icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pesona Ibu Angkat

Bab 3 tidak setuju

Jumlah Kata:629    |    Dirilis Pada: 16/05/2024

npa di sengaja Anang menyenggol pintu ka

Dewi yang bergegas

.'' ucap Anang ya

, mas'' kata Dewi yang langsung menarik

an, mas'' ujar Dewi lagi

ibir manisnya, mau tak mau Anang menyambut bibir manis wanita

mereka kembali bersatu saling berbagi kenikmatan. Dewi yang sudah lama men

nang dan membuka celana pemuda itu, ternyata An

, biasanya Dewi melihat hanya di layar ponsel semenjak berpisah de

ba..?'' ta

as'' jawab Dewi sambil m

kan'' sahut Anang sambil mengusap rambut wanit

masukkan ke dalam mulut seraya tangannya berge

akin membesar di dalam mulut Dewi, ''terus mba, enak

tahan nih'' ucap Dewi sambil menarik ta

s kasur empuk, kini Anang di bawah dan Dewi duduk di atasn

hasratnya, kedua orang itu berbaring sambil berpe

ke dapur. Anang dan Dewi masih semangat dengan permainan kenikmatan itu sampai

ikmatan bersama Dewi. Kedua orang itu beristirahat sejenak sambil berbar

gsung naik ke kamarnya karena takut ada yang melihat. Duduk

g?'' ucap Jaka yang baru saja

ngopi'' sahut Anang

mu tidak ada jawaban, eh ternyata orangn

om, sambil santai''

liah kamu?'

om'' sa

kalau begitu

n..?'' Anang berkata sam

kemana?'' tanya Jaka

inta ijin karena aku mau kerja d

h kamu gimana

sampai jam sebelas malam, om'

ng om kasih masih k

ada kegiatan aja sepulang

fe, kita buka cafe sendiri dan kamu yang mengelolanya bersama t

n itu maksud ak

apan om, walaupun kamu bukan anak kandung tapi om mau kamu bahagia

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pesona Ibu Angkat
Pesona Ibu Angkat
“Dewi sama sekali tidak menjawab ucapan Anang, ia bangun lalu memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai kemudian memakainya kembali, karena masih merasa sakit dan letih dia duduk di tepi ranjang sebentar. Anang juga berpakaian dan mengambil inisiatif untuk menggendong Dewi sampai ke kamarnya. Awalnya Dewi menolak tapi Anang bersikeras untuk membopongnya, lalu membawa ke kamar Dewi. Sebelum keluar dari kamarnya Dewi, Anang kembali minta maaf sambil mengecup kening wanita itu. lalu Anang bergegas keluar dari kamar tersebut dan kembali ke kamarnya. Malam semakin larut, hari mulai berganti pagi namun tidak ada sarapan yang tersaji di meja makan, karena Dewi tak kunjung keluar dari kamarnya. Sebenarnya tante Lina masih marah sama Dewi, dia sangat malas untuk menemui Dewi namun karena sarapan tidak ada ia terpaksa pergi ke kamarnya Dewi untuk menanyakan ada apa dengannya sampai tak membuat sarapan pagi.”