icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dear Clarissa

Bab 6 Sentuhan Lembut Arga

Jumlah Kata:1509    |    Dirilis Pada: 09/06/2022

a harus dia lagi? Apa dia mulai curiga de

ir Arga. "Biarkan aku bersiap dulu, Tu

lalu mencium bibir seksi nan menggoda Clarissa tanpa aba aba. Membuat tubuh Clarissa b

i waktuku hanya sedikit, Honey. Ayolah, puaskan aku segera." Mulai bergerak membuka resleting belakan

t kecil bibir bawahnya. Tubuh C

a baru saja terbebas dari lumatan liar Arga. Pakaiannya sudah setengah t

h Clarissa berhasil memasukkan kembali obat tidur di dalam gelas minuman Arga. Sedikit kesulitan,

guman Clarissa sambil mer

nyentuh tubuh bagian atasnya saja. Itu pun membuat Clarissa sudah mulai muak. Jadi, wajar saja jika kali ini dia mengalami kecemasan yang berlebih hingga t

mbali pakaiannya. Lalu berjalan untuk mengambil air pu

ebih, Clarissa memutuskan untuk menghubung

larissa sudah mengalir deras. Tubuhnya mer

apanya

ponsel yang terdengar jelas di telinganya, m

uran. Kepalanya tertunduk bertumpu pada kedua lut

u. Apa harus besok Mama

lau Rissa buat Mama kehawatir. Mama istirahat ya, salam sama nene

minta tolong sama

rindu saja. Mama jan

raih mimpi kamu." Nada bicara sang mama yang bersemangat, justru menjadi penyesalan terd

u untuk menjawab, hanya

d ni

I love y

to

angis Clarissa semakin pecah. Air matany

ng Clarissa--mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada putri semata wayangnya itu. Kuliahnya yang terputus, hancurnya harga diri dia

nya hancur di kota ini, kota ini juga yang membuat keluarga kita jadi seperti ini, dan kit

hat seperti ini di depan Arga saat terbangun nanti. Bisa bisa laki laki itu akan curiga dan menyuli

sur empuk yang tengah di tiduri oleh sang pelanggan. Matanya menyapu bersih tubuh Arga yang tidur telu

erempuan saja? Sampai rela buat nyewa perempuan lain dengan harga fanta

i. Lalu berjalan ke sisi kasur. Mengambil satu bantal untuk di bawa

meluruskan tubuhnya saja dan memejamkan mata sejenak, sebelum alarm

*

sekitar. Tapi, menyadari di sebelahnya tidak ada seseorang, membuatnya menggerakkan kepalanya dengan cepat,

berdiri di depan kaca rias dengan keadaan rapi

tanya Arga tanpa mem

atanya fokus pada arloji berwarna silver yang melingkar di per

pelan bantal di sampingnya. Membua

rena bermalam di sini? Ya... Ku doakan sem

itu tidak pantas untuk mendapat perlakuan baik, mengingat keliarannya saat mencium Claris

mengintruksikan Clarissa tetap di sana. "Kamu ma

s pulang,

g mengizinkanmu untuk pulang, Honey?" Menyentuh rambut panjang

delapan pagi, saya harus meninggalkan siapa pun laki laki yang sudah s

ni caramu bekerja, Honey?" Ber

mperdulikan tangan Arga yang tel

m, berarti tujuh hari selama seratus enam puluh delapan jam. Itu artinya? kamu tidak bisa

a kalau laki laki ini akan mengendalikan dirinya selama tu

tidak mengatakannya padaku. Aku kira hanya malam

ri sana, setidaknya beberapa jam saja untuk mempersiapkan kembali be

pagi ini. Karena saya harus memberi m

ngkuk leher Clarissa yang begitu harum. "

dengan lantang di hadapan Arga. Tapi, apalah daya, dia tidak ak

pai lima j

a untuk hari ini

ga akhirnya menyingkir dari Clarissa. Berjalan m

ssa berniat pergi dari sana. "Saya pe

nghentikan langkah Clarissa

?' geramnya

bersamaan, tangan Arga sudah berhasil memasangkan kemeja biru berlengan panjang yang dia kenakan semalam. "Masih pagi, j

anya terfokus pada tangan Arga

jempolnya di dagu Clarissa, membuat kepala Clarissa perlahan mendongak ke atas.

lang sendiri saja," sahutnya. "Aku punya

ksud Clarissa, yang tak lain adalah tak ingin di ketahui tempat tinggalnya.

saja, aku akan bertanggung jawab dengan hamb

rak, segera Arga mendaratkan kecupan di sana. Memainkan

Honey," katanya setelah m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka