Dendam Ayahku & Takdir Cinta

Dendam Ayahku & Takdir Cinta

Aldi

5.0
Komentar
33
Penayangan
20
Bab

Liana adalah definisi seorang sinis sejati. Baginya, cinta hanyalah ilusi sebuah kontrak sementara yang didasarkan pada daya tarik fisik. Ia menyaksikan sendiri bagaimana penampilan bisa melunturkan kasih sayang, dan sejak saat itu, Liana bertekad untuk hidup mandiri, mengumpulkan pundi-pundi kekayaan sebagai jaminan hari tua, tanpa perlu menggantungkan hidup pada pria mana pun. Namun, semua rencana hidupnya yang terstruktur rapi goyah saat undangan pertunangan datang dari Prabu, putra tunggal dari atasannya yang paling dihormati sekaligus paling ia benci. Bagi Liana, ini adalah kesempatan emas untuk membalas dendam kesumat yang telah lama ia pendam. Ia datang ke acara tersebut bukan sebagai tamu, melainkan sebagai penjahat yang bertekad menghancurkan kebahagiaan palsu itu. Tekadnya kuat: ia akan menjadi antagonis yang merusak pernikahan Prabu dengan tunangannya, Kinar. Seolah takdir ikut bermain dalam skenario balas dendamnya, sebuah kejadian tak terduga di hari pernikahan membuat Liana harus mengenakan gaun pengantin. Secara ajaib, dan penuh intrik, ia mendapati dirinya berdiri di altar, bukan sebagai perusak, melainkan sebagai pengantin pengganti untuk Prabu. Bagaimana Liana akan menjalankan misi balas dendamnya ketika ia kini terikat dalam janji suci yang seharusnya ia hancurkan?

Dendam Ayahku & Takdir Cinta Bab 1 Sudah waktunya untuk bersih-bersih

Liana melirik jam di sudut layar laptop. Pukul enam sore. Sudah waktunya untuk bersih-bersih meja dan pura-pura capek, padahal energinya masih penuh. Inilah rutinitasnya di kantor besar milik keluarga Prabu-bekerja dengan efisien, tapi selalu meninggalkan kesan sibuk yang dramatis, hanya agar atasan tidak punya ide gila memberinya proyek tambahan di akhir pekan.

"Gila, lo nggak pulang, Li?" tanya Risa, teman satu divisinya, sambil memasukkan lipstik merah menyala ke dalam tas mahal. "Malam ini kan malam Jumat. Ada janji sama siapa, nih?"

Liana mengangkat bahu, senyum tipisnya terasa dingin. "Janji sama kasur. Lagian, malam Jumat buat apa? Aku udah janji nggak mau buang waktu buat hal-hal nggak penting kayak kencan."

Risa tergelak. "Astaga, Liana. Kayak nggak ada cowok yang mau aja sama lo. Padahal banyak yang ngantri, lho. Kamu aja yang jual mahal."

"Aku nggak jual mahal, Ris. Aku cuma realistis." Liana merapikan tumpukan berkas yang sebenarnya tidak perlu dirapikan. "Dunia ini gampang banget. Cowok ngeliat kita, suka, ngajak kencan, habis itu bilang cinta. Tapi coba deh, besok wajah kita ketiban durian dan jadi jelek. Atau rekening kita mendadak nol. Mana ada yang bertahan?"

Risa memutar mata, tapi ada rasa hormat di sana. Semua orang tahu, Liana adalah workaholic yang sinis. Dia cantik, pintar, tapi ada dinding es tebal yang mengelilinginya. Dia tidak pernah memamerkan apapun, tapi gaji bulanan Liana adalah legenda di kantor itu. Semua uangnya masuk ke rekening investasi, seolah dia sedang berlomba dengan waktu.

"Ya udah, deh. Terserah si Ratu Dana Pensiun. Jangan lupa makan malam, ya!" Risa pamit, meninggalkannya sendirian di divisi akunting yang luas itu.

