Muh. Yusran
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Muh. Yusran
Pengantin Paksa Tuan Kejam
Romantis Almira Safira, seorang gadis yatim piatu yang kini tinggal bersama neneknya di sebuah gubuk tua di tepi hutan, harus menghadapi cobaan hidup yang penuh luka dan penderitaan.
Sejak kedua orang tuanya meninggal secara tragis karena dibunuh orang tak dikenal, Almira terpaksa hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Ia tidak pernah tahu apa sebenarnya penyebab kematian mereka, hanya bisikan-bisikan samar dari penduduk desa yang tak berani blak-blakan.
Karena sebuah fitnah yang dilontarkan orang berkuasa, Almira dan neneknya diasingkan jauh dari kehidupan desa. Orang itu adalah **Rangga Prakoso**, seorang tokoh terpandang sekaligus lelaki yang sangat ditakuti di wilayah tersebut.
Rangga yang dikenal kejam, berusaha menjadikan Almira istri keempatnya. Namun, nenek Almira dengan segenap keberanian masih bisa menunda niat busuk itu dengan alasan menunggu Almira cukup umur.
Sampai pada suatu malam penuh mencekam, ketika mereka tengah merencanakan pelarian, tiba-tiba seorang lelaki muda terkapar berlumuran darah di depan pintu belakang gubuk.
"Nenek...!" teriak Almira dengan wajah pucat pasi. Jantungnya berdetak kencang, panik melihat sosok asing yang tergeletak tak berdaya.
Siapa lelaki itu?
Apa hubungannya dengan misteri kematian kedua orang tua Almira?
Dan mampukah Almira melawan ambisi gelap Rangga Prakoso yang ingin memilikinya? Cintaku Direbut Sahabatku Sendiri
Romantis Lara hancur ketika suaminya, Darren, ketahuan berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, Maya, yang selama ini dia anggap seperti saudara. Pernikahan mereka yang masih seumur jagung langsung berakhir ketika Darren tega menjatuhkan talak demi hubungannya dengan Maya.
Dalam kepedihan yang tak tertahankan, Lara meninggalkan rumah dan mengalami kecelakaan yang membuat hidupnya semakin terpuruk. Di rumah sakit, Lara mendapat berita paling menyakitkan: ia mengalami keguguran. Dunia yang tadinya penuh harapan kini runtuh seketika.
Lara adalah wanita yang cintanya dikhianati, kepercayaannya dihancurkan, dan hidupnya dipenuhi penderitaan. Meski kemudian ia menemukan cinta baru, cobaan dan masalah terus menghampirinya. Pertanyaannya kini: apakah masih ada kebahagiaan yang tersisa untuk Lara, ketika semua sumber kebahagiaannya telah sirna? Anda mungkin suka
Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian..... Perselingkuhan Liar Istriku
Gemoy N Nafas Dokter Mirza kian memburu saat aku mulai memainkan bagian bawah. Ya, aku sudah berhasil melepaskan rok sekalian dengan celana dalam yang juga berwarna hitam itu. Aku sedikit tak menyangka dengan bentuk vaginanya. Tembem dan dipenuhi bulu yang cukup lebat, meski tertata rapi. Seringkali aku berhasil membuat istriku orgasme dengan keahlihanku memainkan vaginanya. Semoga saja ini juga berhasil pada Dokter Mirza.
Vagina ini basah sekali. Aku memainkan lidahku dengan hati-hati, mencari di mana letak klitorisnya. Karena bentuknya tadi, aku cukup kesulitan. Dan, ah. Aku berhasil. Ia mengerang saat kusentuh bagian itu.
"Ahhhh..."
Suara erangan yang cukup panjang. Ia mulai membekap kepalaku makin dalam. Parahnya, aku akan kesulitan bernafas dengan posisi seperti ini. Kalau ini kuhentikan atau mengubah posisi akan mengganggu kenikmatan yang Ia dapatkan. Maka pilihannya adalah segera selesaikan. Kupacu kecepatan lidahku dalam memainkan klitorisnya. Jilat ke atas, sapu ke bawah, lalu putar. Dan aku mulai memainkan jari-jariku untuk mengerjai vaginanya. Cara ini cukup efektif. Ia makin meronta, bukan mendesah lagi.
"Mas Bayuu, oh,"