icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Romantis untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
Ayah Mertuaku, Musuhku

Ayah Mertuaku, Musuhku

Setelah kematian tragis suaminya, Laras merasa dunianya runtuh. Namun, keluarganya, terutama mertua, memperlakukannya dengan sangat hangat. Mereka seolah ingin menutupi kesedihan Laras dengan perhatian yang tulus, membuatnya merasa sedikit tenang di tengah duka yang mencekam. Di antara mereka, Rizqan, abang iparnya, selalu hadir dengan senyum yang lembut. Laras selalu mengira itu sekadar perhatian keluarga, tapi lama-kelamaan ia mulai merasakan sesuatu yang berbeda di setiap tatapan Rizqan. Ada kehangatan dan kepedulian yang tak biasa, seolah menyembunyikan perasaan yang lebih dalam. Malam itu, hujan turun deras, dan Laras duduk sendiri di ruang tamu sambil menatap hujan yang membasahi kaca jendela. Rizqan masuk, membawa dua cangkir teh hangat. "Ini, biar hangat," katanya, suaranya lembut dan nada yang lebih dalam dari biasanya. Laras menerima cangkir itu dengan tangan gemetar. "Terima kasih, Rizqan..." suaranya nyaris tak terdengar. Percakapan mereka mengalir begitu saja, ringan tapi penuh makna terselubung. Mereka tertawa, berbagi cerita masa lalu, dan tanpa disadari jarak di antara mereka terasa semakin dekat. Saat larut malam, hujan tak kunjung berhenti, dan suasana menjadi semakin intim. Rizqan duduk lebih dekat, menatap Laras dengan tatapan yang tak bisa disembunyikan lagi. "Laras... aku... aku tidak bisa membohongi perasaanku lebih lama lagi," ucapnya, suaranya nyaris bergetar. Laras menatapnya, hatinya campur aduk antara takut dan rindu. Tanpa sadar, mereka tertarik satu sama lain, dan malam itu, dalam kesunyian rumah yang diterangi lampu redup, mereka membiarkan perasaan yang lama tertahan itu meledak-menghapus duka sejenak dengan kehangatan yang terlarang tapi nyata.
SHEILA, GAIRAH LIAR BERSELIMUT DENDAM

SHEILA, GAIRAH LIAR BERSELIMUT DENDAM

"Penjara ... atau habiskan satu malam denganku." "Maaf, keperawanan saya tidak bisa Anda dapatkan begitu saja, Pak!" "Kalau begitu bersiaplah berhadapan dengan proses hukum. Asal kamu tahu, aku tidak akan segan menuntutmu dengan hukuman berat." "Keperawanan saya sangat berharga. Saya tidak ada niat melakukan hubungan itu sebelum menikah. Kalau Anda menginginkan keperawanan saya ... nikahi saya terlebih dahulu!" "Aku tidak perlu menikah jika hanya untuk meniduri perempuan. Apa istimewanya milikmu itu sampai aku harus menikahimu?" Di depan lelaki itu, ia membuka pakaian dalamnya lalu memperlihatkan miliknya yang istimewa. Lelaki itu terpana, dengan gugup bertanya, "Apakah kau yakin sudah berusia dua puluh lima tahun? Mengapa milikmu bisa mulus seperti bayi begini?" *** Sheila Damaris tidak menyangka keputusannya untuk membiayai pengobatan sang ibu akan mengubah jalan hidupnya sedemikian drastis. Dari wanita elegan yang terkenal di kalangan pria, ia harus hidup sebagai istri kontrak sang direktur yang angkuh dan kejam. Awalnya ia menikmati peran baru sebagai istri Revian—sang direktur di tempatnya berkerja—, tetapi begitu lelaki itu tahu identitas kekasih Sheila sebelum menikahinya, sikapnya langsung berubah total. Hari demi hari Sheila lalui dalam penderitaan karena Revian hanya menjadikannya sebagai budak pemuas nafsu semata. Siapakah identitas kekasih Sheila sebelumnya? Apa yang akan Sheila lakukan untuk membalas semua kekejaman Revian?
Pewaris Dari Rahim Yang Disewa

Pewaris Dari Rahim Yang Disewa

Elara adalah seorang wanita tangguh yang harus menanggung beban keluarga sendirian. Kehidupannya semakin sulit ketika ia dipecat dari pekerjaannya akibat fitnah yang dibuat oleh rekan kerjanya. Dengan tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga, Elara berjuang mencari pekerjaan apa pun yang bisa menutupi kebutuhan hidup mereka. Di tengah kesulitannya, Elara bertemu dengan Adrian, seorang presdir perusahaan besar dan pewaris tunggal keluarga kaya raya. Adrian sedang berada dalam tekanan besar dari keluarganya-ia dituntut untuk segera menikah agar bisa meneruskan garis keturunan keluarga. Dijodohkan dengan seorang wanita yang dikenal oleh ibu tirinya, Adrian menolak karena ia merasakan motif tersembunyi di balik niat sang ibu tiri. Pertemuan mereka berdua membawa sebuah tawaran yang mengejutkan: Adrian menawarkan pekerjaan dengan bayaran sangat tinggi kepada Elara, namun dengan syarat yang sulit diterima hati nuraninya. Ia meminta Elara untuk "menyewakan rahimnya" demi melahirkan anak yang akan menjadi pewaris tunggal Adrian. Di balik kontrak dingin dan kesepakatan transaksional itu, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara keduanya. Adrian, yang awalnya hanya menaruh minat pada tanggung jawab biologis dan garis keturunan, mulai merasakan kedekatan emosional dengan Elara. Sementara Elara, yang awalnya menolak untuk menjadikan tubuhnya sebagai alat transaksional, mulai melihat sisi lain Adrian-seorang pria yang lembut, penuh perhatian, namun tetap menyimpan luka masa lalu dan rahasia keluarga. Pertanyaannya kini: Apakah Elara akan bersedia menjalani perjanjian kontroversial itu demi keluarganya? Dan bisakah cinta tumbuh dari sebuah kesepakatan yang dimulai tanpa kasih sayang? Apakah pernikahan mereka akan berubah menjadi hubungan yang sah dan tulus, atau hanya sekadar kontrak yang mengekang hati mereka?