icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MENANTU MISKIN PRESDIR (MMP)

Bab 4 DRAMA DI DAPUR

Jumlah Kata:1384    |    Dirilis Pada: 12/07/2022

layan sedang sibuk menyiapkan menu untuk makan malam keluarga H

ur. Sementara Nyonya Hernandez lebih menyukai daging dan ikan. Lain hal

kan yaitu Deborah dan Mirae. Namun, Tuan Hernandez lebih menyukai mas

dirinya dan keluarganya. Terlihat dari hadiah yang diberikan Tuan Hernandez setiap tahunny

aku ing

otan dengan sisa adonan yang menempel. Wanita itu segera menoleh pada ga

isa menunda adonan ini. Anda bisa meminta susu pada

kue di hadapan Deborah. Kepalanya mengangguk meng

emutar tubuhnya tiba-tiba. Bahaya tak bisa dihindari, seketika air panas itu tump

ik dari tangannya. Ia segera mengompres tangan Xavia dengan b

dan melihat apa yang sedang terjadi di sana. Sepasang matanya memb

rimau yang dicuri anaknya. Kemarahan Nyonya Hernandez membuat Deborah dan semua pel

layan di dapur, terutama pada Deborah. Ia tahu persis jika ibunya sangat tak menyukai pe

olak dengan alasan sedang membuat kue. Akhirnya Nona Muda berniat membuat susu sendiri, kemu

ut mendengar penuturan Mirae. Deborah segera menggele

rah. Namun, kemarahan Nyonya Hernandez tetap menenggelamkan Debor

iwara. Dengan berpura-pura menabrakan putramu itu, kalian menjebak suamiku yang dermawan. Menjijikan! Kamu dan putramu itu lebih busuk dari sampa

punya kekuatan yang cukup untuk membela diri, karena Nyonya Hernandez tak akan percaya padanya. R

n ibunya dari hadapan Deborah. Ia tak ingin wanita itu lebih parah lagi menghina i

lu. Ingin rasanya ia mencekik wanita tak tahu malu itu. Di jalan menuju ruang tamu mere

ya ia ingin memarahi Sean juga karena belum berangkat ke tempat

muda itu melanjutkan langkahnya menuju teras depan. Ia

saja tinggal dan bekerja di rumah ini," tukas Mirae sambil bersandar pada ambang pintu dapur.

ae?!" Sambut Lily, dia pelayan muda yang sedang membantu menenangkan Debora

nita itu tersenyum sinis pada Deborah sebelum meninggalkan dapur. Shit! Apa hebatnya wanita sialan

Caldwell. Sambil memegang kotak dengan ukuran sedang

utranya, Janied. Namun, karena dirinya sedang ada bisnis di kota San Miter

e tiga kalinya menekan bel, akhirnya pintu itu pun terbuka. Namun, bukan Tuan Caldwell atau Jani

di unit apartemen Janied. Tak salah lagi, pa

sih dengan wajah

, Saya

an bertambah men

rkejutnya. Sampai kemudian Janied muncul dari dalam. Pemuda itu hanya mengenakan celana boxernya saja. Gambar

g mengantar hadiah untuk Ayahku? Beliau ta

berukuran sedang yang berada di tangan Sean. Kemudian tanpa b

R

kejut. Sial! Berarti memang benar jika Jani

atnya ini pada Xavia? Bahkan gadis itu masih belu

uh

rusan pribadi Xavia. Ia tak ingin hubungannya dengan Xavia akan lebih memburuk setelah ini. S

pasti gadis itu sangat kecewa dan sakit hati. Sean berharap suatu hari Xavia akan mengetahui semuanya, tapi tidak darinya. Lebih

Molly yang sedang berada dalam satu selimut dengan Janied

caya pada Kutu Busuk itu." Janied membalas lalu tersenyum pada Molly. Rupan

via menelepon sebenarnya Janied masih berada di perpustakaan dengan Molly. Beruntung Xavia tidak mencarin

Xavia. Namun, Molly mau memberikan apa yang dirinya inginkan, tak seperti Xavia yan

rcinta dengan Janied dia senang. Kapan pun pemuda itu menginginkan, dia akan memberikan tubuhnya pada

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MENANTU MISKIN PRESDIR (MMP)
MENANTU MISKIN PRESDIR (MMP)
“Sean Palmer, putra sepasang pelayan di keluarga Hernandez, konglomerat kaya raya di kota San Mitero. Diam-diam Sean menyimpan perasaan cinta pada putri majikannya, Xavia Price Hernandez. Namun, ia harus mengubur cintanya karena status mereka yang jauh berbeda. Di hari pernikahannya calon suami Xavia menghilang. Keluarga Hernandez yang terhormat hampir saja mendapatkan malu. Tak disangka Tuan Hernandez meminta Sean untuk menikahi putrinya. Bagaimana kisah selanjutnya? Apa mungkin seorang pemuda miskin menjadi menantu di keluarga konglomerat? Novel keren ini hanya ditulis oleh pengarang asal Indonesia, Dewa Amour.”