Mr. Harrison & Passionette

Mr. Harrison & Passionette

Putriinhy_

5.0
Komentar
1.6K
Penayangan
20
Bab

Passionette Dayanira. Gadis baik-baik yang sangat jauh dari dunia malam, berkebalikan dengan saudari kembarnya. Semua orang di kampus mengatakan jika Dayanira adalah Dayang Iblis kakaknya-Jessica. Orang-orang di kampus selalu membandingkan keduanya, dan ada banyak sumpah serapah yang di arahkan pada Dayanira bahwa suatu saat Dayanira akan sama seperti Jessica mengenal dunia malam. Awalnya semua berjalan dengan baik tentang kehidupan Dauyanira, tetapi semenjak pertemuan pertama kali di parkiran kampus dengan pria berwajah dingin-tatapan tajam semua berubah. Dayanira terserat ke dalam perangkap yang bahkan dirinya sendiri tidak bisa mencoba keluar dari sana kecuali kematian yang menjemputnya. Pria yang mengubah kehidupan Dayanira, Dia seperti Ibis Bijaksana yang akan menyeret korbannya dan memanipulasi dengan kecerdasannya atau kelicikannya. Dia adalah Anthony Donnell Harrison.

Bab 1 Passionette Dayanira

01. Passionette Dayanira

Aku adalah Passionette. Ini bukan sebuah tipuan atau pembodohan. Memang, Gairah adalah nama yang di berikan untuk seluruh makhluk hidup yang berada dalam fase ingin di puaskan. Tetapi, aku bercerita tentang diri ku sang Passion yang berada di bumi, bukan hanya sebuah kebohongan.

Nama adalah awal dari doa dan dari nama Passion juga adalah awal dari hal-hal yang aku sukai tentang diriku, karena di mata ku semuanya adalah Gairah. Itu sebabnya menjadi Gairah berarti segalanya.

Perkenalkan namaku adalah Passionette Dayanira.

Aku menyisir rambutku dan melihat diriku di cermin. Aku menata rambut panjangku yang bergelombang dengan membiarkannya terurai. Aku menatap kembaran ku sambil tersenyum ketika pintu terbuka pada saat itu. "Jadi bagaimana menurutmu?" kakak ku adalah gadis yang sangat terawat, di dalam kamarnya bahkan banyak tumpukan masker wajah atau perawatan lainnya.

Dan, untuk saat ini kami akan mengubah warna rambut kami bersama dengan warna yang sama pula. Seperti biasanya itu akan menjadi idenya, tetapi aku tidak akan memiliki kesempatan untuk menolak. Kali ini kami akam mewarnai rambut kami menjadi warna hitam.

Jessica menatap kearahku berbinar terlihat kekaguman disana.

"Nira, kamu gila. Jangan pernah berpikir untuk memilih pirang atau apapun. Karna warna hitam jelas merupakan warnamu. Lihat ini sangat cocok!" Aku mengerucutkan bibir dan melihat bayanganku di cermin. Lipstik merah muda yang selalu ku pakai. Sementara kulit putihku bersinar berkat rambut hitamku. Tadi malam kami berdua sepakat bahwa pirang tidak cocok untukku.

"Lihat, ini adalah akhirnya. Jangan membuat mama menangis karna warna rambut aneh mu lagi!" Jessica menggelengkan kepalanya memandang ku.

Aku memutar bola mata ku dan menatapnya. Jessica terlihat cantik, tetapi aku lebih menyukai saat dia mewarnai dengan warna pirang terangnya. "Pirang terang lebih cocok untukmu. Karna kamu memiliki rambut pendek." Jessica berdiri tepat di sampingku dan melihat pantulan kami di cermin. Kami berdua melihat diri kami sekarang yang terlihat berbeda pada rambutnya dari pada tadi malam.

"Aku memiliki orang yang baru dalam hidupku" Jessica mengedipkan sebelah matanya. "dan lagi ada seseorang yang terlihat berbeda dari sebelumnya" Aku memasang ekspresi tidak setuju, dan melebarkan mataku.

"Apa kamu menata gaya mu hanya untuk seorang laki-laki?"

Jessica menunjuk rambutnya dengan alis terangkat. "Kamu juga yang membantu menatanya untuk ku."

"Tapi kamu seorang gadis." Aku menyeringai. "Sepadan bukan?"

"Terserah." Ucap Jessica mendengus.

Dia menutup topik pembicaraan. Aku pergi mengambil tas kuliah ku ketika Jessica menghela nafas dan masih memeriksa dirinya di depan cermin sekali lagi.

"Aku masih tidak mengerti bagaimana mereka tidak marah pada mu. Kelas pagi mu telah berubah menjadi tempat club malamkah?, mengingat tidak adanya teguran saat kau menggunakan lipstik merah itu" Kami meninggalkan kamarku dan turun kebawah.

"Ini swasta bukan negri. Tidak ada yang melakukan dengan disiplin tentu pasti akan ada pelanggaran disetiap peraturan."

Kami berada di kampus yang sama, sehingga membuat kami lebih sering berangkat bersama tentunya saat mata kuliah kami serupa. Mengingat beberapa dosen jurusannya melarang untuk berpenampilan mencolok, misalnya pakaian minim, make up tebal, dan lipstik merah. Tentu saja hal itu tetep di lakukan Jessica setiap hari padahal gadis itu sudah mendapatkan teguran bahkan hukuman berkali-kali, tetapi tidak ada rasa menyesal atau jera dalam benak Jessica.

Papa sudah berangkat kekantor sementara mama sedang menyiapkan sarapan. Tak satupun dari kami menyela saat sarapan berlangsung. Keterdiaman menyelimuti pagi ini. Papa berangkat duluan karena katanya ada meeting penting dengan klien.

"Aku pergi ma" ucapku beranjak dari duduk. Jessica ikut beranjak setelah menyelesaikan sarapannya. "Jessica, juga ma".

"Hati-hati sayang. Rajin belajarnya ya." Ucap mama menyambut salam dari kami.

Aku dan Jessica meninggalkan rumah bersama, kami memasuki mobilku. Jessica tidak ingin mengemudi katanya makannya dia lebih menginginkan ikut dengan ku.

"Ada seorang gadis di kelasmu. Namanya Casya, aku tidak menyukainya. Kamu tahu itu?" Aku mengerutkan kening.

"Tidak, kenapa kamu bertanya?" Jessica menghela nafas dalam kemarahannya.

"Dia mendekati laki-laki yang aku suka"

Aku melirik Jessica dengan gelisah, saudari kembarnya ini jika sudah marah tidak akan tau tempat. "Jess, jangan konyol. Apa pun yang ada di dalam pikiranmu, lupakan saja dan jangan berbuat yang macam-macam."

Aku tidak ingin Jessica terlibat dengan perkelahian yang bahkan tidak masuk akal hanya karena seorang laki-laki yang tidak dia kenal dengan baik, mungkin.

Jessica selalu melakukan ini, dengan keterikatan kepada laki-laki yang bahkan tidak terlalu lama dia kenal ada juga yang baru dia kenal. Ia sangat posesif terhadap orang yang dia inginkan. Aku selalu memperingatkan dia berkali-kali untuk tidak berbuat ulah dengan siapapun tetapi Jessica selalu mengatakan "Ini kepuasan untuk ku sendiri, jika kamu ingin mencobanya akan aku perkenalkan dengan apa yang namanya kenikmatan" konyol, ya Jessica sangat konyol.

Jessica memalingkan wajahnya tanpa menjawab perkataan ku, di dalam mobil penuh keheningan.

Perjalanan kami memakan waktu sekitar 20 menit, karena jalanan yang macat membuat kami lama sampai.

