icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Berdamai Dengan Takdir

Bab 4 Tatapan Kosong

Jumlah Kata:1023    |    Dirilis Pada: 05/07/2022

amun kini Sabrina bahkan sudah dimakamkan, tapi Alena masih saja merasa bersalah atas kematian mertuanya itu. Setelah mendengar bahwa Sabrina sudah tidak ada Alena selalu terng

Leo yang baru saja b

ini dia kira Alena tidak menjadi menantu yang baik, dia kira Alena tidak menganggap Ibunya seperti Mamahnya. Selama ini Leo selalu curiga dengan Alena. Leo hanya tidak ingin Ibunya tersakiti. Cukup Ayahnya yang menyakiti Ib

g masih menatap kosong ke arahnya. Leo tidak suka tatapan itu. Leo ingin tatapa

u waktu itu, kenapa aku malah milih kerja dan

ibu agar dirinya tenang di sana," ucap Leo yang

a kalau hal ini akan benar-benar terjadi, seharusnya kemarin dirinya mengikuti

ya tidak ada penyakit apapun yang di idap Alena, hanya saja saat ini kondi

erus ya," ucap Leo yang benar-benar merasa

ga mulai berusaha menetralkan dirinya, mau bagaimanapun semuanya sudah berla

ya, karena sebelumnya Leo sangatlah membencinya, bah

lam kesedihan," ucap Alena

itu hal yang waj

a dalam keadaannya yang masih tidak stabil. Untung saja setelah Leo melihat hal tersebut dia langsung kembali menyimpannya. Satu sisi dia meras

maksa tetap kerja," ucap Alena yang berusaha mengeluarkan emosinya. Alena selalu menyalahkan dirinya secara terus menerus. Membuat Leo

ada?" ucapnya lagi yang mulai meneteskan air mata lagi. Leo semakin menge

erdua, tidak ada yang bisa disalahkan dalam hal i

u sama lain, mereka berdua sama-sama memiliki firasat buruk saat itu, namun karena tak mau berpikir

mengabaikan firasat tersebut begitu saja. Dan yang lebih parahnya la

rang ia akan berusaha untuk bisa h

menyetujui kontrak konyol itu, mungkin saja semua akan baik-baik saja saat ini. Batin Leo

o0

, akhirnya Leo dapat membawa pu

p Alena yang sebenarnya merasa sangat

gin, tapi nanti kamu pasti

ena masih juga belum mereda, rasa bersalahnya masih saja menghantuiny

jalanan. "Hari ini tadi kamu gak mau makan, jadi

ini dirinya tidak bisa berpikir dengan b

ang tidak mudah untuk bisa berubah begitu saja, terlebih

ebenernya ini sangat bukan tipikal Leo bertanya kepada Alena. Tapi, mel

di sana gimana ya? Apa nyalahin aku?" Leo pun mengamit tangan Alena da

Le. Ibu itu udah kayak Mamah. Kep

tanya Leo menunjuk ke arah soto dipinggir jalan. Alena meliha

merasa Leo ini tidak pernah senyum. Bahkan Alena juga tidak pernah meli

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Berdamai Dengan Takdir
Berdamai Dengan Takdir
“Seperti hangat mentari dan dinginnya embun, Alena dan Leo sangat berbanding terbalik bagai bumi dan langit. Alena penuh dengan kehangatan dan keceriaan. Tetapi Leo sangat diam dan tak peduli. Jatuh cinta membuat Alena menjadi cewek paling heboh. Tapi Leo tak menyukai itu. "Sikap lo itu nggak etis. Lo pikir dengan cara sok akrab ke gue, gue bakal suka sama lo? Nggak akan pernah." Sederet kalimat itu membuat Alena terpukul. Patah hati atas cinta pertama membuatnya mengikuti sikap Leo. Diam dan tak percaya diri. Perubahan atmoster antara mereka membuat Leo menyesal. Merasa kehilangan. Akankah benci benar-benar menjadi cinta? Atau hanya sebatas kehilangan sosok yang selalu ada?”