Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu

Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu

Endarwati

5.0
Komentar
1
Penayangan
26
Bab

Alya adalah putri angkat dari seorang pengusaha terkenal bernama Haris dan istrinya, Ratna. Sejak kecil, Alya dibesarkan dengan kasih sayang dan dianggap seperti anak sendiri, meski ia tahu darahnya berbeda. Di rumah itu, Alya hidup berdampingan dengan anak kandung mereka, Revan, yang usianya terpaut empat tahun lebih tua. Awalnya hubungan Alya dan Revan berjalan baik. Revan bahkan sering melindungi Alya dari ejekan teman-temannya. Namun semuanya berubah ketika mereka beranjak dewasa. Revan mulai sering pulang larut malam, terjerat dalam pergaulan bebas, dan suatu malam - terjadi insiden kelam yang mengubah hidup Alya selamanya. Alya mengandung. Revan, ketakutan dan egois, menyangkal perbuatannya. Ia memaksa Alya menggugurkan kandungan agar reputasi keluarganya tidak hancur. Ratna, ibu angkat Alya, justru menyalahkannya dan menyuruh Alya pergi dari rumah sebelum aib itu diketahui publik. Dengan hati hancur, Alya meninggalkan rumah itu dan hidup seorang diri. Ia bertahan dengan bekerja serabutan, menanggung kehamilan sendirian hingga akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Rayan - cahaya kecil yang membuatnya kuat bertahan. Tahun demi tahun berlalu. Alya berhasil bangkit dan membuka usaha kecil. Hidupnya memang sederhana, tapi penuh ketenangan. Sampai suatu hari takdir mempertemukannya kembali dengan Revan dan keluarganya. Revan kini sudah berubah. Ia menyesal dan ingin menebus dosa masa lalunya setelah mengetahui bahwa Rayan adalah darah dagingnya sendiri. Ia mencoba mendekati Alya, meminta kesempatan untuk menjadi ayah bagi Rayan. Namun, bagi Alya, luka itu terlalu dalam. Ia tidak bisa begitu saja melupakan penghinaan dan penolakan di masa lalu. Ia hanya ingin melindungi anaknya dari masa lalu yang kelam. Revan terus berusaha - datang setiap hari, menjemput Rayan sekolah, membantu tanpa diminta, bahkan rela dihina oleh Alya berkali-kali. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya bukan lagi pria pengecut yang dulu. Kini, pertanyaannya hanya satu - apakah hati Alya bisa luluh setelah semua luka yang pernah ia tanggung sendirian? Atau justru ia memilih menutup pintu selamanya, agar masa lalu tak lagi menyakitinya?

Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu Bab 1 beruang kecil dengan salah satu matanya hilang

Hujan baru saja berhenti sore itu ketika seorang anak perempuan kecil berdiri di depan gerbang besar rumah keluarga Haris. Bajunya lusuh, rambutnya lepek karena air hujan, dan matanya memancarkan rasa takut bercampur harap. Di tangan mungilnya, ia menggenggam boneka beruang kecil dengan salah satu matanya hilang.

"Namamu siapa, Nak?" tanya seorang wanita paruh baya yang membuka pagar. Suaranya lembut, tapi sorot matanya penuh selidik.

"A-Alya," jawab gadis itu pelan, suaranya bergetar.

Wanita itu menatapnya lama, lalu tersenyum samar. "Mulai hari ini, kamu tinggal di sini, ya. Aku Ratna, dan nanti kamu panggil aku Ibu."

Alya mengangguk ragu. Ia tak tahu bahwa langkah kecilnya memasuki rumah besar itu akan menjadi awal dari kisah panjang hidupnya - kisah tentang cinta, luka, dan kehilangan.

Tahun-tahun pertama berjalan penuh kebahagiaan. Alya tumbuh sebagai anak yang lembut dan penurut. Ratna benar-benar memperlakukannya seperti anak kandung sendiri, bahkan lebih lembut dibanding pada Revan, anak laki-lakinya yang berjiwa bebas dan sulit diatur.

