Terpaut Cinta Dua Pria

Terpaut Cinta Dua Pria

Senja Berpena

5.0
Komentar
2.3K
Penayangan
34
Bab

Hubungan Rhea dan Mario sudah terjalin satu tahun lamanya. Mario berniat akan menikahi Rhea di tahun ini agar wanita itu tidak pergi meninggalkan dirinya. Rhea yang memiliki seorang anak hasil hubungannya dengan mantan kekasihnya terdahulu. Hanya saja, wanita itu tidak pernah mau memberi tahu Brandon tentang anak mereka. Di sisi lain, hubungannya dengan Mario tidak semulus yang dikira. Keluarga Mario yang merupakan keluarga konglomerat tidak merestui hubungannya dengan Rhea karena wanita itu telah memiliki seorang anak dari lelaki lain. Meski Mario tidak peduli, akan tetapi keluarganya tetap menentang hubungannya itu. Hingga membuatnya sulit menikahi Rhea sebab kartu identitasnya ditahan oleh sang ayah. Dalam hubungannya yang masih ruwet, Brandon mengetahui bila dirinya memiliki seorang anak dengan Rhea. Lelaki itu mendesak Rhea agar jujur mengenai Kaisan-anak mereka. Hingga akhirnya Rhea mengatakan yang sebenarnya. Betapa terkejutnya Brandon bila selama ini ia memiliki seorang anak dari Rhea.

Terpaut Cinta Dua Pria Bab 1 Pertemuan tak Terduga

"Rhea?" Mario menghampiri Rhea yang tengah membuat list apa saja yang harus disiapkan untuk ulang tahun nanti.

Ia lalu menoleh kepada Mario. "Iya, Mario? Ada apa?" tanyanya kemudian. Perempuan tangguh-ditinggal pergi oleh sang kekasih saat dirinya tengah mengandung Kaisan tiga tahun yang lalu.

Mario kemudian duduk di samping perempuan itu sembari mengulas senyumnya. "Aku nggak bisa ngasih hadiah yang mewah untuk Kaisan. Modal usahaku masih butuh banyak dan hanya bisa kasih ini buat dia."

Mario memberikan kotak kado berukuran cukup besar kepada Rhea untuk Kaisan. Anak kecil itu akan berulang tahun ketiga tahun satu minggu yang akan datang.

Sebagai ibu yang bertanggung jawab dan sangat menyayangi anaknya itu, Rhea hendak merayakan acara ulang tahun anaknya di sebuah hotel mewah.

Perempuan itu lantas terkekeh pelan. "Ya udah sih, nggak ngasih juga nggak apa-apa. Yang penting nanti kamu hadir di sana, sebagai ayahnya."

Mario lalu mengulas senyumnya. "Bahkan aku belum berani lamar kamu karena belum punya apa-apa. Sudah dua tahun padahal, aku ada di sini."

Rhea lalu mengusapi lengan lelaki itu dengan lembut. "Yang penting kamu masih mau menemani aku dan Kaisan juga udah deket banget sama kamu. Bahkan menganggap kamu sebagai ayah kandungnya."

"Aku senang, Rhea. Tapi, ada rasa tidak enak hati juga karena belum bisa jadi ayah yang baik buat Kaisan."

Perempuan itu hanya menghela napasnya. Ia lalu menyimpan kado tersebut di atas tempat tidurnya.

"Udah, jangan terlalu memikirkan hal itu. Selama dua tahun ini aku nggak pernah minta kamu buat lamar aku. Yang penting kamu ada di sini, udah buat aku nyaman."

Mario lalu mengulas senyumnya. "Terima kasih, Rhea. Oleh karena ini, aku selalu jatuh hati pada kamu."

Rhea membalas senyum itu.

Tok tok tok!

"Permisi, Non. Ada telepon dari sekolahnya Kaisan." ART yang bekerja di rumah Rhea masuk ke dalam kamar memberi tahu ada panggilan telepon dari sekolah Kaisan.

Rhea lalu menyambungkan telepon yang ada di ruang tengah itu ke telepon di dalam kamarnya.

"Selamat siang, saya dengan ibunya Kaisan."

"Selamat siang, Ibu. Mohon maaf mengganggu waktunya. Apakah Ibu bisa ke sekolah sekarang juga? Anak Ibu, Kaisan tadi bertengkar lagi dengan teman satu kelasnya."

"Apa? Ya ampun. Kaisan kenapa lagi. Baik, Bu. Saya segera ke sana." Rhea lalu menutup panggilan tersebut.

"Ada apa, Rhea? Kaisan kenapa lagi?" tanya Mario tampak cemas.

Rhea menghela napas kasar. "Kaisan ... berantem lagi sama teman kelasnya. Aku ke sekolah dulu. Kamu, lagi nggak ada kerjaan, kan? Tolong tulis nama-nama yang mau diundang ini, yaa."

Mario mengangguk. "Beres!"

Rhea lalu menerbitkan senyumnya. "Thank you!" ucapnya lalu segera beranjak dari duduknya dan mengambil kunci mobil untuk menjemput anaknya yang lagi dan lagi bertengkar dengan teman satu kelasnya.

Lima belas menit kemudian, Rhea tiba di sekolah anaknya itu. Lalu masuk ke dalam kelas yang mana anak kecil yang sudah dipukul oleh Kaisan tengah menangis histeris.

"Sayang. Kamu kenapa lagi, heum? Kenapa temannya dipukul?" Rhea memegang kedua tangan anaknya itu sembari mengusapi rambutnya.

"Biasalah, Bu. Anak kecil kadang kalau diganggu pasti akan marah. Tapi, kali ini Kaisan benar-benar marah. Gaftan selalu mengganggunya, makanya Kaisan memukul wajahnya Gaftan." Bu Ira memberi tahu kronologinya.

Rhea lalu memejamkan matanya sekejap dan menatap Kaisan lagi. "Minta maaf ya, Nak. Mami tidak pernah mengajarkan kamu untuk memukul teman kamu. Tidak boleh ya, Nak. Sekarang minta maaf!" titah Rhea dengan suara lembutnya.

Kaisan hanya menggeleng. Tidak berucap apa pun hanya melirik pada Gaftan yang masih menangis.

"Bu. Orang tuanya Gaftan juga dipanggil? Saya mau tanggung jawab dan meminta maaf," ucap Rhea bertanya kepada Bu Ira.

"Masih di jalan, Bu. Ibunya katanya tidak bisa datang. Nanti ayahnya yang datang kemari."

"Oh, iya. Biasanya, kalau dengan ayahnya tidak akan seribet dengan ibunya." Rhea meringis pelan.

Bu Ira terkekeh pelan. "Ibunya Gaftan memang jarang mengantar dia ke sekolah, Bu. Yang sering mengantarnya ke sekolah itu ayahnya. Berangkat dan pulang pasti ayahnya yang menjemput."

Rhea manggut-manggut dengan pelan. Ia lalu mengusapi pucuk rambut Gaftan dengan lembut. "Maafin Kaisan ya, Sayang. Nanti Tante beliin es krim. Mau?"

"Gaftan alergi susu, Bu. Jangan diberi jajanan seperti itu."

Rhea mengerutkan keningnya. Ia lalu menoleh dengan cepat kepada Gaftan dan menatapnya dengan lekat. Lalu menatap Kaisan lagi. Ada kesamaan dari wajah kedua anak itu.

"Ngomong-ngomong, karena Kaisan baru satu bulan sekolah di sini, dan saya selalu memikirkan ini. Mohon maaf sebelumnya. Tapi, wajah mereka hampir mirip, yaa. Saya pikir, Ibu masih terikat saudara dengan orang tuanya Gaftan."

'Dan ternyata Ibu Ira juga merasakan hal yang aku rasakan juga. Mungkinkah anak ini ....' Rhea berucap dalam hatinya.

"Bu Rhea?" Bu Ira menepuk pundah Rhea karena terlihat melamun.

Perempuan itu lantas menoleh kepada Bu Ira. "Kalau boleh tahu, nama orang tua Gaftan siapa ya, Bu?" tanyanya kemudian.

"Ibu Tari dan Pak Brandon, Bu."

Detik itu juga, Rhea membolakan matanya serta menutup mulutnya lantaran terkejut kala tahu dan yang dia kira tadi memanglah benar.

