Sweet Stalker

Sweet Stalker

Rinai Hening

5.0
Komentar
10.7K
Penayangan
63
Bab

Anya, gadis cantik yang memiliki pekerjaan rahasia sebagai penguntit profesional harus menerima suratan takdir ketika tanpa rencana hatinya tertaut pada Senopati Rajata. Clientnya sendiri. Senopati, seorang playboy kelas kakap dan kaya raya dari trah Dwisastro nyatanya luluh dan lemah ketika hatinya mendadak berbelok pada Anya. Seorang penguntit (stalker) dengan pesona luar biasa yang ia sewa untuk memata-matai tunangannya sendiri. Ketika Seno dan Anya mulai menyadari ada getaran aneh yang mereka artikan sebagai cinta, semesta justru bercanda dengan memisahkan hati keduanya yang sudah tertaut rasa. Akankah perasaan keduanya akan berlabuh di muara yang sama dengan segala perbedaan yang membentang?

Sweet Stalker Bab 1 Pokoknya Rahasia

Revanya Yeslyn atau yang lebih dikenal dengan panggilan Anya, sedang menekuri lagi badan email yang terpampang di layar laptop dihadapannya. Ada yang aneh dengan nama email pengirimnya kali ini. Entah kenapa Anya merasa seolah nama Senopati Rajata D (senoptrjtdwi@ymail.com) terasa tak asing di benaknya. Namun gadis itu tak bisa mengingat dengan jelas pernah bertemu di mana dengan sosok ini. Ini sudah ketiga kalinya Anya membaca berulang-ulang email yang berisi perintah untuk pekerjaan rahasianya yang akan dikerjakan mulai minggu depan.

'Saya mendapat alamat email anda dari rekan saya yang bernama Yudhis. Dia mantan client yang sudah menggunakan jasa anda beberapa bulan silam. Karena saya memiliki situasi yang hampir sama dengan Yudhis maka saya membutuhkan jasa anda sebagai stalker untuk membuntuti seseorang dengan data yang saya sebutkan di bawah ini.

Nama : Yosanna Andriani

Alamat : Apartment Jingga tower A, unit 324

Pekerjaan : Model

Satu permintaan lagi yang saya harap bisa anda penuhi sebelumnya. Kita harus bertemu secara langsung untuk membicarakan hal detail yang tidak bisa saya sebutkan hanya lewat email seperti ini. Dengan begitu saya akan bersedia membayar jasa anda tiga kali lipat dari tariff normal yang anda tentukan.

Salam,

Senopati R.D'

"Tiga kali lipat?" gumam Anya seorang diri. "Gila aja nih orang sok kayak banget."

Sebagai seorang yang merahasiakan pekerjaannya sebagai stalker tentu saja Anya tak langsung menyetujui permintaan client barunya ini. Siapa tadi namanya ... si Senopati blablabla itulah pokoknya. Jangankan orang lain, saudara, orang tua, bahkan teman terdekat Anya saja tidak ada yang tahu tentang pekerjaannya sebagai penguntit ini. Lantas bagaimana mungkin ia tiba-tiba menyetujui untuk bertemu dengan orang asing yang baru saja menghubunginya.

"Tapi kalau dikasih bayaran sampai tiga kali lipat sih ...." gumam Anya bermonolog lantas mengambil ponsel untuk membuka aplikasi kalkulator dan menghitung kasar berapa rupiah yang akan ia terima jika mengambil tawaran ini.

"Wow ... ajegile, bisa sampai sembilan puluh juta belum termasuk transportasi, tips dan lain-lain doong." mata Anya terbelalak cerah kala melihat deretan angka yang ada di layar gawainya.

Otak Anya berpikir cepat untuk menguji keseriusan calon client potensialnya kali ini. Bukan hanya karena nominal yang ditawarkan lebih banyak. Tapi juga alasan di balik keinginannya bertemu dengan Anya. Jika memang dia ingin bertemu karena ada detail pekerjaan yang spesifik tentu saja apa yang akan diselidiki dari seorang Senopati ini adalah hal yang sangat penting.

Seiring dengan ide yang melintas cepat di kepalanya, jemari Anya juga langsung mengetikkan balasan singkat untuk Senopati.

'Lima kali lipat?'

Setelah menekan tombol KIRIM, Anya cepat-cepat menutup emailnya. Apalagi setelah mendengar samar suara langkah kaki yang mendekati ruang meeting di mana ia berada.

"Heiii, anak perawan nggak boleh ngelamun aja sore-sore. Pamali Anya!"

Anya yang terlonjak sedikit menutup layar laptopnya karena kehadiran Prita juga Sandra, dua orang gadis yang sama-sama bekerja di salah satu wedding organizer ternama sama seperti dirinya. Anya selama ini dikenal disebagai salah satu pembawa acara dalam setiap acara-acara yang mendaulat 'Bliss Wedding', nama WO tempatnya bekerja.

"Heh, udah kelar kerjaan kalian berdua, Prit, San?" Anya mengulas senyum kaku saat membalas sapaan Prita juga melirikkan mata ke arah Sandra yang sedang manyun tak karuan.

"Udah lah, sampe panas telinga gue. Pasangan yang kali ini ribet banget permintaannya." gumam Prita setelah melesakkan bokongnya duduk di sebelah Anya.

"Boro-boro, masa dia juga minta ganti make up setiap dua jam sekali. Riasan ala India lah, Arab lah, Eropa terakhir adat Bali dan Jawa ganti-gantian. Duuuh ... rewel!" Sandra yang bertugas sebagai MUA juga ikut menimpali.

"Elo sendiri kenapa belum pulang sampai jam segini? run down buat acara besok lusa bukannya udah oke? garap proposal skripsi lagi? atau ada job baru?" Prita melirik penasaran ke arah layar laptop Anya. Kadang sedikit heran dengan tingkah Anya yang selalu menyembunyikan apa yang tengah ia kerjakan di alat tersebut.

"Ya begitulah, gue udah bayar orang buat ngerjain proposal skripsi gue. Ini gue lagi ada kerjaan lain aja kok."

"Elo kerja apaan lagi sih, An. Sok misterius banget deh sampe sekarang nggak mau cerita ke kita-kita. Pelit lo, Nyai." dengkus Sandra mengerucutkan bibir.

"Elo nggak bakal paham kali San," kekeh Anya lantas bangkit setelah menutup laptopnya yang sudah ia matikan daya.

"Berhubungan sama apaan sih? MC juga? WO juga? atau apa? cerita kek dikit-dikit." Si cantik Prita tertular mencecar Anya.

"Berhubungan dengan apa ya ... hmmm," Anya mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya ke dagu seraya berpikir. "Pokoknya berhubungan dengan ... skandal-skandal terlarang gitu deh." bisik Anya lantas terkekeh meninggalkan Prita dan Sandra yang mendengkus bersamaan.

"Anjirrr! Elo wartawan? atau paparazzi gitu? atau jangan mata-mata?" Ternyata Prita ikut bangkit. Mengikuti langkah Anya yang keluar dari ruang rapat sebelah utara Bliss Wedding yang sering digunakannya kala senggang.

Anya terbahak mendengar rentetan pertanyaan dari Prita yang menurutnya menggelikan. "Bukan ketiganya, Prit."

"Terus?" suara Sandra ikut mengekor.

"Mending elo nggak perlu tau lah, Prit, San. Daripada kalian ilfeel sama gue nantinya." Anya bergerak cepat memasukkan barang-barang ke dalam backpack yang selalu ia bawa ke mana-mana.

"Jangan-jangan elo simpenan om-om pejabat ya?" Prita mencekal lengan Anya pelan.

"Naah jangan-jangan, duit lo kan meteran nggak habis-habis! Dari mana coba?" Si Sandra yang kadang kalem lemah lembut kini ikut melotot pada Anya.

"Heh!! ada tuduhan yang lebih jahat lagi nggak sih kalian-kalian ini?"

"Habisnya, elo kan cantik, pinter, cuma males kuliah aja. Jangan-jangan elo jadi sugar baby, makanya udah males ngerjain kuliah, mending jadi cem-ceman aja kan."

"Ngawur banget otak lo, Prita! Pokoknya kerjaan sampingan gue itu penuh dengan misi rahasia! wajib terjaga! Elo nggak perlu mikir macem-macem karena kerjaan gue halal kok dan cukup gue aja yang tau, kalau cuannya lancar toh kalian kecipratan juga." ceramah Anya membela diri.

"Heleeh, sok banget deh rahasia-rahasiaan segala si lampir satu nih. Pantesan kuliah lo keteteran sampe molor beberapa tahun, kerjaan lo ngelayap nggak jelas sih. Nggak bosen apa mahasiswi bangkotan?" cibir Prita mencebik.

Anya hanya nyengir kuda tak merasa tersinggung tiap kali temannya ini membahas tentang masa kuliahnya yang memang mengenaskan sekali. Pendidikannya di perguruan tinggi memang terbengkalai lantaran Anya terlalu sibuk dan nyaman dunia kerja. Namun ia juga tak ingin meninggalkannya begitu saja, karena itulah Anya bahkan bersedia membayar mahal salah satu juniornya di kampus yang terkenal sebagai mahasiswa berprestasi untuk mengerjakan semua tugas bahkan sampai proposal skripsinya.

