Pengantin Mafia: Terlahir Kembali dalam Penghinaan

Pengantin Mafia: Terlahir Kembali dalam Penghinaan

Jasper Wilde

5.0
Komentar
479
Penayangan
23
Bab

"Tandatangani. Minta maaf pada Sophia." Kakakku, Diana Dixson, terlibat dalam urusan kriminal dan membayar dengan nyawanya, dibunuh dengan kejam oleh Sophia Visconti. Suamiku, Vincent Rossi, tidak hanya membantu Sophia memalsukan bukti, mengklaim bahwa Diana tidak stabil secara mental. Dia menuntut agar aku menandatangani pernyataan permintaan maaf. Untuk melindungi barang-barang kenangan Diana, aku mengorbankan harga diriku dan membubuhkan namaku. Namun, aku bersumpah bahwa akan ada balas dendam untuk kematian kakakku.

Bab 1

"Tanda tangani. "Minta maaf pada Sophia."

Adikku, Diana Dixson, telah tersandung dalam transaksi mafia dan membayar harga tertinggi, dibunuh secara brutal oleh Sophia Visconti.

Suami saya Vincent Rossi tidak hanya membantu Sophia memalsukan bukti, mengklaim Diana tidak stabil secara mental. Dia menuntut saya menandatangani pernyataan permintaan maaf.

Untuk melindungi kenangan Diana, aku menelan harga diriku dan menuliskan namaku.

Namun aku bersumpah darah mereka akan bertanggung jawab atas darah saudara perempuanku.

...

Hujan bercampur dengan rasa asin air laut, menghantam kontainer berkarat di dermaga Bergen di Eldoria.

Aku berjongkok di balik tumpukan jaring ikan, kuku-kuku menancap di telapak tanganku untuk menahan gemetarku.

Tak jauh dari situ, tubuh Diana tergeletak seperti boneka kain yang dibuang di genangan darah.

Di sampingnya berdiri Sophia Visconti, pewaris keluarga Visconti.

"Mengganggu sekali," gerutu Sophia sambil menyenggol pergelangan tangan Diana dengan ujung sepatu kulit khusus miliknya.

Pergelangan tangannya terpelintir pada sudut yang tidak wajar.

"Dia melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat. Dia membayar harganya." Bercak darah terlihat jelas pada kain setelan Chanel milik Sophia.

Diana menjalankan toko bunga sederhana. Dia datang ke dermaga untuk mengantarkan bunga ke klien tetap, tetapi malah mendapati Sophia dan krunya tengah memperdagangkan senjata api ilegal.

Teriakan ketakutan Diana telah menarik perhatian Sophia. Pistol bergagang mutiara itu berbalik ke arahnya.

"Sofia!" Aku tidak dapat menahannya lagi. Aku menerobos dari balik jaring. "Kau membunuhnya! "Dasar monster!"

Sophia berbalik, wajahnya yang halus menyeringai kesal. "Baiklah, lihat siapa yang ada di sini. Istri kecil Vincent Rossi. Apa ini? "Untuk membalaskan dendam adikmu yang menyedihkan?"

Dia melambaikan tangan, dan dua pengawal berbadan besar menghalangi jalanku.

"Lepaskan aku!" Aku meronta, air mata mengaburkan pandanganku. "Saya akan menelepon polisi! "Kamu akan membayarnya!"

"Polisi?" Sophia tertawa seakan-akan aku menceritakan sebuah lelucon. "Di dermaga ini, kata-kataku adalah hukum. Adapun untuk membayar harga..."

Dia melangkah mendekat, sambil mencengkeram daguku. "Beruntung sekali kau adalah istrinya Vincent, kalau tidak, kau akan berbaring di samping adikmu."

Suara langkah kaki bergema, tajam dan mendesak.

Sebuah mobil hitam berhenti. Pintu terbuka, dan keluarlah suamiku, Vincent Rossi, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Eldoria.

"Vincent!" Aku menangis, berpegang teguh pada harapan. "Dia membunuh Diana! "Sophia membunuh saudara perempuanku!"

Vincent melangkah mendekat. Pandangannya melirik ke tubuh Diana, berhenti sejenak sebelum emosi aneh yang tak terbaca mengambil alih.

Dia tidak menatapku. Sebaliknya, dia menoleh ke Sophia, suaranya rendah. "Apa yang telah terjadi?"

Wajah Sophia melunak dan cemberut. Dia meluncur ke sisinya, menyelipkan lengannya ke dalam pelukannya. "Vincent, syukurlah kau ada di sini. Wanita ini datang entah dari mana, mencoba mencuri kiriman kami. "Saya bertindak untuk membela diri."

Suaranya dipenuhi ketakutan palsu. "Saya sangat takut."

"Itu bohong!" Aku berteriak. "Diana hanyalah seorang penjual bunga! "Dia tidak melakukan apa pun!"

Vincent akhirnya menatapku. Tatapan matanya sedingin es, jauh, hingga membuat hatiku sedingin es. "Elena, diamlah."

"Apa katamu?" Saya tidak dapat mempercayainya. "Itu adikku! "Seseorang membunuhnya!"

"Aku tahu," kata Vincent, suaranya datar. "Tetapi sekarang bukan saatnya untuk berdebat. Keluarga Visconti dan kami sedang terlibat dalam kesepakatan penting. "Kakakmu membuat kesalahan."

"Sebuah kesepakatan?" Aku ingin berteriak sampai paru-paruku tak bisa berfungsi lagi. "Apakah kesepakatan lebih berharga daripada nyawa Diana?"

Vincent mengerutkan kening. Dia melangkah maju, mencengkeram lenganku erat sekali hingga terasa sakit. "Berhentilah bersikap kekanak-kanakan, Elena. Pulang."

"Aku tidak pergi!" Aku melawan cengkeramannya. "Saya ingin keadilan untuk Diana!"

Sophia menimpali, suaranya penuh simpati palsu. "Vincent, mungkin biarkan saja. Aku tahu Elena sedih karena kehilangan adiknya. Biarkan saja dia..."

"Diam," bentak Vincent, memotong ucapannya. Dia membungkuk, matanya menyala-nyala karena peringatan. "Elena, aku akan mengatakannya sekali lagi. Pulang. Atau Anda akan menyesalinya."

Aku menatap laki-laki yang kukira kukenal.

Dia pernah menjadi Vincent yang menantang seluruh keluarganya demi aku.

Sekarang, yang kulihat di matanya hanyalah kesetiaan terhadap bisnis keluarga-dan hal lain. Kemurahan hati terhadap Sophia?

Hujan terus turun, menyapu bersih darah di dermaga, seolah-olah menyapu bersih sisa-sisa harapan terakhir yang kumiliki padanya.

Tubuh Diana menjadi dingin. Dan suamiku memilih untuk berdiri bersama pembunuhnya.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Jasper Wilde

Selebihnya

Buku serupa

Dilema Cinta Penuh Nikmat

Dilema Cinta Penuh Nikmat

Juliana
5.0

21+ Dia lupa siapa dirinya, dia lupa siapa pria ini dan bahkan statusnya sebagai calon istri pria lain, yang dia tahu ialah inilah momen yang paling dia tunggu dan idamkan selama ini, bisa berduaan dan bercinta dengan pria yang sangat dia kagumi dan sayangi. Matanya semakin tenggelam saat lidah nakal itu bermain di lembah basah dan bukit berhutam rimba hitam, yang bau khasnya selalu membuat pria mabuk dan lupa diri, seperti yang dirasakan oleh Aslan saat lidahnya bermain di parit kemerahan yang kontras sekali dengan kulit putihnya, dan rambut hitammnya yang menghiasi keseluruhan bukit indah vagina sang gadis. Tekanan ke kepalanya Aslan diiringi rintihan kencang memenuhi kamar, menandakan orgasme pertama dirinya tanpa dia bisa tahan, akibat nakalnya lidah sang predator yang dari tadi bukan hanya menjilat puncak dadanya, tapi juga perut mulusnya dan bahkan pangkal pahanya yang indah dan sangat rentan jika disentuh oleh lidah pria itu. Remasan dan sentuhan lembut tangan Endah ke urat kejantanan sang pria yang sudah kencang dan siap untuk beradu, diiringi ciuman dan kecupan bibir mereka yang turun dan naik saling menyapa, seakan tidak ingin terlepaskan dari bibir pasangannya. Paha yang putih mulus dan ada bulu-bulu halus indah menghiasi membuat siapapun pria yang melihat sulit untuk tidak memlingkan wajah memandang keindahan itu. Ciuman dan cumbuan ke sang pejantan seperti isyarat darinya untuk segera melanjutkan pertandingan ini. Kini kedua pahanya terbuka lebar, gairahnya yang sempat dihempaskan ke pulau kenikmatan oleh sapuan lidah Aslan, kini kembali berkobar, dan seakan meminta untuk segera dituntaskan dengan sebuah ritual indah yang dia pasrahkan hari ini untuk sang pujaan hatinya. Pejaman mata, rintihan kecil serta pekikan tanda kaget membuat Aslan sangat berhati hati dalam bermanuver diatas tubuh Endah yang sudah pasrah. Dia tahu menghadapi wanita tanpa pengalaman ini, haruslah sedikit lebih sabar. "sakit....???"

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana
5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku