icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MENANTU MISKIN PRESDIR (MMP)

Bab 3 HARI YANG BERAT

Jumlah Kata:1348    |    Dirilis Pada: 12/07/2022

tero. Pengelola kampus itu adalah ayah Janied, sementar

kampus ini. Ia berharap pemuda itu bisa mencapai mimp

a menuju area kampus. Banyak mata yang metatapnya dengan rasa iri. Salah satunya Sean yang masih duduk

h! Jalanka

an dari fantasinya. Ia segera m

...................

ma Molly. Dia teman yang paling dekat dengan Xavia. Tak ada yang

anyak gadis yang mengincar Janied, termasuk dirinya. Hanya saja Molly tak

h di lain kelas dengannya, karena Janied mengambil fakultas yang berbeda dengan Xavia. Sementa

a tersenyum je

n mereka a

radang d

tu melempar senyum tipis untuknya. Xavia pun membalas senyum itu seraya menge

mbil mengagumi senyuman yang terukir di wajah gadis itu. Manis, senyumnya s

Hernandez sering mengajaknya dan

ereka naiki bersama Tuan Hernandez. Tawa dan canda mereka masih diingatnya

Buku novel romantis karya penulis asal Ind

k begitu pandai mencari perhatian para gadis, tak sepe

bagaimana menghadapi seorang gadis. Meski ini konyol, ta

n dimulai. Sebaiknya ia tunda dulu mimpinya bersama Xavia. Dengan t

r dari kelasnya. Saat melintas, tak sengaja ia melihat Janied yang se

pacar dan temannya itu? Dengan sedikit geram pada Janied dan Molly, ia segera mendekati pint

saja ada tangan yang memegang satu bahunya dari belakang. Sedikit terkejut, Sean sege

Sean me

ng kamu laku

kebiruan Sean. Mereka harus tiba di rumah sebelum petang. Tanga

ru saja melihat Janied d

an Sean. Tatapannya tertuju pada pemuda di s

sudah pulang sejak dua puluh menit yang l

rduaan di sana." Sean masih berusaha meyakinkan gadis di hadapannya.

angku. Bahkan Molly adalah sahabat baikku!" Mode kesal mulai menyala di rahut wajah Xavia.

percaya padaku, tapi aku bena

udah pulang saat ini." Berpaling dari Sean, Xavia segera menghubung

, dia benar-benar tak salah lihat. Janied dan Molly memang sedang berada di perpustakaan. Dua bajingan itu sudah main belakang dengan Xav

Xavia setelah panggilannya tersambung pada Janied

Aku sudah di jalan

a, lantas menoleh dengan tatapan

dari hadapan Sean. Entah ada masalah apa dengan pemuda itu. Bisa-bisanya di

kan begitu

ra menyus

menjadi panik sendiri. Niat hati ingin menyelamatkan Xavia, tapi

pulang. Gadis di bangku belakang tak mau menatapnya. Xavia tampa

menuju rumah Xavia. Bodoh! Kenapa dia sok tahu dan sok

hkan tak mau

ngat me

s itu penuh harap. Ingin meminta maaf pada Xavia atas kesalahan tadi. H

lisan Xavia. Masih tampak aura kesal di wajahnya, gadis itu

di sana." Nyonya Hernandez be

h murka dari ini bila ia melakukannya. Sean segera menundukkan wajah saat wanita itu berd

market. Kamu dengar?" Nyonya Hernandez berkata sambil melipat kedua tangannya di bawah

bertanya lagi. Namun, mengantarkan hadian ke rumah Tuan Caldwell terdengar sedikit aneh bagi

ang pengemis. Tak ada satu kali pun dirinya tidak ingin membentak Sean. Dia bahkan san

buhnya. Sebagai seorang ibu dirinya tak pernah sekali pun membentak Sean, tapi wanita itu, si

h yakin suatu hari pasti Sean akan menjadi pria yang sukses. Pria yang bisa mengangk

