SERPIHAN DENDAM MASA LALU

SERPIHAN DENDAM MASA LALU

Ayesha Razeeta

4.0
Komentar
2.9K
Penayangan
50
Bab

Rianna Lopez, adalah wanita berusia 27 tahun, berwajah cantik dan menawan, kehidupannya yang tentram dan bahagia hancur setelah dia melihat bagaimana kakak laki-lakinya dibunuh oleh suruhan orang yang pernah ditemui 2 tahun lalu. Melihatnya membuatnya menyesal karena pernah menolongnya pria berhati iblis seperti Alexander. Bahkan penghianatan kekasih dan sahabatnya membuatnya semakin merasa bahwa dia benar-benar sendiri di dunia ini. Hatinya yang sebelumnya lembut berubah menjadi batu. Dia menjual kedai dan rumah peninggalan keluarganya kemudian kembali pergi meninggalkan kota yang banyak sekali meninggalkan luka untuknya. Dia pergi untuk mempersiapkan diri untuk kembali membalas dendamnya, membalas mereka yang menghianatinya dan menepati janjinya kepada kakak laki-lakinya. Kematian Alexander. Dan penyesalan Orion, dia akan membuat keduanya menyesal karena pernah membuatnya terluka. Lalu setelah dia kembali dan bertemu dengan Alexander apakah dia bisa memenuhi janjinya untuk membunuh pria itu seperti janjinya?

SERPIHAN DENDAM MASA LALU Bab 1 TRAGEDI

Di sebuah pemakaman, seorang wanita cantik bermata hitam tengah berdiri menatap gundukan tanah baru yang masih basah. Awan hitam pekat di atas kepalanya sudah memayungi seperti tahu bagaimana perasaan gadis yang tidak meneteskan air mata sedikitpun.

Dia melihat dengan jelas bagaimana kakaknya dihabisi di depan matanya malam itu dengan sangat keji. Bahkan teriakan kakaknya yang mengiba tidak juga membuat hati si pembunuh luluh. Sangat kejam.

Rianne Lopez, adalah wanita berusia 27 tahun. Memiliki kedai kopi di pinggiran kota, tidak jauh dari tempat tinggalnya. Karena sudah larut dia memutuskan untuk pulang karena pengunjung juga sudah tidak ada yang datang.

Di jalan tiba-tiba saja gerimis turun, membuatnya berlari kecil karena tidak ingin tubuhnya basah jika tidak segera sampai di rumah.

Dia tinggal bersama saudara laki-lakinya Arche yang berusia 32 tahun, pria yang baik dan penuh dengan perhatian, tidak ada celah keburukan di mata Rianne untuk Arche kakaknya.

Tetapi kenapa pria-pria jahat itu dengan kejamnya mencabut nyawa yang bukan miliknya? Bahkan pihak berwajib seolah menutup mata dan telinga mereka dengan kasus yang menimpa saudaranya.

"Kak ... Kau berbohong, kau mengatakan bahwa kau akan selalu menjaga dan bersamaku selamanya, tapi ...." senyumnya kecil tercetak di bibir mungilnya dia melanjutkan "Tapi kau meninggalkanku, kau melupakan semua janjimu, apakah kali ini aku boleh membencimu?"

Nada suaranya pelan dan dingin, siapapun yang mendengarnya pasti akan merasakan bagaimana rasa sakit yang dia rasakan sampai ke jantung-jantungnya.

"Kalian bertiga tidak pernah benar-benar sayang padaku, kasih sayang yang kalian berikan hanyalah kasih sayang palsu." Dia melihat dua makam yang lain di samping makam kakaknya. Makam kedua orang tuanya.

Mereka meninggal karena kecelakaan lalu lintas bahkan tidak satupun dari penyidik mencari tahu apa penyebabnya. Sangat malang.

Rianne masih berdiri disana menatap nanar ke tiga gundukan yang berjejer di depan nya, sekarang dia benar-benar sendiri. Tidak akan ada lagi tepatnya untuk bermanja-manja. Saudaranya Arche yang selalu memiliki waktu luang untuknya sekarang sudah pergi meninggalkannya juga.

"Kak ... Aku berjanji, aku akan membalas rasa sakitmu malam itu, aku akan menemukan orang yang telah membuatmu meninggalkanku sendiri, aku berjanji akan menguburkannya di samping pemakamanmu."

Setelah mengatakan itu. Gadis itu memutar badan dan meninggalkan makam dalam keadaan yang basah kuyup, sejak tadi hujan sudah turun dan tidak mampu menahan diri untuk tidak menyiram semua kesedihan yang Anna rasakan.

Kaki jenjangnya menuju mobil tua kakaknya satu-satunya barang kesayangan kakaknya yang masih bisa digunakan. Dia melajukan mobil dengan wajah datar dan dingin. Tidak peduli deras hujan dan kencangnya angin, hatinya masih sama. Keras.

Beberapa menit di perjalanan dia sampai di pekarangan rumah bercat putih dengan nuansa klasik, rumah sederhana peninggalan keluarganya, di rumah ini dia bisa merasakan bagaimana kehilangan keluarganya.

Menghela nafas panjang, dia memasuki rumah dan berjalan gontai kearah kamarnya, masuk ke kamar mandi dan berendam dengan air hangat. Dia berjanji akan hidup lebih lama untuk membalas pembunuh kakaknya. Tuhan akan mengantarkannya kesana dia yakin itu.

***

Di tempat yang berbeda di dalam ruangan serba hitam, seorang pria berperawakan tinggi dan tegap tengah bersandar di kursi kebesarannya, membelakangi keempat suruhannya yang menunduk karena takut.

Suara berat dan dingin pria itu semakin membuat keempatnya merinding dan tidak berani bernapas.

"Kalian tahu apa akibatnya jika kalian membangkang perintahku?" suaranya berat dan dingin.

Pria itu memutar kursinya dan menghadap ke empat pria dengan pakaian hitam di depannya, keempatnya masih menunduk karena takut, bisa saja malam ini mereka semua terkubur karena nyawanya tercabut.

"Ma-maafkan kami boss." Salah satu diantara mereka terpaksa membuka suara karena jika tidak habislah mereka semua.

Senyum iblis tercetak di bibir pria yang sekarang sudah berdiri dari kursinya membuat keempatnya semakin takut. Derap langkah sepatu membuat bulu kuduk mereka meremang, sebentar lagi, maka nyawa mereka habis.

"Maaf? Kalian meminta maaf, apakah kalian bisa menggantikan nyawanya?" nada suaranya masih tenang dan dingin, dan itulah yang membuat keempatnya semakin bergidik ngeri.

"Dia memberontak saat kami menangkapnya, bahkan dia berusaha akan mencelakakan kami," Ucapnya masih membela diri.

"Kalian bisa melumpuhkan tidak harus membuatnya mati lebih cepat, kita bisa menyiksanya terlebih dahulu!" bentaknya

Dia adalah Alexander pria tampan dan gagah tanpa cela berusia 35 tahun. Dia pemilik tempat judi terbesar di dalam kota, dia memang kejam meminjam kan uang bagi siapa saja tanpa memandang bulu. Yang tidak bisa membayar tepat waktu paling hanya akan mendapatkan hukuman, sampai hutangnya terbayarkan. Tetapi bukan dengan mencabut nyawa seseorang lebih cepat tetapi bertahap sampai korban yang memohon untuk di bunuh.

"Lalu bagaimana dengan adiknya?" Xander memang sempat mendengar bahwa pria itu memiliki adik perempuan dan itulah salah satu alasan Xander terus meminjamkan Arche uang karena dia menargetkan wanita di keluarga penghutang.

"Kami melihatnya di pemakaman sepanjang hari bos,"

Menghembuskan napas lelah, dia meminta semuanya untuk keluar, bukan hal sulit baginya untuk membayar pihak berwajib jika anak buahnya tidak sengaja menghilangkan nyawa seseorang tetapi baginya lebih baik mendapatkan jaminan lain untuk membayar hutang dari pada harus menghilangkan nyawa. Yah setidaknya tidak terlalu cepat

Ruangan masih gelap hanya sedikit cahaya yang masuk kedalam ruangan. Tetapi tidak membuat ketampanan pria itu menghilang bahkan terlihat semakin tampan dalam cahaya yang remang.

Dia berjalan menuju balkon kamarnya, disana juga masih gelap dengan pekatnya malam. Dia memang menyukai kegelapan disaat hatinya tidak baik-baik saja.

Mata indahnya terpejam membayangkan wajah cantik yang terus tersenyum di depannya menari-nari seperti burung merak. Sangat indah.

"Sudah dua tahun lamanya, apakah kau masih mengingat tentang diriku?"

Dadanya semakin sesak saat melihat wajah itu semakin jauh menghilang, dia melihat kesedihan di mata indah itu. Ada apa dengan gadisnya. Pikirnya.

Menghembuskan napas kasar lalu kembali ke dalam kamar gelapnya, naik ke atas ranjang dan memejamkan mata. Masih banyak yang akan dia lakukan esok hari, termasuk menangkap tikus-tikus yang sudah berani mencuri uangnya.

***

"Hai Anna ..." Peluk Lyora pada sahabatnya, dia tidak menemani Anna di pemakaman kemarin karena ibunya sakit. Dan itu membuatnya menyesal karena berada di situasi yang tidak bagus.

"Hai Yora, bagaimana kabar bibi, apakah dia sudah baikan?" balasnya dengan senyum kecil dan meletakkan kopi di depan Lyora, mereka duduk secara berhadapan.

"Dia menitip salam dan membuat kue untukmu, cobalah!" Lyora menyodorkan sekotak kue di atas meja membuat Anna tersenyum dan berterima kasih.

Sementara mereka terus mengobrol sekelompok pria dengan badan besar datang memasuki kedai membuat beberapa pengunjung merasa takut dan tidak sedikit menyingkir memberi jalan.

Anna dan Lyora langsung saja berdiri karena melihat kekacauan yang dilakukan beberapa pria berbadan besar itu, tidak sedikit kursi mereka patahkan dan hancurkan.

"Apa yang kalian lakukan?" teriak Anna karena mereka seperti tidak terkendali, bahkan memecahkan lemari kaca di samping meja kasir.

"Dimana Arche, katakan padanya bayar hutangnya!" salah seorang yang kemungkinan adalah ketua dari mereka datang di depan Anna dengan mata melotot. Sangat menyeramkan.

"Hutang? Hutang apa maksud kalian?"

"Hah, rupanya pria itu tidak memberi tahu bahwa dia sudah berhutang?" mereka semua terbahak apalagi salah satu di antara mereka mengatakan akan membawa Anna sebagai jaminan jika Arche tidak keluar dari persembunyiannya.

"Arche keluarlah! atau kami membawa adikmu yang manis ini." Teriaknya sambil menoel dagu Anna dengan cara menjijikkan.

