icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pesona Ibu Angkat

Bab 5 masuk kamar

Jumlah Kata:568    |    Dirilis Pada: 16/05/2024

na Dewi juga butuh untuk menyalurkan hasrat nafsunya. Dewi meremas burung

mau lagi?''

ng, ''nanti malam mba tunggu di kamar, kamu harus d

karang..?'' ucap Ana

yang spesial deh'' sahut Dewi

mba..?'' pinta Anan

..'' Dewi langsung merem

sahan dari dalam kamarnya Lina. Kedua orang it

gar lagi. Sesaat kemudian Jaka keluar dengan pakaian yang sangat rapih dari kamar di susul o

ua hari atau tiga hari saja. Jangan cem

papah mau pergi lagi..''

aku pulang lagi'' balas Jaka

satu rounde lagi..'' rengek Li

ah telat nih'' kata Jaka.

umpet bersama Dewi segera

kemana?'' tanya Ana

paling cuma dua hari. Om ti

sahut Anan

n dulu soalnya uda

ntar, om?''

da yang jemput k

ning istrinya, tapi Lina malah mencium bibir

eka berdua bercumbu mesra di hadapannya hanya tertunduk malu. Bukan itu saja sih yang membuat Anang

ba Dewi, ''dewi! dewi..''. Dewi sege

a ada apa?'

apel sama pepaya ya, n

mall aja di situ buahnya seger-

ulkas masih ada banyak buah?

li dong jangan banyak omong''

isi dulu'' sahut Dewi l

il Lina yang tidak melih

tante Lina hanya memakai lingerei, karena di panggil-panggil

ang sedang tidur di kasurnya. Tante Lina sengaja menyuruh Dewi u

suaminya sampai kuwalahan mengdapinya. Setelah mengunci

ampingnya, Lina memainkan buah dadanya sambil mendesah di

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pesona Ibu Angkat
Pesona Ibu Angkat
“Dewi sama sekali tidak menjawab ucapan Anang, ia bangun lalu memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai kemudian memakainya kembali, karena masih merasa sakit dan letih dia duduk di tepi ranjang sebentar. Anang juga berpakaian dan mengambil inisiatif untuk menggendong Dewi sampai ke kamarnya. Awalnya Dewi menolak tapi Anang bersikeras untuk membopongnya, lalu membawa ke kamar Dewi. Sebelum keluar dari kamarnya Dewi, Anang kembali minta maaf sambil mengecup kening wanita itu. lalu Anang bergegas keluar dari kamar tersebut dan kembali ke kamarnya. Malam semakin larut, hari mulai berganti pagi namun tidak ada sarapan yang tersaji di meja makan, karena Dewi tak kunjung keluar dari kamarnya. Sebenarnya tante Lina masih marah sama Dewi, dia sangat malas untuk menemui Dewi namun karena sarapan tidak ada ia terpaksa pergi ke kamarnya Dewi untuk menanyakan ada apa dengannya sampai tak membuat sarapan pagi.”