"Itu dia, papanya datang." Bu Ira menunjuk Brandon yang baru saja tiba dan langsung memeluk anaknya itu sembari mengusapi pucuk kepalanya.

Rhea tidak ingin menoleh. Tidak mau melihat lelaki yang sudah hampir empat tahun lamanya ini menghilang darinya.

'Kenapa? Kenapa harus dipertemukan lagi dengan manusia bodoh itu?' ucapnya dalam hati.

"Jangan menangis lagi ya, Nak. Ada Papa di sini. Cuma kegores kukunya sedikit, tidak apa-apa. Anak jagoan nggak boleh nangis, oke?" ucap Brandon dengan suara lembutnya.

Rhea menggenggam erat tangan Kaisan seraya menekan dadanya yang terasa sesak. Ingin mengeluarkan air matanya, namun masih ia tahan.

"Gaftan-nya jahat, Om. Ganggu aku terus," ucap Kaisan dengan suara khas anak kecil.

Brandon lalu menoleh pada Kaisan. Betapa terkejutnya ia kala melihat wajah tampan anak itu.

"Bu Rhea, Pak Brandon. Saya permisi dulu sebentar, yaa."

Brandon lantas membolakan matanya. "Rhea?" ucapnya pelan.

Detik itu juga, Rhea langsung menggendong anaknya tanpa mau menoleh pada Brandon. Tidak ingin lelaki itu mengenali anaknya.

"Rhea, tunggu!" Brandon menahan tangan Rhea dan menggenggamnya dengan sangat erat.

"Lepas!" ucap Rhea dengan tegas. Ia lalu mengibaskan tangannya yang digenggam oleh Brandon tadi.

Brandon menatap wajah Kaisan yang tengah digendong oleh Rhea. Hidung dan matanya tidak bisa mengelak kalau anak kecil itu adalah anaknya.

"Kenapa kamu menyembunyikan ini dari aku, Rhea?" tanya Brandon meminta penjelaan kepada Rhea tentang anak yang digendong oleh perempuan itu.

"Rhea, jawab!" Brandon meminta Rhea untuk menjawab pertanyaannya tadi.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Senja Berpena

Selebihnya

Buku serupa

Terjebak Gairah Terlarang

Terjebak Gairah Terlarang

kodav
5.0

WARNING 21+‼️ (Mengandung adegan dewasa) Di balik seragam sekolah menengah dan hobinya bermain basket, Julian menyimpan gejolak hasrat yang tak terduga. Ketertarikannya pada Tante Namira, pemilik rental PlayStation yang menjadi tempat pelariannya, bukan lagi sekadar kekaguman. Aura menggoda Tante Namira, dengan lekuk tubuh yang menantang dan tatapan yang menyimpan misteri, selalu berhasil membuat jantung Julian berdebar kencang. Sebuah siang yang sepi di rental PS menjadi titik balik. Permintaan sederhana dari Tante Namira untuk memijat punggung yang pegal membuka gerbang menuju dunia yang selama ini hanya berani dibayangkannya. Sentuhan pertama yang canggung, desahan pelan yang menggelitik, dan aroma tubuh Tante Namira yang memabukkan, semuanya berpadu menjadi ledakan hasrat yang tak tertahankan. Malam itu, batas usia dan norma sosial runtuh dalam sebuah pertemuan intim yang membakar. Namun, petualangan Julian tidak berhenti di sana. Pengalaman pertamanya dengan Tante Namira bagaikan api yang menyulut dahaga akan sensasi terlarang. Seolah alam semesta berkonspirasi, Julian menemukan dirinya terjerat dalam jaring-jaring kenikmatan terlarang dengan sosok-sosok wanita yang jauh lebih dewasa dan memiliki daya pikatnya masing-masing. Mulai dari sentuhan penuh dominasi di ruang kelas, bisikan menggoda di tengah malam, hingga kehangatan ranjang seorang perawat yang merawatnya, Julian menjelajahi setiap tikungan hasrat dengan keberanian yang mencengangkan. Setiap pertemuan adalah babak baru, menguji batas moral dan membuka tabir rahasia tersembunyi di balik sosok-sosok yang selama ini dianggapnya biasa. Ia terombang-ambing antara rasa bersalah dan kenikmatan yang memabukkan, terperangkap dalam pusaran gairah terlarang yang semakin menghanyutkannya. Lalu, bagaimana Julian akan menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihan beraninya? Akankah ia terus menari di tepi jurang, mempermainkan api hasrat yang bisa membakarnya kapan saja? Dan rahasia apa saja yang akan terungkap seiring berjalannya petualangan cintanya yang penuh dosa ini?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Terpaut Cinta Dua Pria Terpaut Cinta Dua Pria Senja Berpena Romantis
“Hubungan Rhea dan Mario sudah terjalin satu tahun lamanya. Mario berniat akan menikahi Rhea di tahun ini agar wanita itu tidak pergi meninggalkan dirinya. Rhea yang memiliki seorang anak hasil hubungannya dengan mantan kekasihnya terdahulu. Hanya saja, wanita itu tidak pernah mau memberi tahu Brandon tentang anak mereka. Di sisi lain, hubungannya dengan Mario tidak semulus yang dikira. Keluarga Mario yang merupakan keluarga konglomerat tidak merestui hubungannya dengan Rhea karena wanita itu telah memiliki seorang anak dari lelaki lain. Meski Mario tidak peduli, akan tetapi keluarganya tetap menentang hubungannya itu. Hingga membuatnya sulit menikahi Rhea sebab kartu identitasnya ditahan oleh sang ayah. Dalam hubungannya yang masih ruwet, Brandon mengetahui bila dirinya memiliki seorang anak dengan Rhea. Lelaki itu mendesak Rhea agar jujur mengenai Kaisan-anak mereka. Hingga akhirnya Rhea mengatakan yang sebenarnya. Betapa terkejutnya Brandon bila selama ini ia memiliki seorang anak dari Rhea.”
1

Bab 1 Pertemuan tak Terduga

24/11/2023

2

Bab 2 Jawaban yang Berbeda

24/11/2023

3

Bab 3 Jangan Sembunyi

24/11/2023

4

Bab 4 Orang Tua Rhea Khawatir

24/11/2023

5

Bab 5 Akan Membuangnya

24/11/2023

6

Bab 6 Sikap tak Biasa Mario

24/11/2023

7

Bab 7 Akan Melakukan Tes DNA

24/11/2023

8

Bab 8 Sudah Pulang

24/11/2023

9

Bab 9 Pesan Haru dari Mario

24/11/2023

10

Bab 10 Anugerah Terindah

24/11/2023

11

Bab 11 Sakit yang Sering Datang Tiba-tiba

24/11/2023

12

Bab 12 Masalah pada Bagian Hati Mario

24/11/2023

13

Bab 13 Penyakit Mematikan

24/11/2023

14

Bab 14 Tidak Siap

24/11/2023

15

Bab 15 Pengakuan Mario

24/11/2023

16

Bab 16 Anggap Semua Angin Lalu

24/11/2023

17

Bab 17 Tak Suka Melihatnya

24/11/2023

18

Bab 18 Sudah ada di Tangan Oma

24/11/2023

19

Bab 19 Lanjutkan atau Batalkan

24/11/2023

20

Bab 20 Takut Rhea Berubah Pikiran

24/11/2023

21

Bab 21 Jangan Dilepas!

24/11/2023

22

Bab 22 Tidak ada Bulan Madu

28/11/2023

23

Bab 23 Usul Manda untuk Rhea

29/11/2023

24

Bab 24 Pasang Iklan

29/11/2023

25

Bab 25 Operasi

30/11/2023

26

Bab 26 Meninggal Dunia

30/11/2023

27

Bab 27 Back to Me

02/12/2023

28

Bab 28 Tidak perlu Tahu

02/12/2023

29

Bab 29 Mengikuti Rhea

03/12/2023

30

Bab 30 Mau Mengembalikan Rhea pada Brandon

03/12/2023

31

Bab 31 Meminta Mendonorkan Hatinya

12/12/2023

32

Bab 32 Mengkhawatirkan Perasaan Rhea

14/12/2023

33

Bab 33 Jangan Makan Mami!

15/12/2023

34

Bab 34 Menyiapkan Semuanya

15/12/2023