Pesona Ibu Angkat

Pesona Ibu Angkat

Rekor media

5.0
Komentar
67.1K
Penayangan
215
Bab

Dewi sama sekali tidak menjawab ucapan Anang, ia bangun lalu memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai kemudian memakainya kembali, karena masih merasa sakit dan letih dia duduk di tepi ranjang sebentar. Anang juga berpakaian dan mengambil inisiatif untuk menggendong Dewi sampai ke kamarnya. Awalnya Dewi menolak tapi Anang bersikeras untuk membopongnya, lalu membawa ke kamar Dewi. Sebelum keluar dari kamarnya Dewi, Anang kembali minta maaf sambil mengecup kening wanita itu. lalu Anang bergegas keluar dari kamar tersebut dan kembali ke kamarnya. Malam semakin larut, hari mulai berganti pagi namun tidak ada sarapan yang tersaji di meja makan, karena Dewi tak kunjung keluar dari kamarnya. Sebenarnya tante Lina masih marah sama Dewi, dia sangat malas untuk menemui Dewi namun karena sarapan tidak ada ia terpaksa pergi ke kamarnya Dewi untuk menanyakan ada apa dengannya sampai tak membuat sarapan pagi.

Pesona Ibu Angkat Bab 1 Bersalah

Cerita ini adalah fiktif belaka, hanya untuk menghibur pembaca sekalian. Harap bijak dalam mebacanya, terimakasih.

Anang adalah pemuda yang usianya menginjak tujuh belas tahun, ia sudah terbiasa dengan kehidupan malam, perpisahan kedua orang tuanyalah penyebab segalanya. Menghancurkan kebahagiaan dan mengubur semua cita-citanya.

Tante Lina adalah pelabuhan hidupnya sekarang yang mengembalikan keceriaan dan kebahagiaan Anang. Dari masuk smp sampai sma, dialah yang membiayai semua kebutuhan hidup Anang.

Tante Lina adalah tetangga Anang yang kebetulan sudah menikah selama lima belas tahun tapi belum di beri momongan, suaminya seorang nahkoda dan jarang pulang.

Kehidupan Tante Lina serba kecukupan, ia adalah seorang pengusaha butik di wilayah tersebut. Anang diangkat menjadi anaknya, semenjak itu kehidupannya terjamin dan kecukupan.

''Anang!, Anang!'' suara Tante Lina yang berteriak di balik pintu kamar.

''Iya bentar'' jawab Anang sambil bergegas bangun dan membuka pintu kamar.

''Arghh...Anang, kamu apa apaan sih..?'' kata Tante Lina sambil berteriak dan menutup mata dengan tangannya.

''Ada apa Tante, kenapa berteriak seperti itu'' sahut Anang yang masih belum sadar sepenuhnya.

''Itu lepas, cepat tutup dong..'' kata Tante Lina sambil mengintip di balik jari tangan yang menutup matanya.

''Maksud Tante apa?'' tanya Anang bingung karena ia baru saja bangun.

''Burung kamu lepas Nang..!!'' ucap Tante Lina yang masih mengintip sambil tangan satunya menunjuk ke arah burung pemuda itu.

Anang seketika menundukkan kepala dan melihat..., ia lupa memakai celana karena sudah terbiasa setiap ia tidur tidak pernah berpakaian. Burung Anang sangat tegang di pagi ini dan bertengger menjulang dengan percaya diri di hadapan Tante Lina.

''Maaf Tante'' ucap Anang dengan raut wajah memerah karena malu, ia berlari ke kamar mandi.

Anang merasa sangat malu sekali, ia takut kalau Tante Lina akan marah dan mengusirnya dari rumah itu. Anang pikir Tante Lina sudah pergi dari kamarnya ternyata wanita itu masih ada.

''Nang, mandinya jangan lama-lama, kita sudah kesiangan loh, hampir jam tujuh'' kata Tante Lina setengah berteriak.

''Iya Tan, sebentar'' balas Anang yang merasa lega karena Tante Lina tidak marah seperti yang ia duga.

Anang bergegas keluar dari kamar mandi dan langsung masuk ke kamarnya untuk berpakaian. Setelah rapi dia turun ke bawah untuk sarapan bersama Tante Lina. Anang sebentar mengintip dari tangga karena meja makan terlihat dari atas, tanpa sengaja Anang melihat belahan dada Tante Lina yang putih mulus.

Mau tak mau Anang harus turun walaupun ia masih merasa malu dengan kejadian tadi. Ia perlahan menuruni tangga.

''Pagi Tan..?'' sapa Anang dengan sedikit rasa malu.

Anang duduk di seberang kursi dimana Tante Lina duduk, ia sengaja memilih kursi yang berlawanan, karena setiap makan bersama akan ada pemandangan indah dan gratis.

''Pagi juga, mau sarapan roti apa mau nasi goreng?'' ucap Tante Lina dan menawarkan makanan.

''Nasi goreng aja Tan, soalnya kalau roti cepat laper lagi'' balas Anang sedikit tersenyum.

''Oke, bentar Tante ambilkan'' sahut Tante Lina.

Wanita itu sedikit membungkuk untuk mengambil nasi goreng dan benar saja pemandangan indah yang di harapkan sudah nampak di depan mata Anang, pagi ini Tante Lina memakai baju yang atasnya agak terbuka.

''Kenapa bengong? Ayo cepat makan'' suara Tante Lina membuyarkan khayalan Anang.

''Iya..iya tan, makasih'' ucap Anang gugup dan salah tingkah.

''Mmm..tante...?'' ucap Anang.

''Apa Nang?'' tanya Tante Lina.

''Aku minta maaf ya Tan..'' ucap Anang sedikit ragu.

''Maaf buat apa?'' tante Lina bertanya.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Pesona Ibu Angkat Pesona Ibu Angkat Rekor media Adventure
“Dewi sama sekali tidak menjawab ucapan Anang, ia bangun lalu memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai kemudian memakainya kembali, karena masih merasa sakit dan letih dia duduk di tepi ranjang sebentar. Anang juga berpakaian dan mengambil inisiatif untuk menggendong Dewi sampai ke kamarnya. Awalnya Dewi menolak tapi Anang bersikeras untuk membopongnya, lalu membawa ke kamar Dewi. Sebelum keluar dari kamarnya Dewi, Anang kembali minta maaf sambil mengecup kening wanita itu. lalu Anang bergegas keluar dari kamar tersebut dan kembali ke kamarnya. Malam semakin larut, hari mulai berganti pagi namun tidak ada sarapan yang tersaji di meja makan, karena Dewi tak kunjung keluar dari kamarnya. Sebenarnya tante Lina masih marah sama Dewi, dia sangat malas untuk menemui Dewi namun karena sarapan tidak ada ia terpaksa pergi ke kamarnya Dewi untuk menanyakan ada apa dengannya sampai tak membuat sarapan pagi.”
1

Bab 1 Bersalah

16/05/2024

2

Bab 2 Mengintip

16/05/2024

3

Bab 3 tidak setuju

16/05/2024

4

Bab 4 ketahuan

16/05/2024

5

Bab 5 masuk kamar

16/05/2024

6

Bab 6 gairah Lina

15/05/2024

7

Bab 7 merasa puas

15/05/2024

8

Bab 8 sarapan buah

15/05/2024

9

Bab 9 di kantin

15/05/2024

10

Bab 10 susi

15/05/2024

11

Bab 11 gagal

15/05/2024

12

Bab 12 memuaskan Lina

15/05/2024

13

Bab 13 dewi

15/05/2024

14

Bab 14 bertemu sinta

15/05/2024

15

Bab 15 ngambek

15/05/2024

16

Bab 16 sakit

16/05/2024

17

Bab 17 nafsu lina

16/05/2024

18

Bab 18 Pengin sate

03/06/2024

19

Bab 19 Susi menolak

03/06/2024

20

Bab 20 Membantu Dewi

03/06/2024

21

Bab 21 Mengajak ke mall

03/06/2024

22

Bab 22 Mengantar kopi

04/06/2024

23

Bab 23 Gagal lagi

04/06/2024

24

Bab 24 Tidak sabar

04/06/2024

25

Bab 25 Panik

04/06/2024

26

Bab 26 Ramuan

05/06/2024

27

Bab 27 Sadar

05/06/2024

28

Bab 28 tiket liburan

05/06/2024

29

Bab 29 Di lempar bantal

05/06/2024

30

Bab 30 Kayak wartawan

06/06/2024

31

Bab 31 Membahas masa lalu

06/06/2024

32

Bab 32 Tontonan gratis

06/06/2024

33

Bab 33 Pecah perawan

06/06/2024

34

Bab 34 Kelelahan

06/06/2024

35

Bab 35 Di kampus

06/06/2024

36

Bab 36 Susi pulang

06/06/2024

37

Bab 37 Kerumah bu dosen

06/06/2024

38

Bab 38 Surprise

06/06/2024

39

Bab 39 Geby pulang

07/06/2024

40

Bab 40 Anang menolak

07/06/2024