Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam

Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam

Senja Maya

5.0
Komentar
14.6K
Penayangan
235
Bab

Sefia Putri Sanjaya-Seorang wanita karir yang sukses sebagai Weeding Organizer. Moment pernikahan selaku menjadi kenangan terindah bagi para pelanggannya. Namun, tidak untuk dirinya sendiri. Pernikahannya kacau di saat satu malam sebelum acara pernikahan, ia menyaksikan sendiri perselingkuhan yang dilakukan oleh calon pengantin prianya. Wisnutama berpacu di atas tubuh cantik milik asisten Sefia. "Kamu hanya pel*cur bagiku!" Perkataan Wisnu menjadi sayatan pisau di hati Sefia, membuat wanita itu menggila. Tanda kesadaran, Sefia benar-benar menawarkan diri sebagai pel*cur kepada pria asing yang ditemuinya di lift hanya bermaksud seloroh atas kehancuran hatinya. Tetapi, nasib sial bagi Sefia karena tanpa sengaja ia membangunkan singa tidur. Tubuhnya diangkat dan dihempaskan ke ranjang oleh pria asing berwajah Asian yang tingginya mencapai 180 cm. Kehancuran diri Sefia menjadi kenangan terburuk di mana ia harus menikah keesokkan harinya. Apakah yang akan dia hadapi selanjutnya? Silakan baca sampai tamat. Novel akan dipenuhi dengan konflik tidak terduga. Semoga terhibur.

Bab 1 Perselingkuhan

"Kamu hanya pelacur bagiku!"

Perkataan Wisnu seperti sayatan pisau pada hati Sefia.

Siapa yang tidak panas mendengar perkataan tersebut? Meluncur begitu saja dari mulut tunangannya.

Pernikahan akan dilangsungkan besok!

Malam ini, tanpa sengaja Sefia singgah ke apartemen mewah milik sang kekasih-Wisnutama Adijaya Putra, seorang CEO di perusahan property terbesar di Jakarta. Tujuannya adalah ingin mengantar jas pengantin yang ketinggalan di mobilnya.

Sefia semakin curiga saat mendengar desahan manja milik seorang wanita pada waktu ia membuka pintu utama.

Hati Sefia semakin berdegup kencang saat langkah kakinya semakin mendekati kamar tidur, di mana ia pernah bermadu kasih dengan pujaan hati.

"Kamu sungguh sempit, tidak seperti pelacur itu." Terdengar suara yang ia kenali sebagai tunangannya.

"Ahh, Mas Wisnu. Lebih keras lagi!" Rintihan suara wanita yang sepertinya ia juga kenal.

Sefia mengernyitkan alisnya dengan tangan dan kaki yang gemetaran.

"Siapa pelacur itu, Mas?"

"Sefia, siapa lagi kalau bukan dia?"

Perlahan Sefia membuka pintu kamar utama dengan tangan yang sudah lemas karena gemetaran. Kedua matanya langsung membulat sempurna.

Dua sosok yang dikenalnya sedang berpacu tanpa busana di atas ranjang. Wisnu dan Cyntia-wanita cantik yang digaji Sefia sebagai asisten.

"Bu Sefia!" pekik Cyntia dengan tangan malu menutup wajahnya. Tubuhnya yang polos berada di bawah kukungan sang kekasih. Jelas sekali bahwa tubuh bagian bawah mereka masih bersatu.

"Se-Sefia!"

"Pelacur katamu?" Sefia melayangkan tatapan tajam dan merasa jijik dengan pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.

Wisnu menelan salivanya, pria itu masih tidak mau melepaskan wanita dalam kukungan yang berlindung dalam pelukannya.

Wisnu merasakan gadis dalam pelukannya sedang ketakutan.

"Iya, betul! Kamu tidak salah dengar! Kamu hanya pelacur bagiku!" teriak Wisnu dengan lantang.

"Baik! Pernikahan kita batal!" balas Sefia lalu memutar tubuhnya dan berlari meninggalkan dua sejoli itu.

"Mas, bagaimana ini? Aku akan dipecat," rintih Cyntia dengan manja.

"Tidak perlu khawatir, Sayang. Aku mencintaimu, kamu akan menjadi istriku, aku akan memenuhi semua kebutuhanmu, Sayang," ucap Wisnu tanpa mengeluarkan senjatanya dari tubuh gadis cantik tersebut.

"Tanggung! Kita lanjutkan saja!" teriak Wisnu dengan bersemangat, tanpa merasa bersalah dan langsung mempercepat gerakannya sehingga Cyntia mengerang dalam kedasyatan yang sempurna.

"Ha ha, rasakan! Ini pembalasan dendamku," gumam Cyntia dalam hati kecilnya sambil mendesah mesra.

"Ughh! Mas."

Sementara Sefia berlari menuju ke mobilnya dengan air mata yang sudah sukses membentuk dua garis sempurna di pipi.

"Persetan semuanya! Biadab!" pekik Sefia sembari membanting pintu mobil lalu menekan laju gas dengan tekanan tinggi.

Mobil dipacu melalui belokan sempurna menelusuri gedung parkiran yang berputar sampai ke bawah.

Palang parkir dipatahkan dan diterobos oleh wanita yang sudah menggila tersebut.

Petugas palang parkir hanya melongo dan segera menghubungi pihak yang berwenang untuk membuat laporan.

Mobil dipacu dengan kecepatan tinggi melintasi jalur cepat di kota Jakarta. Pemandangan lampu kerlap-kerlip Jakarta menambah kehancuran hati Sefia. Air mata menetes dengan deras sampai membasahi rok yang dipakainya.

Eyeliner di bawah mata Sefia meleleh sehingga pipi Sefia menjadi kehitaman.

"Tidak adil!" teriak Sefia. Walaupun wanita itu sedang hancur hatinya, kelihaian dalam membawa mobil perlu diberi jempol.

Sefia sampai di apartemennya dengan selamat. Satu-satunya yang terluka dan hancur hanyalah hatinya.

Dengan wajah kacau dan mata sembab, wanita itu menekan lift untuk menuju ke apartemen di tingkat 32, di mana ia tinggal.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Senja Maya

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy
5.0

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku