icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Last Twilight

Bab 5 Kado untuk Bunda

Jumlah Kata:1016    |    Dirilis Pada: 06/05/2022

a

g begitu dekat dengan Dilan, tetapi ia bisa apa? Raga hanya sebatas mantan yang ti

dulu. Raga tahu sesakit apa Senja dulu. Raga mengerti setidak bisa itu kesalahannya dimaafkan. Kes

pada Senja? Juga bagaimana mungkin akan semudah itu Senja menerima lelaki yang benar-ben

n pastinya menghancurkan hidup Senja, kala ingatan-ingatan dirinya yang begitu jahat pad

nak-kanakan memang, Raga akui. Hanya untuk bersenang-senang ia menyakiti pujaan hati. Padahal Raga j

ang kala itu selalu tercurah kala Senja bersama Raga. Bahagia yang Senja kira akan teru

a, ah ... sungguh manis. Raga rindu Senja. Senyumnya ikut merekah mengingat itu. Namun, ia sudah tak lagi bi

yang telah lama teralihkan? Argh ... mobil yang ia kendarai tak bisa dikendalikan. Raut muka Raga berubah tegang mencoba kembali fokus pa

e o

lungkupkan kepala pada bantal dengan po

ar. Ingin sekali ia menjerit. Namun

teriaknya dalam bantal. "Gue kangen sama lo, Senja!

yang mendengar. Hanya diri yang semakin lara men

ukuran hubungan yang "katanya" hanya sebatas teman. Jelas ia paham, mana ada pe

guh menggan

itu. Masuk, lantas mulai melihat-lihat seisi toko. Tak perlu berlama-lama, karena ia sudah tahu

umamnya yang teringat makna dari liontin

tanpa berpikir langsung saja m

a yang sedang menyisir lembut rambut Tara, adi

tap kotak kecil yang ia baw

itu berceceran di lantai. Kotak putih tulang dengan pita merah muda menghiasi tutup itu berisi tas cantik

anpa sedikit pun memikirkan perasaan Senja yang tentunya sakit

ada kotak. Sedikit air matanya mengalir, tetapi cepat

sayang Senja, kok," uja

ahun lalu, tepat hari ibu setahun lalu. Ia tidak ingin berpikiran buru

berharap sang bunda menyambutnya senang.

ana tidak jika selama ia hidup belum pernah sekalipun mendapat s

ja juga anak bunda? Senja lahir dari rahim bunda, 'kan? Akan tetapi

Mereka selalu saja memanjakan Tara dan melupakan dirinya. Aneh. Akan tetapi memang i

risi kalung yang ia beli tadi. "Selam

ya untuk sang bunda. Berharap dengan begitu hati bunda akan mencair. Namun

hun kemarin kado yang ia berikan di lempar, ma

menjawab, dan terus saja menyisir rambut

rlakuan berbeda? Namun, ia hanya terus meyakinkan diri bahwa bunda menyayanginya. Entah di bagian mana Senja bisa

digenggamnya sedari tadi ke sebelah bunda duduk. Lantas ia berjalan menjau

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Last Twilight
Last Twilight
“Tentang Senja Aluna yang tidak pernah tahu kesalahan apa yang pernah ia perbuat pada orang tuanya dulu sampai Ayah dan Bunda tidak pernah mempedulikan Senja sedikitpun. Juga tentang adiknya yang mengidap penyakit mematikan membuat Senja harus menanggung segala luapan amarah dari Bundanya. Kasih sayang? Perhatian? Apa itu? Senja tidak pernah merasakan itu dari kedua orang tuanya. Hanya Dilan, sahabatnya yang mampu memahami dan menjadi pelindung bagi Senja. Namun bagaimana kalau akhirnya Tuhan menjauhkan Dilan dari dirinya? Siapa yang akan menjadi pelindung bagi Senja? Senja hanya ingin di sayang Bunda. Senja hanya ingin diperhatikan Bunda. Senja hanya ingin di cium Bunda. "Bunda, peluk Senja sekali aja. Boleh?" - Senja Aluna. "Senja, sini peluk Bunda sepuasnya, Nak." - Bunda.”
1 Bab 1 Di hukum2 Bab 2 Dilan yang Mengerti Segalanya3 Bab 3 Terjebak Friendzone4 Bab 4 Seperti Penguntit5 Bab 5 Kado untuk Bunda6 Bab 6 Bunda Baik ya, Ja 7 Bab 7 Meminta Balikan8 Bab 8 Selalu Salah9 Bab 9 Panggilan Sayang10 Bab 10 Siswa Pindahan11 Bab 11 Raga Pindah12 Bab 12 Senja Senang Berbohong13 Bab 13 Andai Saja Sama14 Bab 14 Cukup Seperti ini15 Bab 15 Lagi-lagi Kenapa Harus Dilan 16 Bab 16 Tempat Asing17 Bab 17 Si Orang Lama18 Bab 18 Bunda tetap Bunda Terbaik19 Bab 19 Terlambat20 Bab 20 Senja Terakhir21 Bab 21 Telinga Dilan Merah22 Bab 22 Selalu Kalah Telak23 Bab 23 Bukit Pelangi24 Bab 24 Senja Berarti Bagi Dilan