MENGGODA MANTAN ISTRI

MENGGODA MANTAN ISTRI

Miss PK

5.0
Komentar
1K
Penayangan
45
Bab

Sebagai suami, Alan adalah pria sempurna, tetapi sikap friendly-nya membuat Valeria menyerah pada pernikahan mereka. Guna menata hatinya yang hancur, Valeria pun pergi ke London. Namun mendadak, Valeria harus kembali ke Indonesia untuk membantu ayahnya menyelesaikan masalah perusahaan. Di tengah kesulitan itu, Valeria bertemu dengan Alan yang menawarkan bantuan asal ia mau menjadi kekasih gelap sang mantan suami. Lantas, bagaimana nasib Valeria? Ig: @mela_ir fb:kayko kayko

MENGGODA MANTAN ISTRI Bab 1 Mantan istri VS Mantan suami

"Bagaimana?"

Tangan Valeria mengepal. Dia masih tak menyangka kepada pria yang duduk di hadapannya dengan balutan jas hitam tersenyum remeh memandangnya. Seorang mantan suami yang sudah menceraikannya selama tiga tahun kini menawarkan uang untuk menutupi kerugian yang menimpa perusahaannya.

"Apa maksudmu, Tuan Alan? Aku tidak sudi menerima uang yang kau berikan!" maki Vale sambil melemparkan amplop coklat berisi uang yang berada di atas meja ke wajah Alan.

Weni sang asisten yang sejak tadi duduk di sofa dengan tenang melihat Tuan Alan dihina seperti itu langsung buka suara. "Anda bisa saja menolaknya Nona Valeria, tapi bagaimana dengan ribuan karyawan yang bekerja di perusahaan orangtua anda yang sedang berada di ujung tanduk?"

"Itu urusanku bukan urusan kalian. Jangan sok tahu tentang masalah keluargaku. Sekarang pergilah, kalian tentu tahu pintu keluar di mana."

Baru saja Weni ingin menyahuti Valeria, Alan langsung mengisyaratkan tangannya agar jangan bicara. Alan memajukan punggungnya sedikit dekat ke meja yang membatasi mereka berdua.

" Kau jangan terburu-buru menolaknya mantan istri. Aku bisa mengerti dengan egomu yang tinggi itu. Tapi bagaimana dengan Ayahmu dan nasib perusahaan kalian yang sedang di demo hampir seluruh karyawan. Bagaimana? Kau pilih apa yang aku inginkan atau kau menumbalkan semua apa yang sudah Kakekmu perjuangkan?"

Alan mengambil amplop coklat tebal yang dilemparkan tadi oleh Valeri ke wajahnya. Dia meletakkan amplop berisi uang itu ke meja lalu dia geser tepat di depan Valeria sambil berkata.

"Kau akan membutuhkannya karena sebentar lagi kamu dan mantan Ayah mertua harus meninggalkan rumah ini. Jangan lupa Ayah Kamu berhutang banyak kepadaku."

Setelah mengatakan ucapan yang semakin membuat Valeria kesal Alan berdiri dari duduknya, tersenyum tipis menatap Vale kemudian pergi dengan langkah lebarnya sambil bersiul.

Weni menaruh paperbag yang berisi gaun indah dari merk brand ternama di atas meja. "Anda harus memakai ini nanti malam ke tempat yang sudah dipesan tuan Alan. Nanti akan ada sopir yang akan menjemput Anda. Nona, tolong turuti perintah tuan Alan kali ini saja semua demi keberlangsungan hidup anda dan tuan Satia kedepannya."

Wenipun pergi menyusul Tuannya yang sudah lebih dulu pergi keluar menunggunya di dalam mobil.

"Sialan! Turuti apanya dia pikir aku boneka yang gampang dia permainkan, dasar buaya laut. Oh, astaga kenapa nasibku seperti ini," keluh Valeria sambil menatap pias ke paperbag mewah yang berada didepannya.

*

*

Belum ada setengah jam Vale istirahat di kamarnya. Tiba-tiba pintunya diketuk dari luar oleh pelayan.

Tok!

Tok!

"Nona, ada orang yang mengaku dari Bank ingin menemui anda," ucap pelayan itu.

Vale yang mendengar kata Bank langsung bangun dari tempat tidurnya. "Ya! Aku akan turun tolong tunggu sebentar," sahut Vale yang sedang menarik nafas pelan lalu bersiap keluar.

Vale menuruni tangga dengan wajah datarnya menatap dua orang karyawan Bank yang sedang menunggunya.

"Selamat siang Pak, ada keperluan apa datang kerumahku?"

"Siang, Nona Valeria. Kami diperintahkan untuk menemui anda agar secepatnya keluar dari rumah ini karena rumah ini akan disita."

"APA?! Jangan bercanda kalian Ayahku tidak pernah menjaminkan rumah ini kepada pihak kreditur jangan sembarangan kalau bicara."

