Cinta Belum Berakhir

Cinta Belum Berakhir

Kasih Respati

5.0
Komentar
5.1K
Penayangan
92
Bab

Haitsam tidak pernah menyangka kalau ia akan dipertemukan lagi dengan wanita masa lalunya. Seorang wanita cantik bernama Kanaya, yang lima tahun lalu tega meninggalkan Haitsam tanpa pamit. Haitsam hanya tahu kalau Kanaya terpaksa mencampakkannya karena harus menikah dengan pria pilihan orang tua. Setelah lima tahun berlalu, Haitsam tiba-tiba dipertemukan lagi dengan Kanaya dan justru ditakdirkan harus berada di dekat Kanaya setiap harinya. Ia ditugaskan oleh atasannya untuk membimbing Kanaya dalam mengelola perusahaan atasannya tersebut. Haitsam sama sekali tak bisa menolak perintah sang atasan. Hampir setiap hari ia harus berhadapan dengan Kanaya. Ia merasa tersiksa karena perasaan cintanya terhadap Kanaya sedari dulu sampai sekarang masih sama. Namun, sebisa mungkin Haitsam mengabaikan rasa itu karena ia tidak ingin mengkhianati kepercayaan sang atasan yang notabene adalah ayah mertua Kanaya. Bagaimana Haitsam menghadapi hari-harinya yang berat itu? Apa yang akan terjadi jika saja ayah mertua sekaligus suami Kanaya tahu tentang masa lalu Haitsam dan juga Kanaya? Lalu bagaimana perasaan Kanaya saat ini pada Haitsam?

Cinta Belum Berakhir Bab 1 Siapa Menantu Harry

"Selamat pagi, Pak Harry," sapa Haitsam pada bosnya. Sambil membungkukkan badan, pria itu berperan sebagai seorang bawahan yang senantiasa bersikap santun pada sang atasan.

Haitsam Rahandika berprofesi sebagai asistan pribadi Harry Ekawira di kantor. Sang atasan merupakan seorang pemilik sekaligus direktur utama PT WIRA GROUP (sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor).

Haitsam menyambut kedatangan Harry setelah pria paruh baya itu turun dari mobil. Haitsam lalu mengambil alih membawakan tas kerja Harry--kemudian berjalan memasuki badan kantor dengan posisi berada di belakang Harry.

Pria paruh baya berusia enam puluh tahun itu mengulas senyum simpul untuk para karyawan yang menyapanya ketika berpapasan di lantai lobby. Harry merupakan sosok pemimpin yang murah senyum. Ia pun tidak pernah membeda-bedakan bawahan. Karena dirinya menganggap semua pegawainya adalah keluarga.

Haitsam dan Harry saat ini tengah bergerak menuju ruang kerja Harry yang berada di lantai sebelas.

"Oh iya, Sam, nanti setelah jam makan siang, anak sama menantu saya datang ke sini," ucap Harry di sela-sela langkahnya.

Posisi mereka saat ini telah sampai di depan ruang kerja Harry. Haitsam pun dengan sigap membukakan pintu untuk Harry, kemudian mempersilakan Harry untuk memasuki ruang kerja bernuansa pastel tersebut.

"Oh, ya? Wah, kebetulan sekali, Pak. Pak Ramdan tumben sekali membawa istrinya ke sini? Seumur-umur saya bekerja dengan Bapak, saya belum sekali pun bertemu dengan menantu Bapak." Haitsam terlihat antusias menanggapi cerita atasannya.

Harry mulai melepas jas hitam yang sejak tadi ia kenakan, kemudian memberikannya pada Haitsam. Pria itu pun duduk di kursi hitam empuk berkaki lima--yang merupakan kursi kebesarannya.

Haitsam senantiasa berdiri di samping atasannya. Tugasnya memang seperti ini setiap hari. Lelaki muda yang memiliki lesung pipit di pipi sebelah kiri itu sudah tiga tahun ini bekerja pada Harry.

Awal pertemuan mereka, Haitsam kebetulan pernah menolong lelaki paruh baya itu sewaktu hampir dirampok oleh orang-orang jahat. Dari situlah, Harry langsung tertarik pada Haitsam. Ia percaya kalau Haitsam adalah orang yang baik. Harry lalu berinisiatif mengajak Haitsam bergabung di perusahaannya. Tanpa ia duga sebelumnya, Haitsam dengan senang hati menerima tawarannya.

Boleh dibilang, Haitsam adalah kaki tangan Harry di perusahaan. Ia mengerti betul seluk beluk perusaahan milik Harry. Haitsam adalah orang yang paling dipercayai Harry di kantor ini.

"Selama ini menantu saya itu sibuk kuliah di luar negeri, Sam. Jadi, ya, maklum ketika Ramdan berkunjung ke sini, dia tidak ikut serta. Ramdan sendiri juga tipikal orang yang gila kerja. Mengunjungi saya pun kalau sedang ada urusan saja. Tujuan Ramdan tiba-tiba mengajak istrinya datang ke sini karena ada urusan yang penting, Sam. Sebelumnya saya sudah berdiskusi dengan Ramdan. Kami berdua telah sepakat menunjuk istri Ramdan menjadi penerus perusahaan ini. Saya berniat ingin pensiun, Sam."