Hening. Liana menikmati keheningan itu. Hanya suara AC dan keyboard yang sesekali berbunyi. Di mata orang lain, Liana adalah wanita karir sukses yang memilih independen. Tapi di dalam dirinya, dia adalah seorang penyintas yang sedang menabung untuk perangnya sendiri. Perang melawan takdir, dan melawan ilusi bernama kasih sayang.

Dia meraih amplop tebal berwarna maroon yang tergeletak di pojok mejanya. Amplop itu tiba tadi pagi, tapi dia sengaja mengabaikannya sepanjang hari, seperti racun yang ditunda minumnya.

Logo perak di sampul amplop itu adalah lambang keluarga Prabu. Keluarga yang memimpin perusahaan ini, dan keluarga yang... ah, sudahlah. Liana mengambil napas dalam-dalam, lalu merobek segelnya dengan gerakan cepat, seolah ingin segera mengakhiri penderitaan yang ditimbulkan amplop itu.

Isinya: Undangan Pertunangan Prabu Mahesa dengan Kinar Adelia.

Tulisan itu dicetak tebal dengan tinta emas. Tanggal, tempat mewah, dan foto pre-wedding yang mereka selipkan ikut terjatuh. Foto itu menunjukkan Prabu yang gagah, tersenyum lebar, memegang tangan Kinar yang terlihat lembut dan sempurna.

Tangan Liana mencengkeram kertas tebal itu. Bukan karena cemburu, bukan karena cinta yang ditolak-Liana sudah lama membunuh semua perasaan itu-tapi karena kemarahan yang membakar.

Prabu Mahesa.

Anak dari atasan Liana, Tuan Mahesa. Lelaki tua itu adalah alasan mengapa Liana berada di sini. Bukan sebagai karyawan setia, tapi sebagai mata-mata yang sabar menunggu momen yang tepat.

Liana menutup mata. Amplop itu terasa panas di tangannya, dan perlahan, kantor yang dingin itu berubah menjadi ruangan yang lembap dan berbau obat-obatan.

Semua itu terjadi sepuluh tahun lalu. Saat itu, Liana masih bernama Aletta. Aletta yang lugu, Aletta yang percaya bahwa cinta sejati itu ada, dan Aletta yang hidupnya mewah, karena ayahnya, Pak Tirta, adalah seorang pengusaha properti yang disegani.

"Mas, janji, ya. Walaupun nanti aku tua, jelek, atau kita miskin, kamu nggak akan ninggalin aku?" Aletta, yang saat itu berusia dua puluh tahun, bertanya pada Bima, tunangannya, sambil menyandarkan kepala di bahunya.

Bima tertawa, mencium kening Aletta dengan mesra. "Mana mungkin aku ninggalin kamu, Sayang? Kamu itu dunianya aku. Lagian, kamu nggak akan pernah jelek. Kamu kan cantik banget."

Jawaban itu seharusnya menenangkan, tapi kini, dalam ingatan Liana, itu terdengar seperti bom waktu. Bima hanya melihat apa yang ada di permukaan.

Kehancuran itu datang pelan, seperti air yang merembes. Ayah Liana, Pak Tirta, saat itu sedang bersaing ketat untuk mendapatkan proyek besar pembangunan residensial dari pemerintah. Pesaingnya adalah Tuan Mahesa, ayah Prabu.

Tuan Mahesa, dengan koneksi politiknya yang gelap dan uang tak terbatas, menjalankan kampanye kotor. Pak Tirta menolak untuk menyuap, menolak untuk bermain curang. Namun, integritasnya justru menjadi bumerang. Tuan Mahesa tidak hanya mencuri proyek itu; dia menjebak Pak Tirta.