"Tuan Satia mempunyai tunggakan sebesar 10 triliun kepada Bank. Rumah ini dijaminkan dan beberapa mobil juga Nona. Ini bukti tanda tangan Tuan Satia yang meminjam kepada Bank Kami."

Vale mengambil surat perjanjian kredit pinjaman itu. Tapi tiba-tiba matanya melotot kaget melihat nama Bank yang tertulis. "Bank ALAN CC," gumam Vale. "Ini Bank ALAN, Alan mantan suamiku," ucapnya lagi dengan wajah terkejutnya.

"Benar sekali Nona, Bank ALAN milik mantan suami anda. Tuan Satia mempunyai hutang yang belum dibayarkan sudah terlalu lama. Dan saya ditugaskan untuk menyita rumah ini. Tapi ada pesan dari Tuan Alan agar memberi anda waktu selama tiga hari untuk keluar dari rumah ini."

Vale dibuat syok dengan perbuatan Ayahnya yang sekarang entah kemana sudah seminggu tidak bisa dihubungi. Sejak kepulangannya dari London dia belum bisa menemui Ayahnya.

"Kalian pergilah nanti aku sendiri yang akan menghubungi Tuan Alan," titah Vale.

"Baik Nona, kami permisi," pamit mereka.

Setelah kepergian dua orang dari Bank milik Alan. Vale menghubungi nomer Ayahnya. Sayangnya nomer telpon yang dia hubungi tidak aktif. Hatinya dibuat resah dengan kabar Ayahnya yang entah kemana seperti kabur dari masalah.

Sedangkan asisten Ayahnya juga sudah lelah dengan pekerjaan dan tuntutan karyawan yang berdemo hampir setiap hari diperusahaannya. Entah sebenarnya kenapa perusahannya tiba-tiba kacau seperti ini.

"Apa yang harus aku lakukan Kakek, di mana Ayah... Aku tidak sanggup kalau seperti ini. Apa harusku lepaskan saja semua yang sudah Kakek bangun," ucap Vale lirih sambil memegang figura kecil ditangannya.

*

*

Di atas balkon ada Alan yang sedang mendengarkan laporan dari Weni asistennya dengan serius.

"Tuan Satia berada di Rusia untuk menemui sahabatnya, Tuan Mario . Tapi sampai saat ini tuan Satia belum ada kabar lagi tuan. Menurut informasi terakhir yang saya terima tuan Satia tidak pernah terlihat keluar setelah masuk ke dalam kediaman mewah milik sahabatnya. Tak ada kabar dari beliau membuat perusahaan terguncang dan colap."

"Kebiasaannya bermain judi membuat dia lupa dengan nasib perusahaannya. Kalau sampai Vale tahu mantan istriku itu pasti sangat kecewa. Karena selama ini yang dia tahu Ayahnya itu seorang yang bersih tanpa cela."

"Lalu apa yang anda inginkan. Apa mereka masih harus mengikuti Tuan Satia?"

"Biarkan saja dia di sana, andai saja pria tua itu masih hidup jaga dia untukku. Tapi kalau sudah tidak bernyawa bawa mayatnya kerumahku."

"Baik Tuan... tapi bagaimana dengan Nona Violet apa anda mau menemuinya?"

"Ya tentu saja bilang aku akan menemuinya. Jangan sampai dia menunggu," ucap Alan yang masih memunggungi Weni.

"Baik, saya akan menyampaikannya."

Weni keluar dari kamar Alan untuk menemui Violet kekasih tuannya yang sedang menunggu. Sepanjang jalan menuju kamar Violet, Weni berpikir keras memikirkan tuannya. Sangat sudah jelas kalau tuannya itu masih mencintai mantan istrinya. Tapi karena kecintaannya dengan wanita Jerman itu membuat dia rela menceraikan Nona Valeria.

"Tuan Alan benar-benar payah apa matanya buta menceraikan wanita secantik itu. Lihat saja Violet itu benar-benar wanita matre dan manipulatif. Hanya modal membuka kaki lebar saja sudah bangga. Tapi dasar Tuan Alan juga aneh setelah mendengar mantan istrinya itu sedang dekat dengan pria lain langsung saja kepanasan," gerutunya sepanjang jalan menuju kamar Violet.

Alan masih menikmati rokok dan wine ditangannya. Tatapannya menarawang jauh memikirkan Vale. Selama dia bercerai dan lebih memilih Violet. Entah sadar atau tidak hanya satu kamar utamalah yang tidak boleh dibuka selain dirinya yang membuka kamar itu. Pernah Violet berusaha membukanya membuat Alan murka tak ingin berhubungan lagi dengannya.

'Kau tidak akan bisa menolakku kali ini. Maaf kalau aku harus membuatmu menderita,' monolognya.

***

Tiga hari kemudian...