"JANGAN BERANI MENYENTUHKU BRENGSEK!" teriak Rianne dengan melempar gelas yang masih berisi kopi panas milik Lyora.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Ayesha Razeeta

Selebihnya

Buku serupa

Membalas Penkhianatan Istriku

Membalas Penkhianatan Istriku

Juliana
5.0

"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
SERPIHAN DENDAM MASA LALU SERPIHAN DENDAM MASA LALU Ayesha Razeeta Romantis
“Rianna Lopez, adalah wanita berusia 27 tahun, berwajah cantik dan menawan, kehidupannya yang tentram dan bahagia hancur setelah dia melihat bagaimana kakak laki-lakinya dibunuh oleh suruhan orang yang pernah ditemui 2 tahun lalu. Melihatnya membuatnya menyesal karena pernah menolongnya pria berhati iblis seperti Alexander. Bahkan penghianatan kekasih dan sahabatnya membuatnya semakin merasa bahwa dia benar-benar sendiri di dunia ini. Hatinya yang sebelumnya lembut berubah menjadi batu. Dia menjual kedai dan rumah peninggalan keluarganya kemudian kembali pergi meninggalkan kota yang banyak sekali meninggalkan luka untuknya. Dia pergi untuk mempersiapkan diri untuk kembali membalas dendamnya, membalas mereka yang menghianatinya dan menepati janjinya kepada kakak laki-lakinya. Kematian Alexander. Dan penyesalan Orion, dia akan membuat keduanya menyesal karena pernah membuatnya terluka. Lalu setelah dia kembali dan bertemu dengan Alexander apakah dia bisa memenuhi janjinya untuk membunuh pria itu seperti janjinya?”
1

Bab 1 TRAGEDI

15/09/2023

2

Bab 2 DI CULIK

15/09/2023

3

Bab 3 KENYATAAN

22/11/2023

4

Bab 4 INGKAR JANJI

26/11/2023

5

Bab 5 MINTA DIBEBASKAN

26/11/2023

6

Bab 6 RIANNE PULANG

26/11/2023

7

Bab 7 RENCANA BURUK LYORA

26/11/2023

8

Bab 8 KESEDIHAN ANNA

26/11/2023

9

Bab 9 DILEMA ORION

26/11/2023

10

Bab 10 KEJUTAN LAIN

26/11/2023

11

Bab 11 TERBONGKAR

26/11/2023

12

Bab 12 SISI LAIN ORION

26/11/2023

13

Bab 13 DENDAM

26/11/2023

14

Bab 14 AKHIR ORION

26/11/2023

15

Bab 15 PULANG KERUMAH

26/11/2023

16

Bab 16 KEGUNDAHAN ALEXANDER

26/11/2023

17

Bab 17 MENYAMBUT LUKA

26/11/2023

18

Bab 18 PERJALANAN BISNIS

26/11/2023

19

Bab 19 RASA PENASARAN

26/11/2023

20

Bab 20 USAHA ALEXANDER

26/11/2023

21

Bab 21 NIAT CAROLINE

08/12/2023

22

Bab 22 HILANGNYA RIANNE

08/12/2023

23

Bab 23 PELAMPIASAN SANG TUAN

08/12/2023

24

Bab 24 MENEMUKAN RIANNE

08/12/2023

25

Bab 25 MEMBAWA RIANNE PULANG

08/12/2023

26

Bab 26 JEBAKAN ALEXANDER

21/12/2023

27

Bab 27 NASIB RIANNE

21/12/2023

28

Bab 28 MENCOBA BERUNTUNG

21/12/2023

29

Bab 29 TERTANGKAPNYA RICHARD

21/12/2023

30

Bab 30 TUSUK KONDE KEMATIAN

21/12/2023

31

Bab 31 KEMBALI PULANG

21/12/2023

32

Bab 32 PEMANASAN

21/12/2023

33

Bab 33 LATIHAN MENEMBAK

21/12/2023

34

Bab 34 KAU MILIKKU SEKARANG

21/12/2023

35

Bab 35 HUBUNGAN ORLANDO DAN LYORA

21/12/2023

36

Bab 36 PERMAINAN RIANNE

21/12/2023

37

Bab 37 ULAH CAROLINE

21/12/2023

38

Bab 38 LANGKAH AWAL

21/12/2023

39

Bab 39 BERTEMU VIOLA

21/12/2023

40

Bab 40 KEBINGUNGAN LYORA

21/12/2023