icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Jangan Rubah Takdirku

Jangan Rubah Takdirku

Penulis: Pena_aQuina
icon

Bab 1 Keputusan Azalea.

Jumlah Kata:1062    |    Dirilis Pada: 26/07/2022

tekun menyelesaikan catatan pada rekam

" Suara dokter Azale

sore ini, tugasnya selesai. Dokter Azalea segera menolak kursinya ke belakang dan bersiap untuk bangkit. Perawat Tia segera menghentikannya, dia h

udah siap berjaga di hadapan dokter Azalea. Takut jika w

epat pulang." Raut wajah Dokter Azalea yang sudah

ma? Teman-teman sudah menyiapkan pesta perpisahan untuk Dokter." Ti

Aku tahu jika kalian begitu sibuk. Apalag

i do

ntik dokter Azalea. Dokter cantik itu berjalan keluar dari ruang prakteknya dengan lang

t untuk waktu yang lama. Bukan karena Azalea membuat kesalahan tapi karena prestasi ker

emangat. Azalea selalu memberikan jawaban yang sama, alasanya menerima tawaran tersebut karena in

alea sangat menyukai Rumah sakit di ibu kota ini. Keputusannya kali ini membuat semua orang terdekatnya penasaran. Tapi apapun keputusan Azalea, m

iah. Banyak sekali kotak kado serta buket bunga, semua berisi ucapan selamat serta doa terbaik untuk Dokter Azalea. Tidak mungkin jika Azalea tidak tersentuh

kemudian memeluk Azalea dari belakang. "Aku akan merindukanmu. Andaikan saja A

uncur indah melewati pipinya. Dia perlahan membalikk

uat wanita di hadapannya itu s

ntuk siapapun. Bahkan suamiku sekalipun." Bibirnya yang tipis sudah m

l spesialis bedah sedangkan Bella spesialis anak. Mereka sudah seperti saudara, suami Bella juga akrab dengan Azalea. Saat sepasang suami istri itu ad

unci seribu kalimatnya rapat-rapat dalam pikirannya jika Bela menyinggung tentang rumah tangga. Pernikahan Azalea telah meninggalkan trauma yang cukup da

a dekat pintu, lalu mengarahkannya ke wajah Bella. "Berhenti menangis, malulah dengan umur. Kita tidak pan

a sudah tidak muda lagi? Apakah air mata hanya milik anak remaja?" Bujukan Azalea selalu berujung o

untuk membereskan barang-barangku. Ayo mulai bekerja, agar aku bisa pulang cepat." Azalea telah berbalik dan menatap semua hadi

erpisahan dengan teman-teman sampai malam. Aku tidak

enuhi ruangannya ke mobilnya. Tidak mungkin semuanya bisa dibawa, dia hanya mengambil beberapa saja dan membiarkan yang lainnya untuk tetap menghuni ruangan tersebut. Lag

pergi oleh Azalea. Dokter cantik itu berjalan menjauh sambil membawa buke

Balas Azalea tanpa

*

engan penjagaan yang ketat. Dua Satpam bertubuh tinggi besar dengan badan yang kekar membuat penam

man rumah. Pelayan perempuan menuju bagasi mobil untuk membawa barang-barang Azalea dan seorang lagi pelay

agi menderita seperti saat tinggal di rumah mertuanya. Kehidupan Azalea beruba

a tak sedap tentangnya. Azalea tidak peduli dengan semua i

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jangan Rubah Takdirku
Jangan Rubah Takdirku
“Surga Duniaku hancur dalam seketika, kebahagiaan masih menyelimuti rumah tangga kami saat suamiku akan berangkat dinas. Hari-hari penuh dengan cinta yang manis kami lalui bersama, setelah kami memutuskan untuk menikah dalam usia muda. Nyaris tidak pernah ada kata pertengkaran yag terucap dari mulut kami berdua meski banyak orang menentangnya. Semua berjalan manis dan sangat membahagiakan. Sampai suamiku berangkat tugas ke negara bagian utara, terjadi ketegangan di perbatasan negara antara penduduk sekitar dengan penduduk negara lain mengharuskannya bertugas selama sebulan. Kerumitan dalam rumah tangga dimulai.. Aku tidak lagi mendengar kabar tentangnya, suamiku tersayang. Sejak aku keluar dari rumah suamiku. Kami berpisah, bahkan dalam pernikahan yang masih mengikat hidup kami. Setahun aku hidup tanpa arah tujuan, nyaris tiada semangat hidup lagi. Kesedihan selalu merundungku. Dalam keterpurukanku aku bertemu satu-satunya keluargaku yang masih tersisa, ternyata aku bukan hidup sebatang kara, seperti yang selalu aku pikirkan saat masih hidup di panti asuhan. Pamanku mengubah kehidupanku, aku menjadi dokter muda setelah mengejar studiku selama 7 tahun, Kehidupanku lebih membaik, perlahan luka dihati juga memudar. Tahun pertama aku kerja di rumah sakit begitu menyenangkan, aku benar-benar merasakan kesuksesan sekarang. Prestasi kerjaku membuahkan hasil, aku menjadi dokter dengan reputasi baik. Siapa sangka, aku bertemu lagi dengan mantan suamiku. Luka lama kembali terkoyak. Pria itu terlihat lebih menggoda, debaran ini masih sama seperti 10 tahun lalu tapi mustahil bagi kami untuk bersama kembali. Dinding yang membatasi hidup kami terlalu terjal. Erik menyalakan kembali api asmara diantara kami yang sempat redup, dia hampir membuatku terbakar asmara kembali. Sikapnya yang dingin membuatku membeku meski dalam kobaran api. Tatapan mata itu masih penuh cinta tapi kenapa sikapnya sedingin kutub utara? Apa dia akan membenciku karena aku lari dari rumah 8 tahun lalu? Apakah dia akan menyalahkanku seperti orang lain? Tidakkah dia bisa menilai jika aku bukan orang yang patut dipersalahkan? Cinta tulus menyatukan Erik dan Azalea kembali. Kerumitan dalam keluarga teratasi, orang tua Erik merestui hubungan putranya dengan Azalea, istri terbaik untuk putranya. Orang tua Erik tidak lagi memaksakan kehendak kepada putranya. Kebahagiaan ditentukan oleh dirinya sendiri, bukan atas pilihan terbaik orang lain.”