icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Bab 4 Solusi untuk Selina

Jumlah Kata:1395    |    Dirilis Pada: 01/06/2022

malam. Ummi Sarah mencoba memberanikan diri memanggilnya s

kan malam d

rbahan kayu jati Jepara dengan pel

an kayak gitu ...

sapa Ustaz Bashor t

warahmatullah,"

ya Ustaz Bashor melirik pintu ka

dipanggil. Ya Allah, anak ini keras kepala ... bagaimana mau menj

nya takkan lama dan dia pasti akan bertanya. Kalau perlu Abah akan panggil psikolog atau psikiater buat Selina

perti biasa dia pandai menutupinya di depan sang istri khawatir cemburu karena dia lebih menyayangi S

lapar. Ummi gak mau sampe dia kelaparan terus

Manusia bisa tahan gak makan sampe bermingg

nser sih d

khawatir. Tenang Ummi, pasti semua akan

aja yang makan

ra

da

lang Abah," sa

makan malam ini lezat, sate madura dengan saus kacang yang kental tapi bagi lidah mereka terasa hambar m

suara motor sport Adam yan

kan sate ke atas piring. Dari tadi dia hanya mampu memakan dua tusuk sate tanpa nasi, i

h lebih baik, dia cukup bisa mengendalika

mengedepankan logika sedangkan perempuan s

uan bukanlah perbandingan dan pilihan. Keduany

helm fullface ke atas meja dan lantas berjalan menuju ruang makan di mana Us

r dan Ummi Sarah serempak. Adam langsung mengecup

lin?" ta

i Sarah. Adam pun langsung berjalan menuju

makan yuk!" kata Adam di depan pintu kamar Se

erasa benar-benar terpuruk. Dia tidak tahu apa yang dirasakannya kali ini. Dunia seolah tak berpihak padanya. Selama ini dia menjalani kehidupan normal dan penuh den

dulu," ucap Ummi Sarah menepu

takut kalau Selina tidak mau makan

apa, nanti juga keluar kamar," kata Ummi Sarah menenan

ruang makan untuk me

a. Aku kira dia bisa dibujuk ma

tentu kamu juga seperti dia, boro-boro mikirin makan, ah bahkan kamu mungkin lebi

ketemu dengan Aqsa?

ereka berharap jika Selina itu anak kalian, tapi ternyata anak adopsi. Wajar sih mereka kaget," papar Adam sembari menyendok nasi dalam piring berbahan melamin. Ummi Sarah dan Usta

ob walakal Jannah (janganlah marah maka bagimu surga). Kata Rasul, jangan

nci Allah dan Rasul-Nya. Kamu belum apa-apa udah emosian, suudzon lagi

h, Allah menjaga emosiku. Kalau tidak mungkin

... kayak preman aja, kalau santri Abah

dam? Apakah kamu masih ingat apa ya

baca ta'awudz, berw

kamu mas

eh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta'awudz: A-'uudzu billah

i deh ceramah

ah kayak nggak pernah merasa muda aja. An

k boleh marah tapi kita sebaiknya mengendalikan amarah kita dengan benar, jangan sampai amarah kita yang m

nnya apa?" tanya Ummi

ia bisa memberi pengertian

u apa?" telis

enta

glek

minum a

emberi pengertian pada kedua orangtuanya agar mau menerima Selina sebagai calo

?" cicit U

dah membangun rumah mewah buat Selina ... sebaga

h tidak mau ambil pusing soal jodoh, saat ini A

sudah ditentukan di lauhul mahfudz oleh Allah. Kita fokus pada ap

tidaknya, aku yakin jika Selina tahu soal ini maka dia

arena mereka sangat dekat dan sama-sama wanita," ucap Ummi Sarah saat melirik ke dinding

ata Ummi, Abah. Aku akan s

kata Ust

gan?" sergah

awa. Kamu harus menelpon su

ti minta ijin suami

hiza menelponnya tapi dia tidak mengangkatnya. Selina seolah lupa akan perasaannya pada Aqsa. Yang dia pikirkan ialah mengapa Tuhan menakdirkannya untuk terlahir

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Taaruf dengan Anak Wanita Malam
Taaruf dengan Anak Wanita Malam
“Hafla Selina Almaqvhira (Selina) begitu bahagia ketika mengetahui bahwa orang yang mengajak taaruf dengannya adalah seorang pemuda yang dia cintai. Dia adalah Mohammad Alfatih Aqsa (Aqsa), seorang pemuda yang merenggut hatinya saat pertama kali bertemu. Dia seorang pengusaha muda yang shaleh yang bergerak di bidang property syariah sekaligus kakak dari sahabatnya Shiza Anisa Hanifah. Pun, kedua orang tua Aqsa adalah sahabat Ustaz Bashor Abah-nya saat mondok di pesantren Jawa Timur. Seolah kebahagiaanya berlipat ganda. Dua buah keluarga bersatu dalam ikatan pernikahan. Namun kebahagiaan itu sirna saat keluarga Aqsa mengetahui bahwa ternyata Selina bukan anak kandung Ustaz Bashor dan istrinya Ummi Sarah melainkan anak seorang wanita malam yang mereka asuh sejak bayi. Dengan tegas keluarga Aqsa tidak meneruskan proses taaruf apalagi khitbah. Selina yang baru tahu jika dia bukan anak kandung Abah dan Ummi-nya merasa sangat shocked. Ditambah lagi Aqsa membatalkan proses taaruf. Kebalikannya, kesedihannya berlipat ganda. Bagaimanakah kisah cinta Selina setelah semua orang tahu bahwa dia anak seorang wanita tuna susila? Akankah Selina memperoleh jodoh yang bisa menerima dirinya apa adanya ataukah tidak?”