Revan saat itu baru berusia sembilan tahun. Ia awalnya kesal harus berbagi kasih sayang dengan anak asing yang tiba-tiba datang. Tapi seiring waktu, hatinya luluh.

"Jangan nangis, nanti Ibu marah sama aku lagi," kata Revan suatu kali ketika Alya menangis karena dijahili teman sekolah. Ia menyodorkan permen karet sambil mengacak rambut Alya. "Udah, senyum. Kamu kan kuat."

Alya yang waktu itu masih kecil menatapnya dengan mata berkaca. "Kamu jahat tadi, ninggalin aku sendirian."

Revan terkekeh kecil. "Maaf, tadi aku cuma ambil air. Tapi tenang aja, mulai sekarang aku jagain kamu."

Janji polos seorang anak laki-laki yang seolah sederhana - tapi bagi Alya, janji itu berarti dunia. Ia mulai percaya, bahwa rumah itu benar-benar miliknya. Bahwa keluarga itu adalah tempat ia pulang.

Namun waktu berjalan. Revan tumbuh menjadi remaja yang keras kepala. Ia lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah, nongkrong dengan teman-teman, pulang larut malam, bahkan kadang mabuk. Haris sering menegur, tapi Ratna selalu memaafkan.

Sementara itu, Alya tumbuh menjadi gadis yang tenang dan rajin. Ia pandai memasak, sopan, dan selalu menjaga sikap. Tak jarang, Ratna memujinya di depan tamu-tamu mereka.

"Kalau semua anak perempuan seperti Alya, dunia pasti damai," ujar Ratna suatu malam.

Revan yang mendengar dari tangga hanya mendengus. "Iya, iya, si malaikat kecil," gumamnya sinis, lalu naik ke kamarnya tanpa bicara.

Sejak saat itu, hubungan mereka mulai renggang. Alya mencoba bersikap baik seperti biasa, tapi Revan semakin dingin. Kadang ia sengaja mengacuhkan Alya, kadang bersikap kasar tanpa alasan.

Alya tak mengerti kenapa Revan berubah. Ia hanya tahu, setiap kali Revan pulang dalam keadaan mabuk, matanya selalu tampak kosong.

Suatu malam, hujan turun deras. Petir menyambar, dan listrik di rumah padam. Ratna dan Haris sedang menghadiri acara bisnis di luar kota, meninggalkan rumah hanya dengan dua penjaga dan pembantu. Alya baru saja beranjak tidur ketika mendengar pintu depan dibuka dengan keras.

"Revan?" panggilnya pelan.

Langkah kaki berat terdengar menaiki tangga. Bau alkohol tercium kuat.

"Revan, kamu mabuk lagi, ya?" tanyanya dari balik pintu kamarnya. Ia khawatir, tapi juga takut.

Tak ada jawaban. Hanya suara langkah yang semakin dekat.

Ketika pintu terbuka, Revan berdiri di sana dengan pandangan gelap. Wajahnya merah, napasnya berat, dan matanya tak seperti biasanya. Alya mundur selangkah, jantungnya berdegup cepat.

"Kenapa kamu selalu pura-pura suci di depan mereka, ha?" suaranya berat, seperti menahan amarah dan emosi yang bercampur.

"Aku... aku nggak ngerti maksud kamu apa," jawab Alya gemetar.

Revan mendekat, membuat Alya terdesak ke dinding. "Kamu pikir aku nggak tahu semua orang lebih sayang kamu? Bahkan Ibu... Ibu lebih bangga sama kamu daripada aku sendiri."

"Revan, kamu mabuk. Tolong keluar," katanya sambil menahan tangis.

Tapi Revan tak bergerak. Malam itu, dalam gelap, sesuatu terjadi - sesuatu yang tak pernah seharusnya terjadi antara mereka.

Dan dunia Alya hancur.

Pagi harinya, Alya duduk di lantai kamar, memeluk lututnya sambil menatap kosong. Tubuhnya gemetar, matanya bengkak. Ia tak bisa berhenti menangis.

