Gairah Nakal Sang Billionaire

Gairah Nakal Sang Billionaire

Nawila

5.0
Komentar
16.6K
Penayangan
41
Bab

Raisa Aquila Nazara gadis berusia 25 tahun yang sedang mengalami masa sulit. Cantik, pintar, hangat dan menyenangkan Raka Mirza Bramantyo CEO muda berusia 27 tahun. Tampan, cerdas, baik hati, suka menolong, tapi player. Keduanya tak sengaja bertemu dalam sebuah insiden yang sangat menarik. Raisa yang dijebak oleh Helena, ibu dari kekasihnya malah justru berakhir dalam satu kamar dengan Raka. "Apa yang sudah kamu lakukan padaku?" tanya Raisa. "Kamu bertanya apa yang sudah aku lakukan? Memangnya kamu lupa dengan apa yang semalam sudah kita lakukan? "Kamu merayuku, menggoda diriku dan kamu...._" "Cukup!!" Raisa tahu apa yang selanjutnya terjadi antara dirinya dan Raka. Sudah pasti itu adalah hal yang memang seharusnya tidak terjadi. Bagaimanakah selanjutnya perjalanan hidup mereka? Akankah satu malam bersama menjadi awal dari kebersamaan mereka?

Gairah Nakal Sang Billionaire Bab 1 Aku Menginginkanmu

Raisa Aquila Nazara, perempuan berparas cantik dengan tubuh yang terlihat sangat menggoda. Bagaimana tidak, gadis itu memiliki body bak gitar Spanyol. Dengan ukuran buah dada yang terlihat sangat menantang dan juga pinggul yang begitu aduhai.

Berkali-kali ia menarik nafas kemudian membuangnya. Berada di dalam kamar dengan seorang pria tua, botak dan sepertinya adalah pria hidung belang membuat Raisa sedikit merasa ketakutan dan risih karena tatapan pria itu.

Kedua tangannya sudah meremas kertas yang tadi diberikan oleh ibu kekasihnya. Sebuah kertas bertuliskan alamat dan nomor kamar hotel tempat tempat pria yang disebut oleh ibu kekasihnya akan mampu menolong diri Raisa dari kesulitannya.

Ayahnya yang sedang sakit membutuhkan uang yang tak sedikit untuk biaya operasi. Meminta tolong pada teman-temannya sudah Raisa lakukan, tapi percuma saja. Mereka tak bisa membantu Raisa, karena uang yang Raisa butuhkan bukanlah uang dalam jumlah kecil.

Dengan sangat terpaksa Raisa pun akhirnya meminta pertolongan pada Helena ibu dari Harry –kekasihnya.

Harry yang sedang berada di luar negeri untuk kuliahnya tak mungkin Raisa ganggu dengan hal seperti ini. Apalagi saat ini Harry sedang menjalani ujian. Oleh sebab itu Raisa menurunkan gengsi dan membuang jauh harga dirinya untuk meminta tolong pada Helena sang calon ibu mertua.

Tanpa sedikit pun merasa curiga pada Helena, Raisa yang kalut tak tahu harus ke mana lagi mencari pertolongan, langsung menuruti perintah dari wanita itu.

Raisa tak tahu kalau saat ini Helena sedang sengaja menjebaknya. Helena sengaja menyuruh Raisa datang ke hotel menemui pria hidung belang yang hendak membeli tubuh Raisa.

Helena akan membuat Raisa kehilangan harga dirinya sehingga Raisa akan merasa bahwa ia tak pantas lagi bersanding dengan putra kesayangannya.

Sejak perusahaan keluarga Raisa bangkrut, Helena merasa bahwa Raisa itu bukanlah pasangan yang sepadan dengan putranya. Ia ingin hubungan mereka putus dan jebakan inilah yang akan Helena pakai sebagai senjata untuk menghancurkan hubungan tersebut.

"Duduklah! Kenapa kamu masih berdiri saja?" ucap pria botak yang sudah kembali dengan segelas air di tangannya.

"I-iya!" balas Raisa dengan perasaan hati yang sudah tak tenang diselimuti rasa takut.

"Silakan diminum dulu. Kamu pasti haus kan?"

Karena pikirannya sedang kalut juga penuh dengan rasa takut, di tambah rasa haus juga tiba-tiba menghampiri tenggorokkannya. Tanpa berpikir kalau minuman itu adalah minuman yang sudah dicampuri obat perangsang, Raisa pun langsung meneguknya sampai habis.

"Saya sudah tahu tentang kesulitan yang sedang kamu alami. Saya bersedia memberikan uang berapa pun buat kamu, tapi apakah balasan yang akan saya dapatkan?!"

Pria botak itu beralih tempat duduk ke samping Raisa. Membuat Raisa yang sedikit merasa curiga semakin yakin bahwa pria botak ini adalah pria kurang ajar.

"Sa-saya ti-tidak mengerti apa maksud Anda. Sa-saya datang ke sini karena di suruh oleh Tante Helena."

"Ya... saya tahu! Bu Helena juga yang sudah memberi tahu saya kalau kamu butuh uang dan kamu bermaksud menjual diri kamu, iya kan?"

Raisa sangat terkejut. Ia tak percaya kalau Helena berkata demikian. Tapi kalau melihat dari kejanggalan hari ini, saat Helena menyuruhnya datang ke hotel malam-malam begini dan menemui pria botak ini, tentunya tak ada yang tidak mungkin.

Tanpa menghiraukan ia akan kehilangan uang untuk biaya operasi ayahnya, Raisa yang masih ada dalam kesadaran penuh karena obat perangsang yang telah diberikan oleh pria botak itu belum bereakasi –mencoba untuk kabur.

Tanpa mencoba untuk lebih lanjut bicara, Raisa langsung bangkit dari duduknya. Namun pria botak itu menahannya. Ia meraih tangan Raisa dengan sangat kuat, tapi untunglah Raisa memang selalu sedia Stun Gun di dalam tasnya.

Dengan sangat cepat ia merogoh tasnya untuk mengambil senjata kejut listrik tersebut dan ia pun langsung menempelkannya pada si pria botak. Kemudian Raisa langsung kabur dari sana.

Dua orang penjaga di depan pintu kamar tersebut sempat curiga pada Raisa. Namun, Raisa mencoba untuk bersikap tenang sehingga mereka mengira tak ada hal apa pun yang terjadi.

Ting....

Seiring dengan bunyi pintu lift itu terbuka, Raisa merasakan dunianya telah kembali. Ia menoleh ke belakang untuk memastikan jika kedua anak buah pria kurang ajar tadi tidak mengejarnya.

Namun, Kaki Raisa sempat mundur ketika pintu lift itu telah benar-benar terbuka. Ia merasa sangat tak nyaman harus masuk karena di dalam lift itu ada dua orang pria dan wanita yang dengan tidak tahu malu sedang saling bercumbu, seolah lift itu adalah milik mereka berdua mereka terus saja bermesraan.

"Hallo Nona.... apa kamu tidak mau masuk?!" tegur si wanita yang kesal karena Raisa hanya berdiri sambil memegangi pintu liftnya. "Kalau kamu tak mau masuk, lepaskan tangan kamu dan biarkan pintunya tertutup!"

Terlihat oleh Raisa tubuh pria membelakanginya yang sedang menenggelamkan kepalanya di ceruk wanita itu. Raisa tak bisa dengan jelas melihat wajah si pria tapi entah kenapa hati Raisa berdebar hanya dengan melihat punggungnya saja.

"A-aku masuk!" ucap Raisa.

"Cepetan kalau emang mau masuk!"

Raisa ikut masuk ke dalam lift karena memang tak bisa lagi ia menunggu. Jika ia lebih lama menunggu tentunya itu akan membuat keadaannya kembali memasuki zona merahnya si pria botak.

Raisa sedikit menjauh dari pasangan yang menurutnya tak tahu malu itu. Tapi sesekali ia mencuri pandang ke arah mereka dan tak sengaja tatapannya pun bertemu dengan tatapan si pria tampan yang sedang bermesraan itu.

Tatapan mata yang sangat tajam. Tatapan yang indah. Tatapan yang mendebarkan dan tatapan yang sangat mengagumkan hingga Raisa tak bisa lagi mengalihkan kedua bola matanya ke arah lain.

Pandangan Raisa terpaku pada kedua bola mata itu. Ia tenggelam ke dalamnya dan ia terhipnotis dalam pesonanya. Pria tampan itu tampak sempurna. Punggung yang lebar dan tubuh yang atletis membuat Raisa merasa sangat pantas kalau wanita yang sedang bersama dengannya sampai kehilangan rasa malunya begitu.

Belum lagi wajahnya, meski sebagian wajahnya bersembunyi dalam ceruk leher si wanita. Namun, Raisa bisa memastikan bahwa pria itu adalah pria yang tampan dengan hidung yang sangat mancung. Rahangnya terlihat kokoh dan bulu matanya juga sangat lentik.

"Sayang, kenapa kamu membiarkan orang lain masuk? Apa kamu ingin membuat dia iri melihat kita?"

Raisa menelan salivanya. Ucapan si pria sepertinya menyadarkan Raisa dari lamunannya tentang kekaguman yang Raisa miliki akan pria tak tahu malu yang ada di hadapannya sekarang.

"Aku sangat suka kalau ada orang yang iri melihatku bersama denganmu. Bahkan aku merasa sangat ingin sekali seluruh dunia merasa iri padaku karena aku memiliki pria sepertimu."

"Ya... ya... aku tahu hal itu. Memang seluruh wanita yang ada di dunia ini pasti sangat tahu kalau aku ini adalah pria idaman. Aku kaya, aku tampan,dan aku..._"

"Kamu hot sayangku! Kamu itu terlalu sempurna bahkan saat di atas ranjang pun kamu itu tetap menjadi yang paling sempurna. Pantas saja kamu itu dijuluki Raka Mirza Bramantyo sang Hot Billionaire," ucap kekasih dari pria itu dengan sangat menggoda.

Raka menyeringai dengan kedua bola mata elang masih tertuju pada Raisa yang sudah berdiri di samping mereka. Tatapannya mengunci kedua manik cantik milik Raisa, sehingga Raisa sangat sulit untuk mengalihkan pandangannya.

Tiba-tiba Raisa merasa gerah, ia merasa panas menjalari seluruh tubuhnya hingga ingin rasanya ia melepaskan semua pakaian yang tengah dikenakannya. Belum lagi melihat kemesraan yang dipamerkan oleh Raka dan wanitanya.

Raisa bahkan sampai berkali-kali harus menelan salivanya dan hal itu berhasil ditangkap oleh kedua bola mata Raka.

Ting...

Pintu lift pun kembali terbuka, Raisa tahu kalau lantai ini bukanlah lantai tujuannya. Ia tak melangkahkan kakinya, tapi justru kedua bola matanya sudah tak sanggup lagi untuk ia buka.

Pandangannya menjadi gelap, kesadaran tubuhnya juga menghilang. Dan setelahnya, Raisa pun tak tahu apa yang terjadi pada dirinya.

Selain alarm yang berhasil membangunkannya, Raisa juga merasa seluruh tubuhnya sangat sakit terutama dibagian pangkal pahanya.

Tak hanya sampai disitu saja, Raisa juga dikejutkan dengan tubuh seksinya yang telah polos tanpa sehelai benang pun ketika ia bangun pagi ini. Dadanya yang sintal bertabur tanda merah membuat Raisa semakin kalap dibuatnya.

Raisa mencoba mengingat apa yang sudah terjadi semalam tapi ingatannya tak mampu merangkum semuanya. Yang ia ingat hanyalah bisikan lembut di telinganya yang mampu membuatnya melayang tinggi.

"Aku menginginkan kamu." kalimat itulah yang diucapkan oleh Raisa. Dan kemudian ada seseorang yang menjawab. "Kamu yang memintaku untuk menyentuhmu, sayang! Maka bersiaplah untuk menerima kenikmatan hujamanku."

Raisa menggelengkan kepalanya. Ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa itu hanyalah mimpinya saja. "Ini pasti hanya mimpi kan?" ucap Raisa di dalam hatinya.

Apa yang coba Raisa yakinkan pada dirinya langsung terbantahkan saat seorang pria saat ini ada di atas tempat tidur bersama dengannya. Kedua tangan pria itu sedang melingkari perutnya yang langsing dan lembutnya kulit si pria juga menempel erat dengan punggungnya.

