icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu

Bab 3 malam terasa hampa

Jumlah Kata:2111    |    Dirilis Pada: 23/10/2025

lah membawa kembali kenangan lama yang ingin ia lupakan. Suara hujan yang berirama pelan membuat malam te

ya.

va

an deras. Ia memutar tubuhnya, menahan rasa panik yang ingin menyer

leh aku mas

n rasa takutnya. "Aku bilang jangan d

tar," ucap Revan dengan nada yang tak

di meja belajar. Anak itu tampak begitu polos, tak menge

Alya, suaranya bergetar. "Kalau aku bilang,

ndangannya ke Alya. "Aku nggak mau ganggu. Aku cuma... ingi

ntu sedikit. Revan melangkah masuk, tapi tetap menjaga jarak. I

pengin dia senang. Bukan buat ak

van dengan mata

a agar terdengar tegas. "Ini cuma teman y

yang besar. Setiap kali Revan tersenyum, ada rasa hangat yang mengali

a, hanya diam di dekat, membantu hal-hal kecil yang Alya lakukan. Kadang ia membawakan sayuran seg

n, tapi setiap kali melihat bagaimana Revan

dang membersihkan rumah. Rayan duduk di lantai,

buku baru lagi hari ini," kata

. iya. Hanya buku, Nak. J

"Tapi Ma... kenapa Om Revan sela

jenak memegang sapu. "Dia... teman y

wa Revan ada di sekitar mereka karena Rayan adalah darah dagingnya. D

di tepi ranjang, menatap wajah putranya yang t

Aku sudah kuat tanpa kamu. Aku sudah bisa hidup untuk Rayan. J

. Alya menegakkan tubuh,

van dari luar. "Aku cuma... mau

berdiri di ambang pintu, menunduk. Hujan tadi meninggalkan basah

an demam tadi siang," ucapnya.

i yang ingin meledak. "Kamu nggak

gas. "Ini cuma hal kecil. Aku

. Ia tidak ingin mempercayainya, tapi rasa lelahnya sete

an rumah. Tapi sebelum menutup pintu, ia menoleh. "Aku nggak akan pergi

tu yang tertutup. Hatinya berde

hidupan mereka, meski Alya tetap menjaga jarak. Rayan senang

sekolah, hujan turun lagi. Rayan lupa membawa payun

Rayan menata

Nak," jawab Alya cepat, m

ke Rayan. "Jangan khawatir, aku cum

yan menoleh sekali lagi ke Revan

hi Rayan karena terlalu akrab, tapi tak bisa. Ia h

k menjemput Rayan sepulang sekolah sekali seminggu. Alya menolak awalnya, tapi meliha

i sama kamu, Revan," ucap Alya suatu sore.

Tapi aku nggak akan berhenti nyoba. Sekali lagi, bia

senjata yang menusuk hatinya sendiri. Ia ingin membenci, tapi hati

dari jauh. Hatinya campur aduk. Ia melihat Revan tersenyum pada Rayan,

juga lega. Revan benar-benar berusaha menebus kesalahannya. Tapi apaka

menunduk, menahan air mata. "Aku nggak boleh luluh," bisiknya. "A

bisa ia bantah: harapan bahwa suatu hari Revan bis

perlahan mulai menulis bab baru - bab yang dipenuhi perju

menembus kabut tipis, membuat udara terasa segar. Alya sedang menjemur pak

trik baru, M

awab Alya sambil menatap putranya

seorang wanita berambut panjang keluar dan melangkah menuju pagar Alya.

yang terlihat ramah tapi ada keteganga

uriga. "Ya, siapa

ku Nadya. Aku... teman lama kelua

a keluarganya? Apakah ini tentang Revan? Atau lebih b

Alya tegas. "Kalau urusan p

kit. "Aku hanya ingin ngobrol sebentar, Alya

, dan hatinya langsung waspada. "Apa ya

bahwa Revan kembali ke kota dan ingin menebus kesalahannya. Alya... dia sungguh menyesal. T

a, kening berkeru

Rayan dekat dengan Revan... untuk keuntungan mereka s

pnya mulai terguncang. Kini, ancaman dari pihak luar muncul -

Ia menjemput Rayan dari sekolah lebih awal, me

jemput aku hari ini? Aku

ini kita jemput sendiri, ya. Mama ngg

, tapi tak berani m

perasaan aneh, seperti bayangan yang mengintai dari jauh. Ia mengg

h tanpa diundang. Ia membawa tas sek

mput, tapi aku cuma pengin kasi

. "Aku bilang jangan g

maju. "Om... ini

m. "Iya, Nak.

bar. Ia tahu, semakin lama Revan ada di deka

pergi jauh. Aku nggak mau paksakan kamu,

gis. Hatinya terluka, tapi ada ra

g sudah tidur. Ia tak bisa menahan diri, pikirannya penuh kekhawa

inya... aku nggak bo

n berdiri di luar, basah karena hujan. Tanpa m

uma mau pastikan kalian baik-

am. "Aku nggak butu

yang tidur. "Aku nggak akan pergi jauh.

inya sedikit goyah. Tapi saat melihat Revan menatap Rayan den

yan mulai menunjukkan rasa

pernah lihat ayahku?"

maaf, Nak. Mama cuma nggak mau bahas

aku penasaran, Ma... Om Revan itu siapa? Ke

"Dia... teman Mama.