Ketika Revan sadar dari mabuknya, ia sendiri ketakutan. Ia mencoba meminta maaf, tapi setiap kata yang keluar terdengar seperti racun bagi Alya.

"Aku nggak sengaja... aku nggak tahu apa yang aku lakukan semalam..."

"Pergi," bisik Alya pelan tapi tegas. "Aku nggak mau lihat kamu lagi."

Sejak hari itu, dunia mereka berubah total. Alya tak pernah bicara lagi dengan Revan. Ia menghindar sebisa mungkin, sementara Revan memilih bersembunyi dalam rasa bersalahnya sendiri.

Namun kebohongan tak bisa bertahan selamanya. Dua bulan kemudian, Alya mulai sering mual dan pingsan. Saat Ratna membawanya ke dokter, rahasia itu terbongkar.

"Alya mengandung, Bu," kata dokter dengan wajah canggung.

Ratna membeku. Dunia seolah berhenti berputar. "A... apa?"

Dan ketika Alya akhirnya mengaku siapa ayah dari bayi itu, Ratna menamparnya tanpa ampun.

"Kau memalukan! Bagaimana bisa kau menuduh kakakmu sendiri melakukan hal sekeji itu?! Apa kamu gila?"

Alya hanya diam. Air matanya mengalir tanpa suara. Ia tak lagi punya tenaga untuk menjelaskan.

Sementara Revan berdiri di balik pintu ruang tamu, mendengar semua itu dengan wajah pucat. Tapi ia tetap diam - terlalu pengecut untuk mengaku.

Hari itu juga, Ratna memintanya pergi.

"Keluar dari rumah ini, Alya. Aku tak mau menanggung malu!"

Dengan tas kecil dan beberapa helai baju, Alya melangkah keluar dari rumah yang dulu ia sebut rumah. Hujan kembali turun, sama seperti hari ketika ia pertama kali datang ke sana.

Malam-malam setelahnya adalah neraka. Alya tinggal di rumah sewa kecil di pinggiran kota, bekerja di warung makan siang malam untuk membayar sewa dan kebutuhan harian. Tubuhnya lemah karena hamil, tapi ia tak menyerah.

Dalam kesunyian, ia sering memeluk perutnya dan berbicara pelan.

"Nak, kamu kuat ya. Mama janji, Mama nggak akan biarin kamu sendirian. Kita cuma punya satu sama lain."

Setiap kali rasa sakit datang, Alya menggigit bibirnya, menahan tangis. Dunia menolaknya, tapi ia tetap bertahan.

Hingga malam itu, saat kontraksi pertama datang, ia sendirian di rumah. Ia berjuang melahirkan di rumah bidan dengan uang seadanya. Tangis bayi laki-laki itu pecah di udara dingin dini hari, menjadi suara paling indah yang pernah ia dengar.

"Namanya Rayan," bisik Alya lemah. "Artinya cahaya."

Tangannya gemetar saat menyentuh pipi mungil bayinya. Dalam benaknya, ia berjanji - masa lalu akan berhenti di sini. Anak itu tak akan tahu tentang luka ibunya.

Tahun-tahun berlalu, Alya membesarkan Rayan dengan penuh kasih. Ia membuka usaha kecil menjahit, hidup sederhana tapi bahagia. Setiap pagi Rayan memeluknya sebelum berangkat sekolah.

"Ma, nanti aku bawa nilai bagus ya!" katanya ceria.

Alya tersenyum lembut. "Mama nggak butuh nilai bagus, Mama cuma mau kamu bahagia."

Kadang ia teringat masa lalunya, tapi ia belajar memaafkan takdir, walau belum bisa memaafkan pelakunya.

Hingga suatu hari, saat ia menjemput Rayan di sekolah, seseorang berdiri di dekat gerbang.

Seorang pria dengan kemeja rapi, wajahnya tampak dewasa, tapi sorot matanya tak asing. Revan.

Waktu seolah berhenti. Alya terpaku, napasnya tercekat. Revan melangkah mendekat, suaranya pelan tapi jelas.

"Alya..."

Ia menunduk menatap anak kecil di sampingnya - Rayan. Mata keduanya sama, begitu mirip.

"Dia... anakku?" suara Revan bergetar.

Alya memeluk Rayan erat, seolah takut anaknya diambil. "Jangan berani-berani mendekat. Semua sudah berakhir, Revan."

Tapi Revan tak pergi. Ia menatap Alya lama, dengan penyesalan yang begitu dalam. "Aku cuma mau minta maaf. Sekali ini aja."

Air mata yang selama bertahun-tahun Alya tahan akhirnya jatuh.

"Maafmu nggak akan bisa ngapus apa yang kamu lakuin."

Dan di tengah jalan sekolah yang ramai, dua jiwa yang dulu terikat oleh kesalahan kembali dipertemukan - bukan untuk mengulang, tapi mungkin untuk menebus.

Namun bagi Alya, maaf bukan hal mudah. Luka itu masih berdarah, meski waktu telah berlalu.

Di hatinya hanya ada satu doa kecil setiap malam -

Aku ingin kuat. Demi anakku. Bukan demi masa lalu.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Endarwati

Selebihnya
Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong

Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong

Romantis

5.0

Aldric dan Keira menikah bukan karena cinta, melainkan karena kesepakatan antara dua keluarga besar. Bagi Aldric, pernikahan itu hanyalah langkah strategis demi mendapatkan kembali perusahaan keluarganya yang hampir bangkrut. Sementara bagi Keira, pernikahan itu satu-satunya cara menyelamatkan ibunya dari hutang dan tekanan yang menghancurkan. Keduanya menandatangani perjanjian: mereka akan hidup bersama selama dua tahun, tanpa ikatan emosional, tanpa campur tangan satu sama lain, lalu bercerai ketika tujuan masing-masing tercapai. Namun, takdir sering kali berbuat iseng. Di balik semua kesepakatan dingin itu, perlahan tumbuh sesuatu yang tak seharusnya tumbuh-rasa nyaman, perhatian, bahkan cinta yang tak diinginkan. Sayangnya, ketika rasa itu mulai muncul di hati Keira, Aldric justru semakin menjauh. Ia mulai kembali dekat dengan mantan kekasihnya, Mira, seorang wanita ambisius yang dulu meninggalkannya karena status. Kini, setelah Aldric kembali kaya dan berkuasa, Mira datang membawa janji manis tentang cinta lama yang belum padam. Ketika kabar bahwa perusahaan ayah Keira telah diselamatkan dan hutang-hutang lunas, Aldric pun memutuskan untuk menepati bagian akhir perjanjian mereka: perceraian. Ia berpikir itu langkah terbaik-agar bisa menikahi Mira, wanita yang selama ini ia yakini sebagai cinta sejatinya. Keira menerima keputusan itu tanpa perlawanan. Hanya satu syarat yang ia minta-agar Aldric tak mencari atau mengganggunya lagi setelah berpisah. Ia pergi jauh, meninggalkan semua kenangan, membawa luka yang hanya ia tahu dalamnya. Lima tahun berlalu. Aldric hidup dengan kesuksesan, tapi hatinya kosong. Mira memang bersamanya, tapi ada jarak yang tak bisa dijembatani. Hingga suatu hari, sebuah proyek sosial membawanya ke sebuah kota kecil di tepi laut. Di sanalah, takdir mempertemukannya lagi dengan Keira-bersama seorang anak laki-laki berusia empat tahun yang memiliki mata dan senyum yang... sama persis dengannya. Dunia Aldric seketika berhenti. Rasa bersalah, marah, dan penyesalan bertubrukan dalam dadanya. Ia baru menyadari betapa banyak hal yang ia abaikan selama ini-terutama seorang anak yang ternyata adalah darah dagingnya sendiri. Kini pertanyaannya bukan lagi soal warisan, atau cinta lamanya pada Mira. Tapi tentang apakah Aldric berani memperjuangkan kembali Keira dan anak mereka, ataukah ia akan kembali menjadi pria pengecut yang hanya tahu melarikan diri dari tanggung jawab dan perasaan.

