icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Pesona Ibu Angkat

Pesona Ibu Angkat

Penulis: Rekor media
icon

Bab 1 Bersalah

Jumlah Kata:533    |    Dirilis Pada: 16/05/2024

untuk menghibur pembaca sekalian. Har

terbiasa dengan kehidupan malam, perpisahan kedua orang tuanyalah penyeb

balikan keceriaan dan kebahagiaan Anang. Dari masuk smp sa

h menikah selama lima belas tahun tapi belum di beri

engusaha butik di wilayah tersebut. Anang diangkat menjadi

Tante Lina yang berteri

ng sambil bergegas bangu

.?'' kata Tante Lina sambil berteria

ak seperti itu'' sahut Anang ya

ta Tante Lina sambil mengintip di ba

anya Anang bingung kare

Lina yang masih mengintip sambil tangan

sudah terbiasa setiap ia tidur tidak pernah berpakaian. Burung Anang sangat tegan

an raut wajah memerah karena m

akan marah dan mengusirnya dari rumah itu. Anang pikir Tante

a sudah kesiangan loh, hampir jam tuju

yang merasa lega karena Tante Lina

pi dia turun ke bawah untuk sarapan bersama Tante Lina. Anang sebentar mengintip dari tangga karena

un ia masih merasa malu dengan kejadi

apa Anang dengan

, ia sengaja memilih kursi yang berlawanan, karena set

apa mau nasi goreng?'' ucap Ta

kalau roti cepat laper lagi''

nte ambilkan'' s

r saja pemandangan indah yang di harapkan sudah nampak di depan mat

t makan'' suara Tante Lina

sih'' ucap Anang gug

te...?'' u

?'' tanya

ya Tan..'' ucap A

pa?'' tante L

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pesona Ibu Angkat
Pesona Ibu Angkat
“Dewi sama sekali tidak menjawab ucapan Anang, ia bangun lalu memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai kemudian memakainya kembali, karena masih merasa sakit dan letih dia duduk di tepi ranjang sebentar. Anang juga berpakaian dan mengambil inisiatif untuk menggendong Dewi sampai ke kamarnya. Awalnya Dewi menolak tapi Anang bersikeras untuk membopongnya, lalu membawa ke kamar Dewi. Sebelum keluar dari kamarnya Dewi, Anang kembali minta maaf sambil mengecup kening wanita itu. lalu Anang bergegas keluar dari kamar tersebut dan kembali ke kamarnya. Malam semakin larut, hari mulai berganti pagi namun tidak ada sarapan yang tersaji di meja makan, karena Dewi tak kunjung keluar dari kamarnya. Sebenarnya tante Lina masih marah sama Dewi, dia sangat malas untuk menemui Dewi namun karena sarapan tidak ada ia terpaksa pergi ke kamarnya Dewi untuk menanyakan ada apa dengannya sampai tak membuat sarapan pagi.”