icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Arimbi

Arimbi

Penulis: indkhrsya
icon

Bab 1 Mansion Sultan

Jumlah Kata:998    |    Dirilis Pada: 16/06/2022

ana Sultan Bhayangkari. Seorang lelaki dewasa yang telah menjadi suaminya akibat terjebak hujan di pondok. Hanna menyusuri ruangan dengan kedua mata cokelatnya, dari sudut ke sudut. Hingga pandang

Sultan berjalan di depannya denga

anna tidak memiliki kemampuan. Di saat Sultan berhenti tiba-tiba wanita berkerudung putih itu menabrak dadanya, H

g ketakutan?" tanya Sulta

a menangis Sultan jadi naik darah, tanpa berkata apapun ditariknya wanita itu dengan kasar. Lalu, mengempaskannya

Sultan berkata tegas. Sama sekali t

tanya Hann

atu-satunya. Bukankah

u Hanna, bu

mbantah!"

Sekalipun itu permintaan yang di luar nalarnya, Hanna tetap tidak bisa menolak. Di sini Ha

an yang cukup melelahkan. Tidurlah,

n tinggi yang tersusun. Biasanya setiap pagi Hanna sudah berada di sawah, menanam sayur mayur, umbi-umbian, dan

menyeka sudut matanya, saat tering

an berambut panjang dengan gaun bewarna merah. Wanita itu berjalan sambil menunduk sehingga Hanna tidak bisa melihat wajahnya den

Arimbi,

anita bergaun merah itu pemilik nama Arimbi. Lalu, kenapa Sultan memberi namanya pada Hanna? Ma

*

Keadaan Ningsih masih sama seperti kemarin, saat Sultan berpamitan dengannya. Lemah dan tidak berdaya. Peluang untuk sembuh memang tidak ad

tanyanya saat tersentak.

nda, ini

n dirimu. Apa kamu juga membawa Ari

itan, lumpuh dan tidak dapat melihat membuat Sultan enggan menghadapi masalah baru. Cukup sudah melihat Arimbi yang gila, dan

uga membawa Arimbi pu

an tanpa tujuan yang jelas. Dialah yang akan menjadi Ari

ndukannya. Di mana Arimbi? Kenapa dia tidak datang menjengu

dak seperti mertua dan menantu, tetapi bagaikan ibu dan anak kandung. Maka dari itu hingga sek

Kita baru saja sampai, j

a ingin bertemu. Bunda tidak mau makan jika bu

mintaan bunda sekarang. Sultan perlu membuat kesepakatan terlebih dulu pada Arimbi yang baru, walau kemungkinan ada penolakan

an pun mengecup kening ibundanya. D

yang mendung. Mata indahnya menengadah ke atas, dengan senyuman yang selalu tampak mempesona bagi Sultan. Melihat keda

n." Dia me

alu bertanya. "Bagai

Arimbi tampak baik-baik saja, bah

Arimbi hanya fokus memandang ke atas, tidak memedulikannya sama sekali. Dengan lembut Sultan menggenggam tangannya, mengambil per

anya Sultan sambil me

annya, tapi sebagai suami dia selalu berusaha mengajak berbicara. Sebenarnya Sultan bisa saja membawa Arimbi ke RSJ untuk perawat

Masih dengan kata-kata yang sama Sultan menang

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka