icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Arimbi

Bab 2 Aku bukan Arimbi

Jumlah Kata:997    |    Dirilis Pada: 16/06/2022

an aman. Keringat mengucur deras dari dahi ke pipinya dengan napas tidak beraturan. Mimpi itu bagaikan nyata. Ya Allah! Hanna menangkup dadanya yang masih belu

pintu kamarnya terbuka, menampilkan seorang w

arlina berputar seakan mencari sesuatu, dan tertawa saat menemukan barang yang dicari. Ransel

ngnya? Itu pakaianku ya

bisa memilihnya dengan bebas di lemari." Marlina menunjuk

iapa Arimbi?" tanya Hann

tanya siapa itu Arimbi?

rlina sangat sinis, tampak tidak menyukai Hanna. Akan tetapi sebagai pekerja Marlina tak bisa m

saat Sultan tidak mendampinginya, maka Marlina bebas bersikap dan bere

buah suara, yang Hanna yakini milik

mau mengenakan pakaian yang ada di lemari." Marlina me

ruh pakaiannya." Sultan menendang bokong M

ku. Tubuhnya semakin meringkuk dengan getaran halus, bahkan ingin teriak saja pun tidak mampu Hanna lakukan. Setiap gerakan Sultan bagai anc

entak Sultan sambil mencekoti tul

ucapan Hann

nekannya, bahkan tubuh Hanna sampai terentak-

sin." Hanna merintih, ba

eanarkisan Sultan yang memboikot tubuhnya membuat pandangan Hanna berputar. Wanita rapuh itu membuan

ap Hanna yang terpejam, lalu berbisik rendah.

mandi yang berada di ujung ruangan. Dia mendorong Hanna ke dalam, lalu menguncinya bersama dirinya. Mandi bersa

dan menyabuni tubuhmu pakai sabun yan

mau." Hanna

robeknya?" Sultan mera

*

ikir untuk memoles wajahnya, baginya dapat bersikap tenang itu sudah keajaiban luar biasa. Orang-orang sudah berkumpul, dari kamarnya Hanna bisa mel

sedikit lebih cepat? T

tar lagi,"

ang mengagumkan. Akan tetapi bagaimana jika Sultan mengenalkannya sebagai Arimbi? Hanna tak

yang bernama Ratih. Dia menyampirkan kerudung putih

gup." Hanna menjawab, dan men

penasaran, tidak sedikit dari mereka berbisik. Di saat Ratih pergi barulah Sultan datang menjemputnya, menggandeng lengan Hann

eritahukan kepada rekan sejawat bahwa istriku Arimbi telah kemba

Terdapat hidangan menggiurkan di atas meja, dengan kepulan asap yang masih terlihat mengitari semangkuk sop iga. Hanna juga memerhatikan sekeliling sambil berdecak kag

! Seketika rasa bahagia itu menguap

menjadi kaku dan berat untuk mengikuti kemana langkah Sultan. Pasalnya lelaki gag

Kamu harus memakannya." Sultan b

rimbi!" bant

aa

at Sultan sudah kesetanan nyali Hanna menciut kembali, wajahnya pun pucat sepucat-pucatnya dengan tubuh yang mulai bergetar ketakutan. Akan tetapi setan telah m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Arimbi
Arimbi
“Menikah dengan orang Kota bukanlah keinginan Hanna. Semua berjalan begitu saja dan sangat cepat. Hanna terjebak dengan Sultan yang sedang berlibur ke desanya, bermalam di sebuah kemah. Atas desakan sang paman Hanna terpaksa menikah dengan Sultan, dan rela dibawa olehnya ke mana pun dia pergi. Masa depan Hanna hancur saat Sultan mengurungnya di rumah, bahkan tidak memperlakukannya sebagai istri. Sosok Sultan yang baik hati dan lemah lembut hilang. Hanna sangat tertekan harus mengikuti aturan Sultan, termasuk keinginannya yang menganggap Hanna cinta pertamanya yang tidak tergantikan. Arimbi. Istrinya yang mengalami sakit jiwa.”
1 Bab 1 Mansion Sultan2 Bab 2 Aku bukan Arimbi3 Bab 3 Kecurigaan Hanna4 Bab 4 Kata cinta Sultan5 Bab 5 Siapa Arimbi 6 Bab 6 Bertemu Arimbi7 Bab 7 Hanna cemburu8 Bab 8 Keloyalan Sultan9 Bab 9 Teman karib Sultan10 Bab 10 Kelembutan Hanna11 Bab 11 Cinta Hanna yang tulus12 Bab 12 Tuduhan Sultan13 Bab 13 Suami yang kejam14 Bab 14 Keberangkatan Sultan dan Arimbi15 Bab 15 Hanna hamil16 Bab 16 Tentang Arimbi17 Bab 17 Paman Hasan datang18 Bab 18 Sultan marah besar