"Kalau aku pergi menemuinya pria itu pasti besar kepala. Tapi kalau aku tidak menemuinya bagaimana dengan nasib perusahaanku. Apa aku harus menerima tawaran gilanya menjadi kekasih gelapnya? Akh!... Rasanya inginku tonjok saja wajahnya waktu itu," geram Vale mengingat pertemuannya dengan mantan suaminya setelah sekian lama tidak bertemu.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Miss PK

Selebihnya

Buku serupa

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Cris Pollalis
5.0

Raina terlibat dengan seorang tokoh besar ketika dia mabuk suatu malam. Dia membutuhkan bantuan Felix sementara pria itu tertarik pada kecantikan mudanya. Dengan demikian, apa yang seharusnya menjadi hubungan satu malam berkembang menjadi sesuatu yang serius. Semuanya baik-baik saja sampai Raina menemukan bahwa hati Felix adalah milik wanita lain. Ketika cinta pertama Felix kembali, pria itu berhenti pulang, meninggalkan Raina sendirian selama beberapa malam. Dia bertahan dengan itu sampai dia menerima cek dan catatan perpisahan suatu hari. Bertentangan dengan bagaimana Felix mengharapkan dia bereaksi, Raina memiliki senyum di wajahnya saat dia mengucapkan selamat tinggal padanya. "Hubungan kita menyenangkan selama berlangsung, Felix. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. Semoga hidupmu menyenangkan." Namun, seperti sudah ditakdirkan, mereka bertemu lagi. Kali ini, Raina memiliki pria lain di sisinya. Mata Felix terbakar cemburu. Dia berkata, "Bagaimana kamu bisa melanjutkan? Kukira kamu hanya mencintaiku!" "Kata kunci, kukira!" Rena mengibaskan rambut ke belakang dan membalas, "Ada banyak pria di dunia ini, Felix. Selain itu, kamulah yang meminta putus. Sekarang, jika kamu ingin berkencan denganku, kamu harus mengantri." Keesokan harinya, Raina menerima peringatan dana masuk dalam jumlah yang besar dan sebuah cincin berlian. Felix muncul lagi, berlutut dengan satu kaki, dan berkata, "Bolehkah aku memotong antrean, Raina? Aku masih menginginkanmu."

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
MENGGODA MANTAN ISTRI MENGGODA MANTAN ISTRI Miss PK Romantis
“Sebagai suami, Alan adalah pria sempurna, tetapi sikap friendly-nya membuat Valeria menyerah pada pernikahan mereka. Guna menata hatinya yang hancur, Valeria pun pergi ke London. Namun mendadak, Valeria harus kembali ke Indonesia untuk membantu ayahnya menyelesaikan masalah perusahaan. Di tengah kesulitan itu, Valeria bertemu dengan Alan yang menawarkan bantuan asal ia mau menjadi kekasih gelap sang mantan suami. Lantas, bagaimana nasib Valeria? Ig: @mela_ir fb:kayko kayko”
1

Bab 1 Mantan istri VS Mantan suami

08/11/2024

2

Bab 2 Licik tapi sayang

08/11/2024

3

Bab 3 MEMBAWA MANTAN ISTRI

08/11/2024

4

Bab 4 Memaksa cintanya

08/11/2024

5

Bab 5 Berani bermain api

08/11/2024

6

Bab 6 Saran dari teman

08/11/2024

7

Bab 7 Tidak bisa pergi darinya

08/11/2024

8

Bab 8 Bertemu saingan

30/01/2025

9

Bab 9 Menyentuh wanitanya kembali

30/01/2025

10

Bab 10 Kembali memilikinya

30/01/2025

11

Bab 11 11

30/01/2025

12

Bab 12 12

31/01/2025

13

Bab 13 13

31/01/2025

14

Bab 14 14

31/01/2025

15

Bab 15 15

31/01/2025

16

Bab 16 16

31/01/2025

17

Bab 17 17

31/01/2025

18

Bab 18 18

01/02/2025

19

Bab 19 19

01/02/2025

20

Bab 20 20

01/02/2025

21

Bab 21 21

01/02/2025

22

Bab 22 22

01/02/2025

23

Bab 23 23

02/02/2025

24

Bab 24 24

07/02/2025

25

Bab 25 25

07/02/2025

26

Bab 26 26

08/02/2025

27

Bab 27 27

08/02/2025

28

Bab 28 28

08/02/2025

29

Bab 29 29

08/02/2025

30

Bab 30 30

08/02/2025

31

Bab 31 31

08/02/2025

32

Bab 32 32

08/02/2025

33

Bab 33 33

08/02/2025

34

Bab 34 34

08/02/2025

35

Bab 35 35

08/02/2025

36

Bab 36 36

10/02/2025

37

Bab 37 37

10/02/2025

38

Bab 38 38

10/02/2025

39

Bab 39 39

10/02/2025

40

Bab 40 40

10/02/2025