tanya sandi.

Bayu terdiam tak tahu harus berkata apa. Sandi adalah sahabatnya tak mungkin ia berbohong, apa lagi ada bukti foto istrinya, yang nampak masih muda dan bahagia.

"Siang malam aku memikirkannya. selama lebih dari lima belas tahun. Aku pikir, dia mengalami nasib buruk ternyata .... " Bayu tak mampu meneruskan kata-katanya. Hatinya hancur, kesetiaan dan penantiannya sia-sia. Ia tak menyangka, wanita yang sangat ia cintai. Kini telah toreh kan luka.

"Sudahlah, Yu, lupakan dia! Tak pantas orang seperti, Laras, kau tunggu. Setahun dua tahun masih bisa dimaklumi, lah ini sudah belasan tahun, Yu!"

Sandi terus berusaha menyadarkan sahabatnya. Agar tak lagi berharap pada istrinya yang lupa diri, di Negeri orang.

Bayu menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskan perlahan. Mencoba menahan mengurangi sesak yang menghimpit dadanya.Tanpa sepengetahuannya, sang putri mendengar semuanya.

Hati Manika lebih hancur mendengar kabar tentang ibunya. Sakit sekali rasanya. Ia dan bapaknya berdoa siang malam. Selalu memikirkan keselamatan sang ibu di negeri orang. Ternyata yang dipikirkan lupa diri menikmati hidupnya dengan bebas. Tak ingat anak dan suami.

Ada kebencian menyusup dalam hati Manika. Kerinduan bertahun-tahun menguap, menyisakan amarah terpendam. 'Ya Allah, maafkan hamba, kalau di hati ini tumbuh rasa benci, pada orang yang telah melahirkanku' batinnya berkata.

Manika menelepon sahabatnya, Tyas, yang sedang bekerja di Hongkong semenjak lulus SMA. Menceritakan kepedihan hatinya, dan mengutarakan keinginannya. Ingin bekerja sekaligus mencari ibunya.

Karena sudah tahu sang bapak tak mungkin mengizinkan, Manika pun mencari ide. Yaitu menyuruh bapaknya menikah. Gadis itu berpikir keras, agar izin dari bapaknya ia dapatkan.

Dengan bantuan Tyas, akhirnya Manika menemukan sosok yang pantas untuk pendamping bapaknya, yaitu Mustika. Tak lain kakak sepupu Tyas.

Berbagai upaya Manika merayu bapaknya untuk menikahi Mustika. Sementara Tyas pun merayu sang, kakak sepupu, untuk menerima Bayu.

Akhirnya Bayu mau menikah dengan Mustika. Kendati pada awalnya tak saling suka. Namun lambat laun cinta hadir di antara mereka. Manika pun sangat bahagia.

Manika membulatkan tekatnya, untuk pergi ke Hongkong. Berkat bantuan Tyas. Manika berdua dengan Ayuni sahabatnya. mendapatkan pekerjaan.

Tinggal satu langkah lagi izin dari bapaknya. Walau awalnya menentang namun akhirnya Bayu mengalah karena melihat kesungguhan putrinya. Dengan syarat harus selalu memberi kabar, dalam kondisi apa pun.

Manika sangat berterima kasih pada ibu sambungnya yang turut serta meyakinkan bapaknya hingga izin itu diperolehnya.

"Nik, ayo jalan! malah bengong." panggilan Ayuni membuyarkan lamunan Manika. Mereka berjalan sesuai petunjuk dari para petugas bandara. Dengan tetap menjaga jarak.

Setelah melalui imigrasi dan mengambil bagasi mereka di arahkan menaiki kereta menuju satu ruangan. Dari sana mereka akan diantar ke hotel masing-masing yang telah di booking oleh sang majikan. Manika dan Ayuni naik mobil yang sama karena hotel mereka berdekatan.

Sepanjang perjalanan dari bandara menuju hotel. Yang terlihat gedung-gedung yang menjulang tinggi baik perkantoran, mau pun apartemen, dari yang biasa sampai yang terlihat mewah.

Pegawai yang khusus mengantar setiap pendatang, dari luar Negeri memberitahu. Sesaat lagi tiba di vela boutique hotel. Manika pun bersiap-siap. Setelah mengucap salam perpisahan dengan Ayuni. akhirnya sampailah tepat di depan pintu Hotel.

Pegawai hotel yang menyambut kedatangan Manika. Mengantarnya ke tempat resepsionis. Setelah mendapat kunci kamar. Ia di antar sampai masuk lift. Pegawai hotel berpesan, lebih tepatnya memperingatkan. Agar selama dalam lift tidak menyentuh apapun. Tombol sudah di pencet di angka sembilan.

Sampai di lantai sembilan Manika mencari kamar no 12, Akhirnya sampai di kamar hotel yang nyaman dengan pemandangan menghadap jalan raya. Ramai lalu lintas, juga banyak para pejalan kaki.

Menjalani karantina selama 21 hari hanya makan tidur, nonton televisi dan ngobrol lewat telepon. Untungnya Wi-fi gratis sinyal selalu kuat. Setiap pagi Manika tetap berolah raga agar badan tetap sehat.

Bagaimana kisah Manika selanjutnya? Ikuti terus ya. Jangan lupa beri dukungan.

Bersambung.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
FINDING MOM FINDING MOM Es Wiling Romantis
“Kisah seorang gadis, mencari Ibu kandungnya di Negeri orang. Menjadi Buruh migrant, demi satu tujuan, ingin melihat wajah wanita yang melahirkannya ke dunia. Dalam pencariannya, bertemu beberapa lelaki yang menyukai sang gadis. Ternyata salah satu dari lelaki itu, adalah kekasih sang ibu. Sementara sang ibu, yang telah lama terlena dengan kehidupan bebas. Belasan tahun melupakan keluarganya. Hingga suatu hari kedua ibu dan anak dipertemukan. Tepat disaat sang gadis dilamar lelaki yang pernah berkenan dengan sang ibu.”
1

Bab 1 PERJUANGAN MANIKA

19/03/2022

2

Bab 2 LIBUR PERTAMA

19/03/2022

3

Bab 3 BERKESAN

19/03/2022

4

Bab 4 BERTEMU ERICK

19/03/2022

5

Bab 5 PEMBERIAN PERTAMA

19/03/2022

6

Bab 6 PERHATIKAN ANDREW

19/03/2022

7

Bab 7 REGAL RIVERSIDE HOTEL

19/03/2022

8

Bab 8 TANDA LAHIR

19/03/2022

9

Bab 9 JANJI TEMU

19/03/2022

10

Bab 10 SUNNY BAY

19/03/2022

11

Bab 11 KETEMU JODOH

21/03/2022

12

Bab 12 KEJUTAN

22/03/2022

13

Bab 13 PERNYATAAN CINTA

23/03/2022

14

Bab 14 TERTAMPAR

24/03/2022

15

Bab 15 TERHEMPAS

25/03/2022

16

Bab 16 Sahabat Terbaik

26/03/2022

17

Bab 17 Dari Maladewa Mencari Cinta

28/03/2022

18

Bab 18 KUPU-KUPU MALAM

29/03/2022

19

Bab 19 SENYUM TERAKHIR

30/03/2022

20

Bab 20 SELAMAT JALAN

31/03/2022

21

Bab 21 BIMBANG

01/04/2022

22

Bab 22 KEPIKIRAN

02/04/2022

23

Bab 23 Sakitnya Rasa Sesal

04/04/2022

24

Bab 24 KABAR DUKA

05/04/2022

25

Bab 25 Pilihan Manika

06/04/2022

26

Bab 26 Tutupnya Penerbangan

07/04/2022

27

Bab 27 PENGANTIN BARU

08/04/2022

28

Bab 28 ZELIA

11/04/2022

29

Bab 29 Ketika Luka Menyapa

12/04/2022

30

Bab 30 RASA KHAWATIR

13/04/2022

31

Bab 31 TAK TERDUGA

14/04/2022

32

Bab 32 CURIGA

15/04/2022

33

Bab 33 Kesedihan Zelia

16/04/2022

34

Bab 34 Sama-sama Terluka

18/04/2022

35

Bab 35 OCEAN PARK

19/04/2022

36

Bab 36 Postingan Unggahan Photo

20/04/2022

37

Bab 37 Derita Hati Laras

21/04/2022

38

Bab 38 Bayu Memaafkan Laras

22/04/2022

39

Bab 39 Bukan Cemburu Buta

23/04/2022

40

Bab 40 Ungkapan Rasa

25/04/2022