Haitsam sempat terkejut ketika Harry bercerita kalau ingin pensiun. Sejauh ini bosnya itu tidak pernah membahas masalah pensiun.

"Maaf, Pak, tadi Bapak bilang kalau Bapak ingin pensiun? Maksudnya ... Bapak ingin berhenti tidak mengurus perusahaan ini lagi?" tanya Haitsam penasaran.

"Ya, saya ingin menikmati hidup di sisa-sisa waktu saya. Saya ini sudah tua, Sam. Masa iya, sudah bangkotan begini, saya masih kerja terus? Berhubung Ramdan fokus mengelola perusahaan yang di Jakarta, mau tidak mau, istrinya-lah yang harus mengurus perusahaan ini," jelas Harry.

Harry tidak mungkin memaksakan diri untuk terus-menerus bekerja di usianya yang sudah tidak muda lagi. Ia sudah ingin beristirahat dan menikmati masa tuanya.

"Jadi begini, Sam, saya punya satu tugas buat kamu. Saya ingin kamu nanti bersedia membimbing menantu saya mengurus perusahaan ini," lanjut Harry.

"Baik, Pak. Saya tentu bersedia," sanggup Haitsam. Sebagai bawahan yang patuh, ia tidak mungkin menolak perintah atasannya.

***

Pukul dua belas lebih sedikit, Haitsam menemani Harry meeting dengan seorang klien di sebuah restoran. Mereka berdua pun sekaligus makan siang bersama dengan klien tersebut.

Sambil menikmati jamuan makan siang, Haitsam gunakan waktu untuk menjelaskan prosedur kontrak kerja dengan kliennya. Boleh dikatakan, Haitsam pun juga merangkap menjadi juru bicara Harry. Lelaki berusia tiga puluh dua tahun itu adalah orang yang sangat Harry andalkan. Kepiawaian yang Haitsam miliki dalam mengurus perusahaan, nyaris sebanding dengan anak Harry yaitu Ramdan.

"Untuk pembangunannya, apakah bisa kita mulai awal bulan depan, Mas Haitsam?" tanya Dahlan--seorang klien yang siang ini tengah meeting dengan Haitsam dan juga Harry.

"Kami usahakan pasti bisa, Pak. Kami akan mempersiapkan semuanya dengan matang. Bapak tinggal menunggu hasilnya saja," jawab Haitsam mantap.

"Wah, sepertinya Pak Harry benar-benar tidak salah memilih orang sebagai kaki tangan, ya. Bolehkah saya meminjam Mas Haitsam-nya sebentar untuk ikut bergabung dengan perusahaan saya, Pak Harry?" gurau Dahlan. Ia kebetulan teman dekat Harry--dan sedari dulu mereka berdua sudah terbiasa bergurau.

"Eh, tidak bisa, Bos. Haitsam ini anak emasku. Sembarangan saja kamu, mau main pinjam. Kamu pikir Haitsam ini barang pinjaman?" Harry balas bergurau. Hal ini refleks membuat Haitsam tertawa kecil.

"Loh, yang jadi bahan rebutan malah tertawa. Piye to iki? Sepertinya, selain menjadi seorang pengusaha, kita berdua cocok juga untuk menjadi pelawak, ya, Har?" Lagi, Dahlan makin menjadi-jadi berguraunya.

"Maaf, Pak, saya tertawa bukan karena mengejek, tapi saya merasa terhibur dengan gurauan Bapak. Saya merasa iri dengan persahabatan Pak Dahlan dan juga Pak Harry. Persahabatan dua orang pria hebat yang benar-benar kompak sepanjang waktu," puji Haitsam.

"Hei, jangan asal menilai dulu. Biarpun kami kompak, tapi kami pernah terlibat perseteruan panas, loh, sebelumnya. Saya pernah memusuhi Harry, saat beliau lebih memilih menikahkan Ramdan dengan gadis lain ketimbang dengan putri saya." Dahlan rupanya mulai mengungkit masa lalunya dengan Harry.

"Bukan maksudku tidak mau menikahkan Ramdan dengan Rania, Ferguso. Aku begini karena ada amanah dari mendiang istriku. Jadi begini, sebelum istriku meninggal, dia sudah punya rencana ingin menikahkan Ramdan dengan gadis pilihannya. Aku hanya sebatas menjalankan amanah dari istriku saja," bela Harry. Ia memang semata-mata melakukan semua ini karena ingin mewujudkan impian sang istri--yaitu menikahkan Ramdan dengan gadis pilihan ibunda Ramdan.

"Ya, aku tahu. Aku pun paham. Yang namanya jodoh memang misteri. Ramdan dan Rania sudah pacaran lama, tapi rupanya takdir berkata lain. Ramdan justru berjodoh dengan gadis lain. Itu sama saja Rania menjaga jodoh orang, ya, selama ini?" Gurauan Dahlan kali ini tak sengaja menyinggung perasaan Haitsam.

