Pernikahan Pengganti

Pernikahan Pengganti

Gilang Ramdani

5.0
Komentar
1.1K
Penayangan
30
Bab

Di hari yang seharusnya menjadi momen terindah dalam hidupnya, Evelyn justru mengalami penghinaan terbesar. Setelah lima tahun berpacaran, ia yakin menikahi Nathan adalah keputusan terbaik. Namun, di depan altar, pria itu tak pernah muncul. Saat keluarga dan tamu mulai berbisik, membicarakan aib yang baru saja terjadi, satu-satunya orang yang berdiri untuknya adalah Adrian-kakak Nathan. Dingin, tegas, dan tanpa ekspresi, pria itu menawarkan diri sebagai pengantin pengganti. Bagi Evelyn, ini bukan pernikahan yang ia impikan. Bagi Adrian, ini hanya tindakan untuk menyelamatkan nama baik keluarga mereka. Namun, seiring waktu, Evelyn mulai menyadari sesuatu yang lebih dalam-sebuah kebenaran tersembunyi yang menjelaskan mengapa Nathan meninggalkannya di altar dan alasan Adrian begitu bersikeras menikahinya. Apakah pernikahan ini hanya sekadar penyelamatan reputasi? Ataukah ada rahasia yang lebih besar yang akan mengubah segalanya?

Bab 1 PENGKHIANATAN DI ALTAR

Bunga-bunga putih yang menghiasi gereja seakan kehilangan warnanya. Para tamu mulai berbisik, suara mereka bercampur dengan lantunan lembut musik pernikahan yang masih terus mengalun-seolah menertawakan Evelyn yang berdiri sendirian di depan altar.

Gaun pengantinnya yang indah, dengan renda yang dijahit tangan dan kristal kecil yang berkilauan di bawah lampu gantung megah, kini terasa seperti pakaian yang mengikatnya dalam rasa malu yang tak berkesudahan. Tangannya mengepal, kukunya menancap ke telapak tangan untuk menahan getaran yang mulai merambat ke tubuhnya.

Nathan tidak datang.

Waktu terus berlalu, menit-menit terasa seperti jam, tapi pria yang seharusnya berdiri di sisinya tak kunjung muncul. Matanya melirik ke arah pintu gereja-berharap, berdoa, mendambakan sosok itu muncul dan berkata bahwa ini semua hanya kesalahpahaman. Tapi yang ada hanya tatapan kasihan dari para tamu dan wajah tegang kedua orang tuanya.

Wajah ibunya tampak memerah karena marah dan malu, sementara ayahnya duduk dengan ekspresi keras, rahangnya mengatup erat.

"Ini aib!" bisik seseorang dari barisan depan.

Evelyn menutup matanya. Ia ingin menghilang, ingin kabur dari tempat ini, ingin berteriak dan memaki laki-laki yang telah mengkhianatinya.

Tapi sebelum dia sempat mengambil langkah, suara langkah sepatu terdengar dari belakangnya.

Adrian.

Pria itu berjalan dengan tenang, setelan hitamnya sempurna seperti biasanya, posturnya tegak dan tak terbaca. Mata abu-abu yang tajam itu menatap lurus ke arah pendeta, lalu ke arah Evelyn yang masih terperangkap dalam keterkejutan.

"Aku akan menggantikannya."

Suasana gereja langsung hening.

Evelyn menoleh, tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. "Apa?"

Adrian tidak mengulangi kata-katanya, seolah dia tak peduli apakah Evelyn menerimanya atau tidak. Pria itu hanya berdiri di sana, penuh ketenangan, sementara semua orang menatap mereka dalam kebingungan.

Ayah Evelyn bangkit dari kursinya. "Kau serius, Adrian?"

"Daripada mempermalukan kedua keluarga, bukankah ini pilihan terbaik?" Jawab Adrian tanpa ekspresi.

Evelyn tidak bisa bernapas. Ini lelucon, bukan? Adrian-kakak Nathan-pria yang selalu dingin dan menjaga jarak darinya, kini menawarkan diri menjadi suaminya?

Tidak! Ini gila.

"Aku tidak setuju," gumam Evelyn, suaranya bergetar.

"Tidak ada pilihan lain," kata ibunya, suaranya rendah namun penuh tekanan.

Evelyn menggeleng, air mata mulai menggenang di matanya. "Tidak. Aku tidak bisa menikah dengan seseorang yang bahkan tidak kucintai!"

Adrian menatapnya dengan sorot mata yang sulit diartikan. "Lalu, apa yang kau inginkan?"

Evelyn tidak tahu.

Jika ia berlari keluar, nama baik keluarganya akan hancur. Ia akan menjadi gadis yang ditinggalkan di altar, menjadi bahan gosip, menjadi korban penghinaan. Tapi jika ia menerima pernikahan ini... ia harus mengikat diri dengan pria yang bahkan tidak pernah tersenyum padanya.

Semua mata tertuju pada mereka.

Evelyn menggigit bibirnya, mencoba menahan semua emosi yang berkecamuk dalam dadanya. Ia bisa merasakan tatapan penuh harap dari keluarganya-dan tatapan tajam Adrian, seolah menunggunya untuk menyerah pada keadaan.

Akhirnya, dengan suara yang nyaris tak terdengar, Evelyn berkata, "Baik. Aku akan menikah denganmu."

Senyap.

Tapi bagi Evelyn, ini adalah awal dari neraka yang sesungguhnya.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Gilang Ramdani

Selebihnya

Buku serupa

Pemuas Nafsu Keponakan

Pemuas Nafsu Keponakan

kodav
5.0

Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku. Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gemoy
5.0

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku