Sudarmi
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Sudarmi
Kau Bukan Sahabatku-Kau Perusak Rumah Tanggaku
Romantis Pernikahan yang harmonis dan penuh kebahagiaan adalah impian bagi siapa pun, termasuk bagi Putri Wijaya, wanita 27 tahun yang menawan. Ia dikenal cerdas, berhati lembut, dan sangat mencintai suaminya, Dimas Satria. Dimas sendiri adalah seorang CEO gagah di sebuah perusahaan swasta. Namun, kebahagiaan yang telah mereka rajut selama empat tahun itu ternyata tidak seindah dan sesempurna yang Putri harapkan. Bahtera rumah tangga mereka kini diterjang badai hebat.
Hati Putri hancur berkeping-keping saat menerima sebuah video dari temannya. Dimas, suami yang sangat ia cintai, pria yang selalu ia percaya, dan yang selalu bersikap romantis padanya, ternyata seorang pengkhianat. Video yang memperlihatkan pernikahan suaminya dengan sosok yang sangat Putri kenal, bahkan sudah ia anggap seperti adik sendiri, diputar berulang-ulang. Air mata mengalir deras, tak terbendung.
"Kenapa, Rina? Apa salahku sampai kau tega merebut suamiku?" isak Putri dalam hatinya.
Aku Kehilangan Bayiku
Romantis Ketika suaminya, Reza, mengabaikannya, Maya tetap bertahan dan tersenyum. Bahkan, saat Reza tidak mengakui statusnya di depan umum, Maya tetap mencintai dan mengasihinya. Ia menjadi penguat Reza selama ini. Pengabaian yang selama ini ia terima, kali ini membuat Maya sadar bahwa ia sudah berada di batas cinta. Cinta dan keteguhannya luluh lantak di saat ia harus melahirkan tanpa bantuan satu orang pun. Sang bayi yang masih berlumuran darah itu harus meregang nyawa tepat di depan matanya.
Kali ini Maya menyerah. Menyerah akan cintanya, dan menyerah akan rumah tangganya. Namun, tak sekalipun ia berpikir jika pengabaian itu membuatnya kehilangan sang bayi yang menjadi penguatnya selama ini.
Jika kehilangan sang anak membuat cinta Maya menghilang, tapi tidak dengan Reza, sang suami. Laki-laki itu merasa kehilangan akan sosok Maya dan sang bayi yang diam-diam ia sayangi. Reza juga sadar satu hal, ia mencintai wanita itu. Wanita yang selalu menemaninya, meskipun ia abaikan.
Bisakah Reza kembali mendapatkan cinta dari sang istri? Sementara sang istri sudah jauh berbeda. Wanita itu bahkan terlihat tidak lagi membutuhkan sosoknya dalam hidup. Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!" Pernikahan Kilat dengan Ayah Sahabatku
Rowan Blake Sejak kekaisaran keluargaku runtuh, aku hidup sebagai anak asuh yang menyedihkan di bawah kendali Anson Wijaya. Dia menguasai seluruh warisan keluargaku yang baru bisa kusentuh jika aku berusia dua puluh lima tahun, atau menikah.
Namun malam ini, di bawah lampu gantung mewah, Anson dengan bangga mengumumkan pertunangannya dengan Claudia—gadis yang selalu merundungku dan menjadikan hidupku seperti di neraka.
Anson menatapku dengan senyum penuh kemenangan, memeluk pinggang Claudia dengan posesif. Tawa ejekan Claudia menembus telingaku, sementara pelayan dengan sengaja menumpahkan sampanye ke gaun murahku tanpa meminta maaf. Di mata mereka, aku hanyalah kasus amal yang hina. Aku akhirnya sadar, janji Anson untuk "melindungiku" adalah kebohongan. Dia hanya ingin mengurungku dalam sangkar emasnya selamanya dan merampas semua milikku.
Dadaku sesak dan napasku tercekat. Tetap berada di bawah kendalinya adalah hukuman mati seumur hidup. Aku butuh perisai. Aku butuh tembok baja yang tidak akan pernah bisa dipanjat oleh pria bajingan itu.
Dalam keputusasaan yang mencekik, aku melarikan diri ke perpustakaan gelap dan menabrak dada bidang seorang pria.
Damian Soerjadinata. CEO paling berkuasa, pria paling ditakuti di kota ini, dan... ayah dari sahabatku sendiri.
Menatap mata gelapnya yang menakutkan, naluri bertahan hidupku mengambil alih.
"Bawa aku pergi. Nikahi aku."
Aku pikir dia akan menganggapku gila dan mengusirku, tapi raksasa industri yang dingin itu justru mengunci pintu, meletakkan selembar dokumen pernikahan di atas meja marmer, dan menatapku dengan intensitas yang mematikan.
"Tanda tangan."