Ya, Haitsam Rahandika, pernah dalam posisi Rania (anak Dahlan). Lelaki itu dulunya pernah menjalin hubungan dengan Yaya (kekasih di masa lalu). Namun, kenyataan Yaya bukanlah jodohnya.

Yaya lebih memilih menikah dengan pria lain, saat Haitsam tengah mengalami koma lima tahun lalu. Dan sampai detik ini, Haitsam tidak pernah mendengar kabar Yaya lagi. Di manakah gadis itu sekarang? Haitsam selalu yakin, Yaya pasti sudah bahagia dengan pria pilihannya.

Lelaki dengan kemeja abu-abu itu tampak mengusap wajahnya kasar. Ia tak mau larut-larut dalam kepedihan di masa lalu. Haitsam memilih kembali fokus dengan meeting-nya siang ini.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Kasih Respati

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Cinta Belum Berakhir Cinta Belum Berakhir Kasih Respati Romantis
“Haitsam tidak pernah menyangka kalau ia akan dipertemukan lagi dengan wanita masa lalunya. Seorang wanita cantik bernama Kanaya, yang lima tahun lalu tega meninggalkan Haitsam tanpa pamit. Haitsam hanya tahu kalau Kanaya terpaksa mencampakkannya karena harus menikah dengan pria pilihan orang tua. Setelah lima tahun berlalu, Haitsam tiba-tiba dipertemukan lagi dengan Kanaya dan justru ditakdirkan harus berada di dekat Kanaya setiap harinya. Ia ditugaskan oleh atasannya untuk membimbing Kanaya dalam mengelola perusahaan atasannya tersebut. Haitsam sama sekali tak bisa menolak perintah sang atasan. Hampir setiap hari ia harus berhadapan dengan Kanaya. Ia merasa tersiksa karena perasaan cintanya terhadap Kanaya sedari dulu sampai sekarang masih sama. Namun, sebisa mungkin Haitsam mengabaikan rasa itu karena ia tidak ingin mengkhianati kepercayaan sang atasan yang notabene adalah ayah mertua Kanaya. Bagaimana Haitsam menghadapi hari-harinya yang berat itu? Apa yang akan terjadi jika saja ayah mertua sekaligus suami Kanaya tahu tentang masa lalu Haitsam dan juga Kanaya? Lalu bagaimana perasaan Kanaya saat ini pada Haitsam?”
1

Bab 1 Siapa Menantu Harry

28/11/2023

2

Bab 2 Wanita yang Mirip Dengannya

28/11/2023

3

Bab 3 Cinta tak Direstui

28/11/2023

4

Bab 4 Rasa yang tak Pernah Padam

28/11/2023

5

Bab 5 Saingan Kanaya

28/11/2023

6

Bab 6 Cemburu

28/11/2023

7

Bab 7 Penyakit Kanaya

28/11/2023

8

Bab 8 Ikhlas Melepasmu

28/11/2023

9

Bab 9 Rasa Bersalah

28/11/2023

10

Bab 10 Kapan Hamil

28/11/2023

11

Bab 11 Rahasia Besar Adam

28/11/2023

12

Bab 12 Upaya Menjauhkan Diri

28/11/2023

13

Bab 13 Pertemuan tak Terduga

28/11/2023

14

Bab 14 Amarah Rania

28/11/2023

15

Bab 15 Kelicikan Adam

28/11/2023

16

Bab 16 Panggilan Sayang

28/11/2023

17

Bab 17 Move On, Bisa Tidak Ya

08/12/2023

18

Bab 18 Ancaman Veny

09/12/2023

19

Bab 19 Masih Cinta

10/12/2023

20

Bab 20 Ketidaktegasan Ramdan

11/12/2023

21

Bab 21 Bolehkah Menginap di Tempatmu

12/12/2023

22

Bab 22 Ketahuan Berpelukan

13/12/2023

23

Bab 23 Hati yang Patah

14/12/2023

24

Bab 24 Janji Haitsam

15/12/2023

25

Bab 25 Kado Terburuk

16/12/2023

26

Bab 26 Perhatian Kecil

19/12/2023

27

Bab 27 Kelicikan Rania

20/12/2023

28

Bab 28 Kutunggu Jandamu

21/12/2023

29

Bab 29 Dipertemukan Kembali

22/12/2023

30

Bab 30 Jiwa Matre Adam

23/12/2023

31

Bab 31 Rahasia Besar

24/12/2023

32

Bab 32 Permintaan Ramdan

25/12/2023

33

Bab 33 Kecolongan

26/12/2023

34

Bab 34 Kembali Rapuh

28/12/2023

35

Bab 35 Cogan Setia

29/12/2023

36

Bab 36 Galang

30/12/2023

37

Bab 37 Veny yang Malang

31/12/2023

38

Bab 38 Kanaya atau Veny

01/01/2024

39

Bab 39 Ayah Angkat

02/01/2024

40

Bab 40 Ketakutan Kanaya

03/01/2024