Buku serupa

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume
4.9

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya

Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya

Alvis Lane
5.0

Claudia dan Antonius telah saling mengenal selama dua belas tahun. Setelah tiga tahun berpacaran, tanggal pernikahan mereka telah ditetapkan. Berita tentang rencana pernikahan mereka mengguncang seluruh kota. Emosi memuncak ketika banyak wanita sangat iri padanya. Awalnya, Claudia tidak terlalu peduli dengan kebencian tersebut. Namun, ketika Antonius meninggalkannya di altar setelah menerima telepon, hatinya merasa hancur. "Dia pantas mendapatkannya!" Semua musuhnya menikmati kemalangan yang menimpanya. Berita itu menyebar dengan cepat. Suatu hari, Claudia memposting pembaruan di media sosialnya. Itu adalah foto dirinya dengan akta pernikahan yang diberi keterangan, "Panggil aku Nyonya Dreskin mulai sekarang." Di saat publik masih berusaha menyerap kejutan tersebut, Bennett-yang sudah bertahun-tahun tidak memposting di media sosial-mengunggah sebuah postingan dengan keterangan yang berbunyi, "Aku sudah menikah." Publik seketika heboh. Banyak orang menyebut Claudia sebagai wanita paling beruntung di abad ini karena berhasil menikahi Bennett. Semua orang tahu bahwa Antonius tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rivalnya. Claudia menang pada akhirnya. Dia menikmati komentar terkejut dari musuh-musuhnya sambil tetap rendah hati. Orang-orang masih berpikir bahwa pernikahan mereka aneh. Mereka percaya bahwa itu hanyalah pernikahan formalitas. Suatu hari, seorang awak media dengan cukup berani meminta komentar Bennett tentang pernikahannya, yang dijawab pria itu dengan senyum lembut, "Menikahi Claudia adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku."

