icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MENANTU MISKIN PRESDIR (MMP)

Bab 5 DITUDUH MENCURI

Jumlah Kata:1364    |    Dirilis Pada: 12/07/2022

memasuki pintu gerbang rumah Tuan Hernandez. Rupanya i

ly di sana. Diusapnya kasar wajah cemasnya itu. Lupakan

asang matanya melihat mobil yang terparkir

udah dihapalnya dengan baik. Meski ada puluhan mobil

dez sedang berbincang dengan seorang pria sebayanya. Si

Tuan Hernandez menoleh padanya. Pemuda itu

s senyum, lantas meman

ginya, dengan senang Sean segera mengham

a yang sedang duduk di hadapannya. Tuan Cal

ini adalah

iliknya

itu bertanya beberapa hal padanya. Salah satunya di mana dirinya kuliah. Tuan Hernandez yang menj

ang cerdas. Dia yakin pemuda itu akan lulus dengan nil

maksud kedatangan Tuan Caldwell ke rumah Tuan Hernandez

a tiba-tiba suasana hatinya menjadi galau. Meminang? Itu artinya Xavia dan Janied aka

lah pesta pertunangan yang meriah untuk Xavia dan Janied. Aku berharap sekali bisa mengambil p

i semua orang. Dia sangat senang ketika mengetahui hubungan Janied dan

ngan kerabat denganmu," sambut Tuan Herna

tinya merasa sangat kehilangan Xavia. Sedih dan ingin menangis saja rasany

ikan tangan saat mobil mewah itu melaju meninggalkan pelataran. Kemudian Tuan H

hari ini. Xavia akan segera bertunangan, tak ada

apa yang dirinya sukai untuk dekorasi pesta pertunangannya dengan Janied." Tuan Hernandez menghentika

yiapkan segalanya untuk Xavia." Sea

" Tuan Hernandez tersenyum puas pada Sean sebelum

ang seketika. Tubuhnya terasa lemas seolah tak ada lagi tulang

umah. Ia terkejut melihat sosok gadis yang sedang duduk pada bangku di sekit

sini?" tanya Sean setelah

ja hitam yang kini berdiri di sampingnya. Sean menatap

itu. Tatapan keduanya saling bert

aku marah padamu seperti itu. Kamu adalah teman baikku sedari ke

rkata jika dirinya pun bersalah karena sudah meng

ka duduk berdampingan pada bangku panjang di san

nya tentang pertunangan Xavia d

tenggelam d

g. Gadis itu layak mendapatkan pemuda yang lebih

..................

a yang bagus. Tuan Hernandez dan Xavia memuji Sean yang sudah mengatur semuanya. Namun, pujian itu tak

undur dari wilayah pesta. Ia memutuskan ke teras belakang untuk menem

eka mengatakan jika Tuan Hernandez sedang mencarinya. Dengan cep

h! Aku yakin si bren

danya. Bahkan pemuda itu menunjuknya di hadapan semua tamu. Ekor matan

tapan orang padanya saat ini. Sampai kemudian dua petugas po

a dengan tuxedo hitam itu. Tuan Hernandez berjalan menuju pada

gele

telah hilang. Akibatnya suasana di pesta itu menjadi ricuh. Kemudian

igeledah, hanya Sean yang belum digeledah kar

kunya," ucap Tuan Hernandez pada dua petugas p

pir menyatu. Ternyata pemuda itu belum mengerti ju

isian melakukan tugasnya." Janied segera menyela. Langkahnya terayun menuju Sean dan dua petugas po

ugasnya, menggeledah Sean. Pemuda itu menoleh ke arah

dari petugas polisi itu menemukan apa yang dicarinya. Sebuah dompet terselip d

ya. Tidak mungkin. Mustahil Sean sudah mencuri. Tuan He

apa-apa tentang dompet itu. Entah bagaiman

AA

atapan ingin memangsa. Sementara Sean masih memalingkan wajah sambil menahan perih pada pipinya. Lain d

hah?! Kamu sudah mempermalukan keluarga Hernandez! Ayo Pak Polisi, cepat bawa Be

n semua ini. Sementara dua petugas polisi segera mendekat pada

lisi itu membawa putranya. Tertatih ia segera berlari mengeja

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MENANTU MISKIN PRESDIR (MMP)
MENANTU MISKIN PRESDIR (MMP)
“Sean Palmer, putra sepasang pelayan di keluarga Hernandez, konglomerat kaya raya di kota San Mitero. Diam-diam Sean menyimpan perasaan cinta pada putri majikannya, Xavia Price Hernandez. Namun, ia harus mengubur cintanya karena status mereka yang jauh berbeda. Di hari pernikahannya calon suami Xavia menghilang. Keluarga Hernandez yang terhormat hampir saja mendapatkan malu. Tak disangka Tuan Hernandez meminta Sean untuk menikahi putrinya. Bagaimana kisah selanjutnya? Apa mungkin seorang pemuda miskin menjadi menantu di keluarga konglomerat? Novel keren ini hanya ditulis oleh pengarang asal Indonesia, Dewa Amour.”