erjanji padanya akan menyekolahkan Sean sampai sarjana. Itu yang membuatnya tetap bertahan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 ANAK PELAYAN2 Bab 2 PERASAAN TERPENDAM3 Bab 3 HARI YANG BERAT4 Bab 4 DRAMA DI DAPUR5 Bab 5 DITUDUH MENCURI6 Bab 6 KEBAIKAN TUAN HERNANDEZ7 Bab 7 MAJIKAN KEJI8 Bab 8 SUARA DESAHAN9 Bab 9 XAVIA BUKAN GADIS BAIK10 Bab 10 SELALU DIHINA11 Bab 11 PERASAAN BERLEBIHAN12 Bab 12 TOXIC DI RUMAHKU13 Bab 13 IBUKU BUKAN PENCURI14 Bab 14 PENGARUH OBAT HORNY15 Bab 15 GAIRAH MENDESAK16 Bab 16 TANDA MERAH17 Bab 17 CEO MUDA YANG BERKHARISMA18 Bab 18 RELA DIHINA DEMI XAVIA19 Bab 19 PACAR BRENGSEK AKU MENCINTAINYA20 Bab 20 CINTA BUTA MENYEDIHKAN21 Bab 21 DI ATAS RANJANG22 Bab 22 INGIN SELALU BERSAMANYA23 Bab 23 HASRAT YANG BERGEJOLAK24 Bab 24 JANIED MENGHILANG25 Bab 25 MASALAH BESAR26 Bab 26 SEKAPAN GAIRAH27 Bab 27 SEAN SI PENGANTIN PENGGANTI28 Bab 28 TERPAKSA MENIKAH29 Bab 29 PESTA DANSA YANG PENUH SENSASI30 Bab 30 MALAM PERTAMA SEAN DAN XAVIA31 Bab 31 PENGANTIN BARU32 Bab 32 JANIED KEMBALI MUNCUL33 Bab 33 MULUT PEDAS IBU MERTUA34 Bab 34 TAWARAN BERCERAI35 Bab 35 PENGAKUAN SEAN36 Bab 36 BELAJAR ROMANTIS37 Bab 37 CIUMAN MEMABUKAN38 Bab 38 DILARANG BERHUBUNGAN INTIM39 Bab 39 BERKAS PERCERAIAN40 Bab 40 JANGAN NODAI ISTRIKU41 Bab 41 SUAMI TIDAK PEKA42 Bab 42 HASRAT BERGEJOLAK43 Bab 43 RANJANG BERDERIT44 Bab 44 MULAI BERGAIRAH45 Bab 45 SUAMI TANPA MAHAR46 Bab 46 MEREKA MEMUTUSKAN PERGI47 Bab 47 JANIED MENCULIK XAVIA48 Bab 48 CIUMAN PANAS49 Bab 49 KERICUHAN DI PESTA50 Bab 50 MALAM PANAS DI SALVADOR51 Bab 51 GELORA HASRAT52 Bab 52 AZAB IBU MERTUA KEJAM53 Bab 53 RENCANA JAHAT TUAN CALDWELL54 Bab 54 BALADA BUKET BUNGA55 Bab 55 PRIA DI TERAS BELAKANG56 Bab 56 KADO ISTINEWA57 Bab 57 MENYELAMI KENIKMATAN58 Bab 58 RAHASIA TUAN ANDREAS59 Bab 59 MENANTU PEMBAWA SIAL60 Bab 60 DESAKKAN GAIRAH61 Bab 61 LAYANI AKU DARLING62 Bab 62 DIMABUK GAIRAH63 Bab 63 BERCINTA DI ATAS MEJA64 Bab 64 KONDISI NYONYA HERNANDEZ MEMBURUK65 Bab 65 HONEYMOON66 Bab 66 PERCINTAAN PANJANG67 Bab 67 PRIA LICIK68 Bab 68 KECELAKAAN MOBIL69 Bab 69 DIUSIR70 Bab 70 JATUH MISKIN71 Bab 71 SEAN YANG DISALAHKAN72 Bab 72 MEREKA BERPISAH73 Bab 73 TAWARAN JANIED74 Bab 74 HAMPIR DINODAI75 Bab 75 MERINDUKAN XAVIA76 Bab 76 HIDUP SUSAH77 Bab 77 PRESDIR MUDA78 Bab 78 KEJAMNYA HIDUP79 Bab 79 AKU MASIH BERISTRI80 Bab 80 BUKAN SALAH SEAN81 Bab 81 KEHILANGAN PEKERJAAN82 Bab 82 PAKSAAN MENIKAH83 Bab 83 CINCIN PERNIKAHAN84 Bab 84 GADIS LAIN DI SISI SEAN85 Bab 85 KEPAHITAN XAVIA86 Bab 86 SEAN AKU DATANG87 Bab 87 RUMAH SUAMIKU88 Bab 88 BUKAN ISTRIKU LAGI89 Bab 89 PERTINGKAIAN BERUJUNG DESAHAN90 Bab 90 SEKSI DI ATAS RANJANG91 Bab 91 MUNGKIN MEREKA BERJODOH92 Bab 92 SEDANG INGIN BERCINTA93 Bab 93 PROGRAM HAMIL94 Bab 94 PEREBUT SUAMI ORANG95 Bab 95 DEBORAH INGIN CUCU96 Bab 96 GADIS MIRIP XAVIA97 Bab 97 LEMBUR SETIAP MALAM98 Bab 98 RENCANA SEAN99 Bab 99 JANIED HANCUR100 Bab 100 KAMU NAKAL MALAM INI