Tuan Mahesa membuat skandal fiktif tentang penggelapan pajak yang dilakukan Pak Tirta. Dokumen dipalsukan, saksi dimanipulasi. Dalam hitungan minggu, aset Pak Tirta dibekukan, rekening perusahaannya disita, dan media massa, yang juga dibayar oleh Tuan Mahesa, mencabik-cabik reputasinya.

"Dia penjahat, Aletta. Dia menipu investor kecil! Kita semua sudah tahu, dia cuma pura-pura bersih," kata sebuah berita di televisi, yang kini bergema pilu di telinga Liana.

Keluarga Liana yang dulu disegani, mendadak menjadi sampah masyarakat. Ibunya sakit-sakitan karena stres. Ayahnya-seorang pria yang bangga dengan kejujuran-terpuruk di rumah, tidak bisa berbuat apa-apa.

Puncaknya, enam bulan setelah skandal itu, saat mereka benar-benar kehabisan uang dan harus menjual rumah demi membayar pengacara yang tak berguna, Bima datang.

Bima tidak datang untuk memberi dukungan. Dia datang dengan wajah pucat dan kata-kata yang menusuk.

"Lian-Aletta, kita harus akhiri ini. Maaf. Tapi aku nggak bisa. Keluargaku... mereka nggak mau punya besan yang bisnisnya hancur. Lagian... kamu sendiri sekarang nggak kayak Aletta yang aku kenal, kan?"

Aletta, yang saat itu kurus, pucat, dan matanya bengkak karena kurang tidur, hanya bisa menatap Bima. Fisiknya memang berubah. Aura kemewahan yang dulu melindunginya telah hilang. Dan Bima, yang dulu berjanji setia, langsung mundur.

*Kata-kata Bima menjadi palu godam terakhir yang menghantam keyakinan Liana: Lelaki hanya mencintai wanita berdasarkan fisik dan status semata, jika fisik berubah maka cinta juga akan pudar.

Setelah itu, Ayahnya meninggal karena serangan jantung. Liana ditinggalkan sendirian untuk mengurus ibunya yang sakit-sakitan dan menghadapi utang warisan yang melilit.

Liana tidak menangis lagi. Air matanya sudah kering bersamaan dengan hancurnya kepercayaan pada kemanusiaan. Dari abu kehancuran itu, lahirlah Liana yang sekarang-dingin, keras, dan hanya memuja angka di rekening bank.

Ia tahu, semua ini berawal dari keserakahan satu orang: Tuan Mahesa.

Liana menghabiskan tahun-tahun berikutnya dengan bekerja gila-gilaan, menggunakan koneksi lamanya yang tersisa untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan kecil, dan perlahan menabung. Saat ibunya meninggal tiga tahun lalu, Liana bersumpah: dendam ini harus dibayar tunai. Tuan Mahesa harus merasakan kehancuran yang sama, bahkan lebih sakit.

Untuk bisa dekat dengan musuhnya, Liana mengubah identitasnya menjadi Liana, membangun reputasi baru, dan akhirnya berhasil menyusup ke divisi kunci di perusahaan Mahesa Group, tempat Tuan Mahesa memimpin. Dia bekerja keras, bukan untuk perusahaan, tapi untuk mendapatkan akses dan posisi yang tidak mencurigakan.

Liana membuka matanya. Pandangan sinisnya kembali tajam. Dia kembali ke kantor yang sepi, ke kursi yang dia benci, dan ke amplop sialan di tangannya.

Foto Prabu dan Kinar. Prabu, anak dari iblis itu, akan menikah. Akan membangun keluarga, akan merasakan kebahagiaan sempurna di atas pondasi penderitaan keluarganya. Itu tidak bisa dibiarkan.

Dulu, rencana Liana hanyalah mengumpulkan bukti korupsi Tuan Mahesa dan menyerahkannya ke pihak berwajib. Itu rencana yang bersih, legal, tapi lambat. Dan, melihat senyum bahagia di wajah Prabu, itu terasa tidak memuaskan. Hukuman legal hanya akan menyakiti Tuan Mahesa secara finansial. Liana ingin menyakiti mereka di tempat yang paling mereka pedulikan: harga diri, nama baik, dan kebahagiaan keluarga.

