icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Bab 6 Menjemput Hawa

Jumlah Kata:1382    |    Dirilis Pada: 01/06/2022

tanya seorang bidan ju

pan wanita dia begitu terlihat ketus dan sangar. Namun sikapnya yang seperti itu malah menjadi mag

ga pasi

Bu Hawa ..." j

bidan itu sembari terus tersenyum. Adam masih memasang

atas aja?" tawar bidan itu sembari me

ung duduk di ruang tunggu bergabung dengan pa

a?" tanya pria seumur

berkerut. "Enggak

na Hawa berada. Dia tersenyum kecil mengingat Adam. Dia menga

u sembari tersenyum. Matanya

membuang sarung tangan lateks bekas

datang. Dia ada di ba

ruh ke sini

. Dia mau nungg

kok g

langsung menarik leher kran dan me

g, han

menyembul dari pintu

sebentar lagi. Ibu mau mengurus bayi besar

dahi. Dia memang terlihat kocak. Hawa hanya bisa menepuk jidatnya mel

galapagos aja sih ... cepat!" titah s

put lama kelamaan istrinya dikatain cunguk sama

a langsung menyodorkan handuk itu melewa

suk?" goda

cepat terima

awa mera

ah ma

uk dan tangannya sekaligus. "S

a Adam di bawa

hingga membuatnya terlepas dari c

tanya suami Hawa se

Hawa meninggalkan sang suami yang membuang

Bang dia atas naka

rga Fadel sangat patriarkis. Suami selalu mendominasi istri dalam sebuah keluarga. Mereka mirip bangsa Athena tempo dulu yakni hanya kaum pria yang boleh menjadi politisi dan menjabat profesi-profesi penting di pemerintahan. Begitupula dal

edakan kedudukan antara lelaki dan perempuan. Di hadapan Allah mereka sama d

engan hati-hati. Dia tidak mau tergesa-gesa khawatir jatuh seper

dam karena merasa pegal dia memilih berdiri dan berjalan mondar-mandir di

elepas kangen dengan adik tercintanya karena telah lama tidak bertemu. Kesibukan masing-masing telah memberi mereka jarak. Hawa memeluk Adam s

ksud kedatangan adiknya itu. Fadel lupa jika semalam Ustaz Bashor meneleponnya. Dia tidak memberi tahu Ha

adel gak ngomong k

Adam agar duduk di ruang t

gomong apa-apa. K

rang kita

lan

g ada

na, T

dengan

di kamar dan tak mau

mi sudah memberitahu

percakapan yang terjadi secara gak sen

an kedua ali

gak n

g nanti dan nanti. Hasilnya keluarga Aqsa keburu datang dan mau tak mau deh Abah bilang yang sebenarnya kalau Seli

gfiru

engusa

aru

at

at

kalau Selina bukan anak kandung Abah dan Ummi

a ja

Hawa dengan berat. Fadel benar-benar otoriter sehingga terkadang dia seperti lembaga periz

an parfum Prancis ke tubuhnya. Dia seorang pria yang sangat menjaga p

ll g

ia tak ubahnya seekor kucing Persia yang berusaha merajuk karena memi

od, come here ... ki

aku ada satu pe

tangannya ke tubuh sua

ng ke rum

as mengan

uu

kamu juga punya pasien

Bang

njit mencium pipi b

" bati

ya dan meluncur lagi ke bawah. Suaminya

bu ya, telepon! Awas jangan sampai

yiap

dipkan mata

ai ketuker lagi!" ujar Hawa lagi men

Aku pasti VC!

ke motor?" tanya Ada

a bisa menghirup aroma kebebasan sete

" Emang Bang Fadel

ahkan Teteh kerja di puskesmas di mana B

an itu tidak dibenci Allah, Adam ingin sekali menyuruh kakaknya untuk berpisah dengan pria keras kepala i

tiba di Cianjur. Kebetulan jalanan Sukab

s sembari menyapu halaman rumah. Dia sudah tak

a berlari kecil k

ucap Ummi Sarah den

mana

sjid," jawab

di mana

h di

masuk ke rumah m

tok

wa sembari mengetuk pintu kamarnya

gan mata yang sembab. Dia langsung m

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Taaruf dengan Anak Wanita Malam
Taaruf dengan Anak Wanita Malam
“Hafla Selina Almaqvhira (Selina) begitu bahagia ketika mengetahui bahwa orang yang mengajak taaruf dengannya adalah seorang pemuda yang dia cintai. Dia adalah Mohammad Alfatih Aqsa (Aqsa), seorang pemuda yang merenggut hatinya saat pertama kali bertemu. Dia seorang pengusaha muda yang shaleh yang bergerak di bidang property syariah sekaligus kakak dari sahabatnya Shiza Anisa Hanifah. Pun, kedua orang tua Aqsa adalah sahabat Ustaz Bashor Abah-nya saat mondok di pesantren Jawa Timur. Seolah kebahagiaanya berlipat ganda. Dua buah keluarga bersatu dalam ikatan pernikahan. Namun kebahagiaan itu sirna saat keluarga Aqsa mengetahui bahwa ternyata Selina bukan anak kandung Ustaz Bashor dan istrinya Ummi Sarah melainkan anak seorang wanita malam yang mereka asuh sejak bayi. Dengan tegas keluarga Aqsa tidak meneruskan proses taaruf apalagi khitbah. Selina yang baru tahu jika dia bukan anak kandung Abah dan Ummi-nya merasa sangat shocked. Ditambah lagi Aqsa membatalkan proses taaruf. Kebalikannya, kesedihannya berlipat ganda. Bagaimanakah kisah cinta Selina setelah semua orang tahu bahwa dia anak seorang wanita tuna susila? Akankah Selina memperoleh jodoh yang bisa menerima dirinya apa adanya ataukah tidak?”