icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jangan Rubah Takdirku

Bab 7 Mengunjungi Panti Asuhan.

Jumlah Kata:1093    |    Dirilis Pada: 26/07/2022

-bayang dirinya saat masih kecil, Azalea begitu suka berlarian di atas rumput halaman panti asuhan tanpa mengenakan alas kaki. Langkah kakinya yang mungil menapaki tiap sudut hal

manggilnya, suara yang be

dengan masa lalunya yang begitu indah. Azalea menoleh ke belakang. Senyum seora

u kamu? Azal

nya sejak kecil kini sudah berubah, kulitnya mulai menunjukkan garis-garis penuaan tapi paras wajahnya masih tetap ca

erindukanmu." Wajah Aza

m." Bu Rahma mengajak Azalea masuk ke dalam panti. Dia menemani Azalea berkeliling sambil b

Aku sangat mengkhawatirkanmu, bagaimana kamu bertahan hidup di luar sana?

asti sudah tahu jika Ayah

sampai memutuskan untuk pergi dari rumah itu.

dia tidak bisa menyembunyikan kek

ana hubunganmu dengan Erik?" Bu Rahma begitu hati

oba menyembunyikan kekecewaannya lagi. "Tidak ada, Aku bahkan tidak tahu

tangan kanannya mengusap punggung Azalea dengan lembut. Azal

tugasnya. Dia mencarimu." Bu Rahma sengaja menunggu

ata Azalea seketika menyala, dia begitu berse

ma ragu untuk

yum menantikannya, tak sa

a dia akan segera bertunangan dengan anak Dok

n meredup. Azalea menundukkan wajah dalam-dalam. Sesa

tanya, dia akan segera menikahkan putranya dengan seorang dokter. Apakah

g seorang dokter. Lebih tepatnya dokter muda, sep

hu Ibu tentang renc

rnah datang lagi sete

nnya. Bu Rahma kemudian coba menghiburnya. Bu Rahma meminta Azalea untuk menceritakan kehidupannya sekara

sering mengunjungi Bu Rahma selama dia tinggal di Kota Krisan. Mungkin set

i halaman panti asuhan. Bu Rahma berhenti melambaikan tangan setel

i serta menitipkan uang bulanan untuk Azalea. Erik tidak tahu cara untuk memberikan kepada Azalea maka dia menitipkannya kepada Ibu Rahma, ber

ya, saat dia datang ke

*

Azalea tidak ingin terlambat di hari pertama dia bekerja. Lagipula hari ini ada

bekerja di Rumah Sakit Daerah Krisan. Di baris belakangnya ada deretan profesi perawat, apo

ebut. Direktur Rumah Sakit duduk berdampingan dengan Wali Kota Krisan, tanpa sengaja A

n." Azalea be

Seketika tangannya terasa dingin, dia mulai memainkan jari-jari ta

aja lalu mengembalikan kepada moderator. Azalea perlahan curi pandang ke arah orang yang disebut sebagai Direktur Rumah Sakit terseb

enangan tapi dia justru merasakan dingin pada tangannya tersebut. Perasaan macam apa ini. Azalea menjadi sedikit gelisah. Seorang

gup

untuk menutupi a

." katanya diakhiri sebuah senyuman manis. A

i karena kehadiran orang disebelahnya yaitu Walikota Krisan. Wajah yang begitu akr

erator berikutnya sudah tidak sampai di telinga Azalea, hanya nama Walikota Krisan saja yang terus terngiang-ngi

akrab. Tentu saja karena mereka bersahabat, dan sebentar lagi hubungan mereka akan semak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jangan Rubah Takdirku
Jangan Rubah Takdirku
“Surga Duniaku hancur dalam seketika, kebahagiaan masih menyelimuti rumah tangga kami saat suamiku akan berangkat dinas. Hari-hari penuh dengan cinta yang manis kami lalui bersama, setelah kami memutuskan untuk menikah dalam usia muda. Nyaris tidak pernah ada kata pertengkaran yag terucap dari mulut kami berdua meski banyak orang menentangnya. Semua berjalan manis dan sangat membahagiakan. Sampai suamiku berangkat tugas ke negara bagian utara, terjadi ketegangan di perbatasan negara antara penduduk sekitar dengan penduduk negara lain mengharuskannya bertugas selama sebulan. Kerumitan dalam rumah tangga dimulai.. Aku tidak lagi mendengar kabar tentangnya, suamiku tersayang. Sejak aku keluar dari rumah suamiku. Kami berpisah, bahkan dalam pernikahan yang masih mengikat hidup kami. Setahun aku hidup tanpa arah tujuan, nyaris tiada semangat hidup lagi. Kesedihan selalu merundungku. Dalam keterpurukanku aku bertemu satu-satunya keluargaku yang masih tersisa, ternyata aku bukan hidup sebatang kara, seperti yang selalu aku pikirkan saat masih hidup di panti asuhan. Pamanku mengubah kehidupanku, aku menjadi dokter muda setelah mengejar studiku selama 7 tahun, Kehidupanku lebih membaik, perlahan luka dihati juga memudar. Tahun pertama aku kerja di rumah sakit begitu menyenangkan, aku benar-benar merasakan kesuksesan sekarang. Prestasi kerjaku membuahkan hasil, aku menjadi dokter dengan reputasi baik. Siapa sangka, aku bertemu lagi dengan mantan suamiku. Luka lama kembali terkoyak. Pria itu terlihat lebih menggoda, debaran ini masih sama seperti 10 tahun lalu tapi mustahil bagi kami untuk bersama kembali. Dinding yang membatasi hidup kami terlalu terjal. Erik menyalakan kembali api asmara diantara kami yang sempat redup, dia hampir membuatku terbakar asmara kembali. Sikapnya yang dingin membuatku membeku meski dalam kobaran api. Tatapan mata itu masih penuh cinta tapi kenapa sikapnya sedingin kutub utara? Apa dia akan membenciku karena aku lari dari rumah 8 tahun lalu? Apakah dia akan menyalahkanku seperti orang lain? Tidakkah dia bisa menilai jika aku bukan orang yang patut dipersalahkan? Cinta tulus menyatukan Erik dan Azalea kembali. Kerumitan dalam keluarga teratasi, orang tua Erik merestui hubungan putranya dengan Azalea, istri terbaik untuk putranya. Orang tua Erik tidak lagi memaksakan kehendak kepada putranya. Kebahagiaan ditentukan oleh dirinya sendiri, bukan atas pilihan terbaik orang lain.”