Dia harus mengubah rencananya. Dia tidak hanya harus menghancurkan Tuan Mahesa, tapi juga menghancurkan apa yang paling berharga bagi Mahesa. Dan saat ini, yang paling berharga adalah pernikahan mulia Prabu Mahesa.

"Aku akan datang ke acara pertunangan itu, Prabu," bisik Liana pada foto itu, suaranya serak. "Aku akan lihat betapa sempurnanya hidup kamu. Dan aku akan jadi orang yang merusak semuanya dari dalam. Aku akan jadi antagonis di cerita kamu."

Dia ingat kata-kata Bima. Bahwa cinta itu semu, didasarkan pada fisik dan status. Maka, dia akan membuktikan kepada Prabu bahwa kebahagiaan yang dibangun di atas kepalsuan dan uang haram tidak akan pernah bertahan.

Liana mengambil ponselnya. Jemarinya yang dingin bergerak cepat mengirim pesan kepada seorang kenalan lama di dunia hitam informasi. Dia perlu tahu segalanya tentang Kinar Adelia. Setiap detail, setiap rahasia.

Dia tidak tertarik pada Prabu. Bagi Liana, Prabu hanyalah bidak catur yang kebetulan akan jadi korban dari balas dendamnya. Hancurkan pernikahanmu, Prabu, dan kamu akan membawa Ayahmu ke jurang kehancuran yang sama dengan Ayahku. Itu janji Liana pada dirinya sendiri, janji yang terukir dari sepuluh tahun rasa sakit dan kemarahan.

Undangan pertunangan itu kini terasa seperti tiket masuk ke medan pertempuran. Liana tersenyum. Senyum seorang wanita yang telah menemukan tujuan hidupnya: menjadi kehancuran yang elegan. Dia mengemasi tasnya. Malam ini, dia akan pulang dan menyusun rencana yang lebih mendalam, lebih pribadi, dan jauh lebih berbahaya daripada sekadar menyerahkan berkas ke polisi.

Misi dimulai. Dan Liana yakin, dia akan menikmati setiap detik kehancuran itu. Dia harus. Ini adalah satu-satunya cara dia bisa menebus kematian Ayahnya.

Liana mematikan lampu meja, meninggalkan kantor yang kini benar-benar gelap. Besok, dia akan mulai bergerak. Besok, dia akan mengubah dirinya menjadi persona yang siap menghancurkan mimpi orang lain demi keadilan pribadinya. Dunia telah mengajarinya untuk menjadi sinis, dan kini, dunia akan menerima akibatnya.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Aldi

Selebihnya
Bukan Cinta, Hanya Perjanjian Utang

Bukan Cinta, Hanya Perjanjian Utang

Romantis

5.0

Adhitama tak pernah memilih pernikahan ini. Dia hanyalah pion dalam permainan keluarga, dipaksa menikahi seorang wanita bernama Riani seorang janda yang nyaris tak ia kenal. Sejak hari pertama, Adhit sudah memasang dinding es. Ia bersikap dingin, menjaga jarak, dan berharap Riani mengerti: ia tak pernah menginginkan wanita itu di sisinya. Namun, Riani terlalu tenang, terlalu menerima seolah sikap dingin Adhit tak mampu menyentuh perasaannya sedikit pun. Awalnya, Riani setuju menjadi 'pengantin pengganti' karena terdesak untuk membalas budi. Adhit tidak peduli apa motifnya. Lalu, sebuah tragedi mengubah segalanya. Adhit terluka, fisik dan batinnya rapuh. Di tengah keterpurukan itu, Riani selalu ada. Tanpa keluh kesah, tanpa menuntut, ia setia merawat dan mendampingi. Kehadirannya yang dulu diabaikan, perlahan berubah menjadi sesuatu yang Adhit harapkan. Adhit mulai memperhatikan Riani, melihat sisi-sisi dirinya yang tak pernah ia pedulikan sebelumnya. Yang paling mengusik, hatinya mulai bergejolak setiap kali ada pria lain yang menatap Riani terlalu lama. Rasa itu datang tiba-tiba: cemburu. Ia mencoba menolaknya, namun semakin ia melawan, semakin kuat keinginan untuk memiliki Riani seutuhnya. Adhit tak tahan lagi. Ia pun memulai pergerakan, berusaha keras menghancurkan batas yang selama ini justru ia ciptakan, dan mencoba menembus ketenangan Riani yang misterius. Akankah Adhit berhasil meruntuhkan 'tembok' di antara mereka, ataukah ia sudah terlambat menyadari perasaannya?