Harga Diriku 10 Juta Per Malam

Harga Diriku 10 Juta Per Malam

Ali Subhan
5.0

Arabella Alexandro adalah seorang mahasiswi yang dihadapkan pada kenyataan pahit. Demi membiayai kuliahnya, sewa kos, dan melunasi utang orang tuanya yang mencapai miliaran rupiah-sementara kedua orang tuanya telah tiada dan keluarga besar enggan membantu-Arabella terpaksa menjalani kehidupan ganda. Setiap malam, ia menjelma menjadi seorang wanita penghibur di sebuah diskotek, menemani "Om-om" hidung belang demi lembaran uang yang bisa menyelamatkan masa depannya dari jurang kehancuran. Hidup Arabella adalah pergulatan konstan antara ambisi pendidikan dan kerasnya tuntutan finansial. Setiap sen yang ia dapatkan dari pekerjaan malamnya adalah hasil dari pengorbanan dan kepedihan yang tersembunyi di balik senyum palsunya. Ia terus berjuang sendirian, tanpa ada sandaran, di tengah gemerlap dunia malam yang penuh tipuan. Suatu malam, takdir mempertemukannya dengan Arkan Stevanno Orlando, seorang CEO muda yang dikenal sebagai salah satu pengusaha terkaya di kota itu. Arkan, yang tertarik pada pesona Arabella, mem-booking-nya untuk satu malam. Pertemuan ini tidak hanya sekadar transaksi, tetapi menjadi awal dari sesuatu yang tak terduga. Di balik kemewahan dan reputasinya, Arkan mungkin melihat lebih dari sekadar wanita penghibur dalam diri Arabella. Lalu, bagaimana kelanjutan kisah Arabella dan Arkan? Akankah pertemuan ini membawa Arabella keluar dari belenggu kehidupannya yang gelap, atau justru menyeretnya ke dalam masalah yang lebih kompleks?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu Endarwati Romantis
“Alya adalah putri angkat dari seorang pengusaha terkenal bernama Haris dan istrinya, Ratna. Sejak kecil, Alya dibesarkan dengan kasih sayang dan dianggap seperti anak sendiri, meski ia tahu darahnya berbeda. Di rumah itu, Alya hidup berdampingan dengan anak kandung mereka, Revan, yang usianya terpaut empat tahun lebih tua. Awalnya hubungan Alya dan Revan berjalan baik. Revan bahkan sering melindungi Alya dari ejekan teman-temannya. Namun semuanya berubah ketika mereka beranjak dewasa. Revan mulai sering pulang larut malam, terjerat dalam pergaulan bebas, dan suatu malam - terjadi insiden kelam yang mengubah hidup Alya selamanya. Alya mengandung. Revan, ketakutan dan egois, menyangkal perbuatannya. Ia memaksa Alya menggugurkan kandungan agar reputasi keluarganya tidak hancur. Ratna, ibu angkat Alya, justru menyalahkannya dan menyuruh Alya pergi dari rumah sebelum aib itu diketahui publik. Dengan hati hancur, Alya meninggalkan rumah itu dan hidup seorang diri. Ia bertahan dengan bekerja serabutan, menanggung kehamilan sendirian hingga akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Rayan - cahaya kecil yang membuatnya kuat bertahan. Tahun demi tahun berlalu. Alya berhasil bangkit dan membuka usaha kecil. Hidupnya memang sederhana, tapi penuh ketenangan. Sampai suatu hari takdir mempertemukannya kembali dengan Revan dan keluarganya. Revan kini sudah berubah. Ia menyesal dan ingin menebus dosa masa lalunya setelah mengetahui bahwa Rayan adalah darah dagingnya sendiri. Ia mencoba mendekati Alya, meminta kesempatan untuk menjadi ayah bagi Rayan. Namun, bagi Alya, luka itu terlalu dalam. Ia tidak bisa begitu saja melupakan penghinaan dan penolakan di masa lalu. Ia hanya ingin melindungi anaknya dari masa lalu yang kelam. Revan terus berusaha - datang setiap hari, menjemput Rayan sekolah, membantu tanpa diminta, bahkan rela dihina oleh Alya berkali-kali. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya bukan lagi pria pengecut yang dulu. Kini, pertanyaannya hanya satu - apakah hati Alya bisa luluh setelah semua luka yang pernah ia tanggung sendirian? Atau justru ia memilih menutup pintu selamanya, agar masa lalu tak lagi menyakitinya?”
1

Bab 1 beruang kecil dengan salah satu matanya hilang

23/10/2025

2

Bab 2 jangan lupa makan siang

23/10/2025

3

Bab 3 malam terasa hampa

23/10/2025

4

Bab 4 sekadar mimpi buruk

23/10/2025

5

Bab 5 memperingatkannya

23/10/2025

6

Bab 6 Jangan menipu

23/10/2025

7

Bab 7 menahan rasa takut

23/10/2025

8

Bab 8 Aku tahu kamu takut

23/10/2025

9

Bab 9 tak ada yang menyadari

23/10/2025

10

Bab 10 Mereka bisa saja datang kapan saja

23/10/2025

11

Bab 11 Mereka berencana melakukan penculikan

23/10/2025

12

Bab 12 memeluk Rayan yang masih membaca

23/10/2025

13

Bab 13 suhu tubuhnya naik lagi

23/10/2025

14

Bab 14 telepon dari seseorang

23/10/2025

15

Bab 15 Damar ingin menghabisinya

23/10/2025

16

Bab 16 Damar sudah dibawa ke tahanan

23/10/2025

17

Bab 17 ayah yang selama ini ia percayai

23/10/2025

18

Bab 18 merebut kembali bukti

23/10/2025

19

Bab 19 Kalau dia tahu kita berhasil

23/10/2025

20

Bab 20 musuhnya sendiri

23/10/2025

21

Bab 21 selamatkan

23/10/2025

22

Bab 22 pengintaian

23/10/2025

23

Bab 23 Isinya sederhana tapi mengerikan

23/10/2025

24

Bab 24 tidak akan mudah

23/10/2025

25

Bab 25 kesalahan lagi

23/10/2025

26

Bab 26 tidak ada yang bisa menakut-nakuti

23/10/2025