Kini harapan Raisa menganggap ini hanya sebuah mimpi sangatlah sia-sia saja. Karena hal itu justru jauh lebih membuat Raisa merasa terkejut hingga ingin rasanya ia berteriak dengan keras.

Bersambung.....

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Nawila

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Cris Pollalis

Raina terlibat dengan seorang tokoh besar ketika dia mabuk suatu malam. Dia membutuhkan bantuan Felix sementara pria itu tertarik pada kecantikan mudanya. Dengan demikian, apa yang seharusnya menjadi hubungan satu malam berkembang menjadi sesuatu yang serius. Semuanya baik-baik saja sampai Raina menemukan bahwa hati Felix adalah milik wanita lain. Ketika cinta pertama Felix kembali, pria itu berhenti pulang, meninggalkan Raina sendirian selama beberapa malam. Dia bertahan dengan itu sampai dia menerima cek dan catatan perpisahan suatu hari. Bertentangan dengan bagaimana Felix mengharapkan dia bereaksi, Raina memiliki senyum di wajahnya saat dia mengucapkan selamat tinggal padanya. "Hubungan kita menyenangkan selama berlangsung, Felix. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. Semoga hidupmu menyenangkan." Namun, seperti sudah ditakdirkan, mereka bertemu lagi. Kali ini, Raina memiliki pria lain di sisinya. Mata Felix terbakar cemburu. Dia berkata, "Bagaimana kamu bisa melanjutkan? Kukira kamu hanya mencintaiku!" "Kata kunci, kukira!" Rena mengibaskan rambut ke belakang dan membalas, "Ada banyak pria di dunia ini, Felix. Selain itu, kamulah yang meminta putus. Sekarang, jika kamu ingin berkencan denganku, kamu harus mengantri." Keesokan harinya, Raina menerima peringatan dana masuk dalam jumlah yang besar dan sebuah cincin berlian. Felix muncul lagi, berlutut dengan satu kaki, dan berkata, "Bolehkah aku memotong antrean, Raina? Aku masih menginginkanmu."

Terjebak Gairah Terlarang

Terjebak Gairah Terlarang

kodav

WARNING 21+‼️ (Mengandung adegan dewasa) Di balik seragam sekolah menengah dan hobinya bermain basket, Julian menyimpan gejolak hasrat yang tak terduga. Ketertarikannya pada Tante Namira, pemilik rental PlayStation yang menjadi tempat pelariannya, bukan lagi sekadar kekaguman. Aura menggoda Tante Namira, dengan lekuk tubuh yang menantang dan tatapan yang menyimpan misteri, selalu berhasil membuat jantung Julian berdebar kencang. Sebuah siang yang sepi di rental PS menjadi titik balik. Permintaan sederhana dari Tante Namira untuk memijat punggung yang pegal membuka gerbang menuju dunia yang selama ini hanya berani dibayangkannya. Sentuhan pertama yang canggung, desahan pelan yang menggelitik, dan aroma tubuh Tante Namira yang memabukkan, semuanya berpadu menjadi ledakan hasrat yang tak tertahankan. Malam itu, batas usia dan norma sosial runtuh dalam sebuah pertemuan intim yang membakar. Namun, petualangan Julian tidak berhenti di sana. Pengalaman pertamanya dengan Tante Namira bagaikan api yang menyulut dahaga akan sensasi terlarang. Seolah alam semesta berkonspirasi, Julian menemukan dirinya terjerat dalam jaring-jaring kenikmatan terlarang dengan sosok-sosok wanita yang jauh lebih dewasa dan memiliki daya pikatnya masing-masing. Mulai dari sentuhan penuh dominasi di ruang kelas, bisikan menggoda di tengah malam, hingga kehangatan ranjang seorang perawat yang merawatnya, Julian menjelajahi setiap tikungan hasrat dengan keberanian yang mencengangkan. Setiap pertemuan adalah babak baru, menguji batas moral dan membuka tabir rahasia tersembunyi di balik sosok-sosok yang selama ini dianggapnya biasa. Ia terombang-ambing antara rasa bersalah dan kenikmatan yang memabukkan, terperangkap dalam pusaran gairah terlarang yang semakin menghanyutkannya. Lalu, bagaimana Julian akan menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihan beraninya? Akankah ia terus menari di tepi jurang, mempermainkan api hasrat yang bisa membakarnya kapan saja? Dan rahasia apa saja yang akan terungkap seiring berjalannya petualangan cintanya yang penuh dosa ini?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Gairah Nakal Sang Billionaire Gairah Nakal Sang Billionaire Nawila Romantis
“Raisa Aquila Nazara gadis berusia 25 tahun yang sedang mengalami masa sulit. Cantik, pintar, hangat dan menyenangkan Raka Mirza Bramantyo CEO muda berusia 27 tahun. Tampan, cerdas, baik hati, suka menolong, tapi player. Keduanya tak sengaja bertemu dalam sebuah insiden yang sangat menarik. Raisa yang dijebak oleh Helena, ibu dari kekasihnya malah justru berakhir dalam satu kamar dengan Raka. "Apa yang sudah kamu lakukan padaku?" tanya Raisa. "Kamu bertanya apa yang sudah aku lakukan? Memangnya kamu lupa dengan apa yang semalam sudah kita lakukan? "Kamu merayuku, menggoda diriku dan kamu...._" "Cukup!!" Raisa tahu apa yang selanjutnya terjadi antara dirinya dan Raka. Sudah pasti itu adalah hal yang memang seharusnya tidak terjadi. Bagaimanakah selanjutnya perjalanan hidup mereka? Akankah satu malam bersama menjadi awal dari kebersamaan mereka?”
1

Bab 1 Aku Menginginkanmu

04/07/2024

2

Bab 2 Bukan Mimpi

04/07/2024

3

Bab 3 Hot CEO

04/07/2024

4

Bab 4 Semakin Menarik

04/07/2024

5

Bab 5 Keluar Mulut Buaya, Masuk Kandang Harimau

04/07/2024

6

Bab 6 Malaikat Yang Sebenarnya

04/07/2024

7

Bab 7 Hanya Takdir Yang Berkuasa

04/07/2024

8

Bab 8 Gagal Menikah

04/07/2024

9

Bab 9 Tiba-tiba Rindu

04/07/2024

10

Bab 10 Debaran Asing

04/07/2024

11

Bab 11 Melayani Pengunjung

04/07/2024

12

Bab 12 Kembali ke Kamar Yang Sama

04/07/2024

13

Bab 13 Memeluk Raisa

04/07/2024

14

Bab 14 Menabrak Bibir Raka

04/07/2024

15

Bab 15 Tidak Akan Menyesal

04/07/2024

16

Bab 16 Melamar Raisa

05/07/2024

17

Bab 17 Hal Penting

06/07/2024

18

Bab 18 Permintaan Raisa

10/07/2024

19

Bab 19 Hukuman Termanis

11/07/2024

20

Bab 20 Melarang Raisa Pulang

13/07/2024

21

Bab 21 Memenjarakan Raisa

13/07/2024

22

Bab 22 Larangan Jatuh Cinta

13/07/2024

23

Bab 23 Tubuh Yang Indah

15/07/2024

24

Bab 24 Rasa Takut Kehilangan

15/07/2024

25

Bab 25 Jadilah Kekasihku

15/07/2024

26

Bab 26 Kelemahanku

16/07/2024

27

Bab 27 Dinner Romantis

16/07/2024

28

Bab 28 Ungkapan Rasa Hati

17/07/2024

29

Bab 29 Tak Mungkin Bersama

17/07/2024

30

Bab 30 Membuatnya Terlihat Nyata

18/07/2024

31

Bab 31 Baiknya Hati Rania

19/07/2024

32

Bab 32 Berlutut Di Bawah Hujan

19/07/2024

33

Bab 33 Aku Yang Akan Mengejarnya

20/07/2024

34

Bab 34 Siapa Yang Kamu Cintai

20/07/2024

35

Bab 35 Pengorbanan Rania

03/08/2024

36

Bab 36 Paket Misterius

03/08/2024

37

Bab 37 Selamat Berpesta

03/08/2024

38

Bab 38 Wangi yang Raisa Kenal

03/08/2024

39

Bab 39 Embusan Napas

03/08/2024

40

Bab 40 Kalau Begitu Buktikan

03/08/2024