Buku serupa

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
4.8

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume
4.9

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Dendam Ayahku & Takdir Cinta Dendam Ayahku & Takdir Cinta Aldi Romantis
“Liana adalah definisi seorang sinis sejati. Baginya, cinta hanyalah ilusi sebuah kontrak sementara yang didasarkan pada daya tarik fisik. Ia menyaksikan sendiri bagaimana penampilan bisa melunturkan kasih sayang, dan sejak saat itu, Liana bertekad untuk hidup mandiri, mengumpulkan pundi-pundi kekayaan sebagai jaminan hari tua, tanpa perlu menggantungkan hidup pada pria mana pun. Namun, semua rencana hidupnya yang terstruktur rapi goyah saat undangan pertunangan datang dari Prabu, putra tunggal dari atasannya yang paling dihormati sekaligus paling ia benci. Bagi Liana, ini adalah kesempatan emas untuk membalas dendam kesumat yang telah lama ia pendam. Ia datang ke acara tersebut bukan sebagai tamu, melainkan sebagai penjahat yang bertekad menghancurkan kebahagiaan palsu itu. Tekadnya kuat: ia akan menjadi antagonis yang merusak pernikahan Prabu dengan tunangannya, Kinar. Seolah takdir ikut bermain dalam skenario balas dendamnya, sebuah kejadian tak terduga di hari pernikahan membuat Liana harus mengenakan gaun pengantin. Secara ajaib, dan penuh intrik, ia mendapati dirinya berdiri di altar, bukan sebagai perusak, melainkan sebagai pengantin pengganti untuk Prabu. Bagaimana Liana akan menjalankan misi balas dendamnya ketika ia kini terikat dalam janji suci yang seharusnya ia hancurkan?”
1

Bab 1 Sudah waktunya untuk bersih-bersih

26/11/2025

2

Bab 2 Alarm ponsel Liana berbunyi

26/11/2025

3

Bab 3 Setelah nyaris tertangkap

26/11/2025

4

Bab 4 datang sendirian

26/11/2025

5

Bab 5 pesta pertunangan

26/11/2025

6

Bab 6 taman kota

26/11/2025

7

Bab 7 menawarkan kesepakatan

26/11/2025

8

Bab 8 semua kekacauan

26/11/2025

9

Bab 9 tiga hari menghilang

26/11/2025

10

Bab 10 mengawasinya

26/11/2025

11

Bab 11 menelepon Kinar

26/11/2025

12

Bab 12 Liana melaju kencang

26/11/2025

13

Bab 13 Sisa malam itu dihabiskan

26/11/2025

14

Bab 14 Setahun berlalu

26/11/2025

15

Bab 15 Perusahaan tidak hanya kembali pulih

26/11/2025

16

Bab 16 Perut Aletta sudah membesar

26/11/2025

17

Bab 17 tidak ada yang bisa menghancurkan

26/11/2025

18

Bab 18 kritis ibunya

26/11/2025

19

Bab 19 mereka tak tertandingi

26/11/2025

20

Bab 20 kebohongan

26/11/2025