Rayan akan tahu kebenaran. Dan saat itu dat

lit diabaikan. Revan mulai masuk ke kehidupan mereka dengan cara yang lebih halus: menjemput

a dipenuhi dilema: apakah ia harus membenci Revan s

alam, Revan datang lagi. Kali ini tanpa permisi,

tanya. "Aku tahu kamu sibuk,

rindu, dan takut bercampur jadi sat

nggak akan ganggu kalau kamu nggak mau,

a berkecamuk, tapi ia tahu, Revan benar-benar

ertidur lelap, lalu menatap pintu yang sedikit terbuka.

mastikan kalian am

mata. "Aku nggak mau luluh, Re

gak akan pergi. Aku akan tetap

ka masa lalu belum sembuh sepenuhnya, ancaman pihak luar masih mengintai, ta

ng tak ingin ia akui: hatinya mulai goyah. Ia takut, tapi

harapan mulai menyala. Harapan bahwa suatu hari nanti, mereka bisa men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu
Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu
“Alya adalah putri angkat dari seorang pengusaha terkenal bernama Haris dan istrinya, Ratna. Sejak kecil, Alya dibesarkan dengan kasih sayang dan dianggap seperti anak sendiri, meski ia tahu darahnya berbeda. Di rumah itu, Alya hidup berdampingan dengan anak kandung mereka, Revan, yang usianya terpaut empat tahun lebih tua. Awalnya hubungan Alya dan Revan berjalan baik. Revan bahkan sering melindungi Alya dari ejekan teman-temannya. Namun semuanya berubah ketika mereka beranjak dewasa. Revan mulai sering pulang larut malam, terjerat dalam pergaulan bebas, dan suatu malam - terjadi insiden kelam yang mengubah hidup Alya selamanya. Alya mengandung. Revan, ketakutan dan egois, menyangkal perbuatannya. Ia memaksa Alya menggugurkan kandungan agar reputasi keluarganya tidak hancur. Ratna, ibu angkat Alya, justru menyalahkannya dan menyuruh Alya pergi dari rumah sebelum aib itu diketahui publik. Dengan hati hancur, Alya meninggalkan rumah itu dan hidup seorang diri. Ia bertahan dengan bekerja serabutan, menanggung kehamilan sendirian hingga akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Rayan - cahaya kecil yang membuatnya kuat bertahan. Tahun demi tahun berlalu. Alya berhasil bangkit dan membuka usaha kecil. Hidupnya memang sederhana, tapi penuh ketenangan. Sampai suatu hari takdir mempertemukannya kembali dengan Revan dan keluarganya. Revan kini sudah berubah. Ia menyesal dan ingin menebus dosa masa lalunya setelah mengetahui bahwa Rayan adalah darah dagingnya sendiri. Ia mencoba mendekati Alya, meminta kesempatan untuk menjadi ayah bagi Rayan. Namun, bagi Alya, luka itu terlalu dalam. Ia tidak bisa begitu saja melupakan penghinaan dan penolakan di masa lalu. Ia hanya ingin melindungi anaknya dari masa lalu yang kelam. Revan terus berusaha - datang setiap hari, menjemput Rayan sekolah, membantu tanpa diminta, bahkan rela dihina oleh Alya berkali-kali. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya bukan lagi pria pengecut yang dulu. Kini, pertanyaannya hanya satu - apakah hati Alya bisa luluh setelah semua luka yang pernah ia tanggung sendirian? Atau justru ia memilih menutup pintu selamanya, agar masa lalu tak lagi menyakitinya?”
1 Bab 1 beruang kecil dengan salah satu matanya hilang2 Bab 2 jangan lupa makan siang3 Bab 3 malam terasa hampa4 Bab 4 sekadar mimpi buruk5 Bab 5 memperingatkannya6 Bab 6 Jangan menipu7 Bab 7 menahan rasa takut8 Bab 8 Aku tahu kamu takut9 Bab 9 tak ada yang menyadari10 Bab 10 Mereka bisa saja datang kapan saja11 Bab 11 Mereka berencana melakukan penculikan12 Bab 12 memeluk Rayan yang masih membaca13 Bab 13 suhu tubuhnya naik lagi14 Bab 14 telepon dari seseorang15 Bab 15 Damar ingin menghabisinya16 Bab 16 Damar sudah dibawa ke tahanan17 Bab 17 ayah yang selama ini ia percayai18 Bab 18 merebut kembali bukti19 Bab 19 Kalau dia tahu kita berhasil20 Bab 20 musuhnya sendiri21 Bab 21 selamatkan22 Bab 22 pengintaian23 Bab 23 Isinya sederhana tapi mengerikan24 Bab 24 tidak akan mudah25 Bab 25 kesalahan lagi26 Bab 26 tidak ada yang bisa menakut-nakuti