"Hahahaha ... bodo amat lah dibilang mahasiswi bangkotan, asal hidup gue happy, aman nyaman dan banyak cuan." kelakar Anya tak mau ambil pusing.

Setelah memastikan barang-barangnya rapi dan sudah masuk tas semua, Gadis cantik itu kembali bangkit untuk berpamitan pada kedua sahabatnya. Namun gerakannya terhenti ketika merasakan getar dan bunyi notifikasi ponsel yang mengisyaratkan ada email yang baru saja mauk ke kotak masuknya. Untuk beberapa saat, Anya terpaku pada layar gawai di tangannya.

Hingga satu detik kemudian matanya kembali terbeliak hampir tak percaya. Satu tangannya terangkat menutup mulutnya yang spontan terbuka karena terkejut dengan apa yang dia baca.

"ANJIIRRRR!! nih orang beneran sultan ternyata!!" pekik Anya hampir melupakan keberadaan dua sahabat super keponya.

***

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Rinai Hening

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Sweet Stalker Sweet Stalker Rinai Hening Romantis
“Anya, gadis cantik yang memiliki pekerjaan rahasia sebagai penguntit profesional harus menerima suratan takdir ketika tanpa rencana hatinya tertaut pada Senopati Rajata. Clientnya sendiri. Senopati, seorang playboy kelas kakap dan kaya raya dari trah Dwisastro nyatanya luluh dan lemah ketika hatinya mendadak berbelok pada Anya. Seorang penguntit (stalker) dengan pesona luar biasa yang ia sewa untuk memata-matai tunangannya sendiri. Ketika Seno dan Anya mulai menyadari ada getaran aneh yang mereka artikan sebagai cinta, semesta justru bercanda dengan memisahkan hati keduanya yang sudah tertaut rasa. Akankah perasaan keduanya akan berlabuh di muara yang sama dengan segala perbedaan yang membentang?”
1

Bab 1 Pokoknya Rahasia

06/11/2023

2

Bab 2 Playboy Nggak Peka

06/11/2023

3

Bab 3 Persaingan Tak Kasat Mata

06/11/2023

4

Bab 4 Berita Lain Lagi

06/11/2023

5

Bab 5 Wajah Tak Asing

06/11/2023

6

Bab 6 Pengintaian Pertama

06/11/2023

7

Bab 7 Personal Assistant

06/11/2023

8

Bab 8 Pria Itu Lagi

06/11/2023

9

Bab 9 Gadis Dingin

06/11/2023

10

Bab 10 Desiran Aneh

06/11/2023

11

Bab 11 Pemandangan Memuakkan

06/11/2023

12

Bab 12 Tinggal Menunggu Waktu

06/11/2023

13

Bab 13 Sahabat Kepo

06/11/2023

14

Bab 14 Pertemuan Tak Diinginkan

06/11/2023

15

Bab 15 Disambut Resah

19/11/2023

16

Bab 16 Kebetulan

21/11/2023

17

Bab 17 Denial

24/11/2023

18

Bab 18 Over PD

24/11/2023

19

Bab 19 Para Playboy

24/11/2023

20

Bab 20 Di Luar Kendali

04/12/2023

21

Bab 21 Mana Mungkin

05/12/2023

22

Bab 22 Bukan Klarifikasi

06/12/2023

23

Bab 23 Harapan Mama

08/12/2023

24

Bab 24 Secuil Keberuntungan

09/12/2023

25

Bab 25 Masih Penasaran

11/12/2023

26

Bab 26 Bukan Klien Biasa

18/12/2023

27

Bab 27 Misi Makassar

20/12/2023

28

Bab 28 Keributan

21/12/2023

29

Bab 29 Plot Twist

27/12/2023

30

Bab 30 Kejutan Berlanjut

28/12/2023

31

Bab 31 Obat Mujarab

30/12/2023

32

Bab 32 Harta Berharga

31/12/2023

33

Bab 33 Berpayung Duka

02/01/2024

34

Bab 34 Tebakan Mama

03/01/2024

35

Bab 35 Resign

05/01/2024

36

Bab 36 Titah Mama

07/01/2024

37

Bab 37 Coincidence

08/01/2024

38

Bab 38 Playboy Posesif

10/01/2024

39

Bab 39 Si Kualitas Super

11/01/2024

40

Bab 40 Kunjungan Yosa

12/01/2024