Sesampainya di parkiran kampus, Jessica dengan cepat membuka pintu mobil dan keluar, dia berjalan cepat memasuki area taman dekat gedung jurusan ku. Aku memutar moba mata ku kesal saat Jessica dengan seenaknya meninggalkan ku, di kampus gadis itu mendapatkan julukan Ratu Iblis sedang kan aku Dayang Iblis, aku tidak tahu siapa yang pertama kali membuat nama itu dan lagi oh ayo lah masa dayang sih.

Aku berlari mengejar Jessica, karena sepanjang kami berada di area kampus semua mata mengarah ke kami. Aku menarik tangan Jessica. "Tidak bisakah kamu tidak melakukan ini?" Ayolah! Ini hari senin setelah hari libur tentunya, masa iya dia sudah berulah lagi.

"Tentu saja tidak bisa, sayang." Ketika Jessica mengatakan itu, aku ingin sekali memukul kepalanya kuat-kuat tetapi takut dosa dia kan kakak.

"Jessica!" Teriakku saat tangannya sudah terbebas dari tangan ku dia melanjutkan jalannya. Sungguh, dia mengabaikanku.

"Astaga, aku bisa gila jika dia berbuat onar lagi." Jika dipertanyakan kejahatan apa yang aku lakukan, aku dengan keras mengatakan bahwa satu-satunya kejahatan yang aku perbuat adalah datang ke kampus bersama Jessica, karna dia akan membuat masalah dengan perempuan lain dan aku yang malu!

Mata ku terbelalak saat mengingat gadis Casya yang baru saja dia sebutkan tadi di perjalanan. Aku belum pernah melihat Jessica semarah ini.

Meskipun Jessica bodoh karena di otaknya hanya laki-laki terus tetapi aku menyayanginya, mungkin karena dia saudari kembarku. Ketika dia terus-menerus membuat masalah, ketika dia mencoba mengubah ku sesuai apa yang dia inginkan dan semua perilakunya yang tidak ada habisnya yang tidak aku sukai.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Fantasi Tukar Pasangan Ranjang

Fantasi Tukar Pasangan Ranjang

WHS Production
5.0

Maya dan Adrian, serta sahabat mereka Sinta dan Rizky, tampaknya memiliki segalanya: karier yang sukses, rumah yang nyaman, dan kehidupan sosial yang aktif. Namun, di balik fasad kebahagiaan mereka, hubungan mereka masing-masing mengalami ketegangan dan kekosongan yang menyedihkan. Suatu malam, dalam upaya untuk menyegarkan hubungan mereka yang hambar, Maya dan Sinta memutuskan untuk mengusulkan sesuatu yang ekstrem: "fantasi tukar pasangan ranjang." Awalnya, ide ini tampak gila dan di luar batas kenyamanan mereka. Namun, dengan dorongan dan desakan dari pasangan mereka, Maya dan Adrian, serta Sinta dan Rizky, setuju untuk mencoba. Ketika fantasi tersebut menjadi kenyataan, keempatnya merasakan perasaan canggung, kebingungan, dan kecemasan yang tak terduga. Namun, dalam perjalanan mereka melalui pengalaman ini, mereka mulai menggali lebih dalam tentang hubungan mereka, mengungkapkan kebutuhan dan keinginan yang mungkin terlupakan, serta menyembuhkan luka-luka yang telah terbuka dalam pernikahan mereka. Dalam prosesnya, mereka menghadapi konflik, kecemburuan, dan ketidakpastian yang tidak terelakkan. Namun, mereka juga menemukan keintiman yang lebih dalam, pemahaman yang lebih besar tentang satu sama lain, dan kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang hampir putus asa. Novel "Fantasi Tukar Pasangan Ranjang" menawarkan pandangan yang tajam tentang kompleksitas hubungan manusia, dengan sentuhan humor, kehangatan, dan kisah cinta yang penuh dengan emosi. Di tengah fantasi yang menggoda, mereka menemukan keberanian untuk menghadapi kenyataan, menerima kekurangan masing-masing, dan membangun kembali fondasi cinta mereka dengan cara yang lebih kuat dan lebih tulus.

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy
5.0

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume
4.9

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku