icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pesona Ibu Angkat

Bab 2 Mengintip

Jumlah Kata:488    |    Dirilis Pada: 16/05/2024

ar tidak di sengaja'' Anang b

lupa kok kejadian tadi, hehehe..'' sahut Tante Lina sambil

an'' ucap Anan

pannya, nanti kita telat''uj

mau kemana tan?''

ahut Tante Lina sedik

suami Tante'' sa

pulang hari ini dan minta di j

lupa Tan''

endarai mobil dengan cepat supaya tepat waktu karena jarak rum

yang deket dengan bandara tersebut. Anang yang mengemudikan

rtemu. Dalam perjalanan tiba-tiba Jaka menyuruh Anang untuk putar balik, ''Nang,

tanpa banyak tanya dan

ke mall, pah?

pengin cepat pulang da

am hatinya, ( yang pusing bukan kepalanya t

luh menit akhirnya mereka sampai di rumah. Jaka

ng pah..''

las Jaka yang sudah tak s

g pah'' bisik Li

dah besar mungkin udah n

di garasi. Ia pun turun dari mobil dan berjalan masuk ke rumah, saa

yes,

memikirkan orang yang sedang asyik bercinta di dalam kamar terse

kejutkan dengan suara kenikmatan lagi, ''suara siapa lagi ini..?''

nita itu adalah pembantu di rumah itu. ternyata

mpunyai tubuh yang seksi putih mulus dan dadanya luma

oleh Dewi, wanita itu sudah tidak memakai baju sambil tangan kanan sedang

AMBU

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pesona Ibu Angkat
Pesona Ibu Angkat
“Dewi sama sekali tidak menjawab ucapan Anang, ia bangun lalu memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai kemudian memakainya kembali, karena masih merasa sakit dan letih dia duduk di tepi ranjang sebentar. Anang juga berpakaian dan mengambil inisiatif untuk menggendong Dewi sampai ke kamarnya. Awalnya Dewi menolak tapi Anang bersikeras untuk membopongnya, lalu membawa ke kamar Dewi. Sebelum keluar dari kamarnya Dewi, Anang kembali minta maaf sambil mengecup kening wanita itu. lalu Anang bergegas keluar dari kamar tersebut dan kembali ke kamarnya. Malam semakin larut, hari mulai berganti pagi namun tidak ada sarapan yang tersaji di meja makan, karena Dewi tak kunjung keluar dari kamarnya. Sebenarnya tante Lina masih marah sama Dewi, dia sangat malas untuk menemui Dewi namun karena sarapan tidak ada ia terpaksa pergi ke kamarnya Dewi untuk menanyakan ada apa dengannya sampai tak membuat sarapan pagi.”