icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Last Twilight

Bab 4 Seperti Penguntit

Jumlah Kata:1050    |    Dirilis Pada: 06/05/2022

a

kini sudah menampilkan cengiran lebarnya. Bahk

bilang, sih? Kan bisa gue anterin tadi,"

unya. Senja pun memaksakan senyum

a dengan ramah tanpa mengind

t menuju dapur. Hatinya mendadak p

mirip penguntit. Entah hanya kebetulan atau memang betul-b

masih sering menganggu Senja. Menggodanya dengan gombal

gakan dari Raga? Murid nakal, suka bikin onar, menyebalkan, kerjaannya bikin orang naik darah. Pokoknya Raga i

hkan lelaki itu sering mewakili sekolahnya untuk ikut berpartisipasi di berbagai lomba. Dan pastinya selalu membawa pulang piala yang be

geng motor, merokok di sekolah. Parah, kan? Apa coba

laki itu tidak pernah melakukan hal buruk kepada Senja. Hanya saja.

ga. Tapi lelaki itu malah mempermainkan perasaannya. Sekarang giliran Senja ud

tunya pegawai miliknya yang masih sekolah itu. Sebenarnya, dulu Siska tidak ingin mempekerjakan Se

a itu membuatnya meluluhkan hati. Dengan tak tega,

uh. Senja bilang ia ingin bekerja agar tidak memberatkan beban orang tuanya. Ia tidak ma

a beruntung karena memiliki anak sebaik Senja.

ska. Wanita itu sudah

nyum kecil. "Kenapa apanya,

pa? Kok kayaknya kesel gitu?" Siska me

epalanya. Sangat lucu. Gadis polos seperti Senja

a sembari meringis kecil. "N

ercaya. "Ah, yang bener? Terus k

man lebarnya. "Nggak papa tante s

iska sangat menyayangi Senja seperti anaknya sendiri. Mun

erduga. Gadis itu membawa rasa hangat untuk hatinya yang din

alah gaji Senja. Siska menggaji Senja perhari kerja. Tu

jarnya sambil menyodorka

u. Kemudian tangannya terulur menerimanya. "W

bil tersenyum kecil. "Iy

"Yaudah, kamu pulang, gih. Nanti dicariin lagi sama bunda

kan Senja sebelum maghrib menjelang. Alasannya karena ia merasa kalau Se

? Tante nggak papa, kan, kalo Senja tinggal?" Tanya Senja mema

engelus sayang kepala Senja. "Nggak papa. I

rlakukan Siska. "Tante kayak bunda, deh. Suk

ya? Berarti bundanya Senja sa

tuh sayang banget sama Senja," kata gadis itu

lang, gih,"

aruh baya itu. "Senja pulang, ya, t

Ja!" Seru Siska pada Senja

kan jari jempolnya ke arah Siska. Siska

*

araknya tidak begitu jauh. Mulutnya bersenandung ke

ka Senja akan menyukainya juga. Dengan begitu

itupun merogoh tasnya. Mencari amplop pemberian Siska. Senja melebarkan m

gkan ia bekerja saja hanya beberapa jam.

onselnya dan bernia

apa?" Tanya Sisk

ng? Ini kebanyakan," jawab Senja

iska. "Nggak, sayang. Itu e

banget, tante,"

s dari tante karena

selalu baik sama Senja,

nak sendiri," ucap Siska sambil

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Last Twilight
Last Twilight
“Tentang Senja Aluna yang tidak pernah tahu kesalahan apa yang pernah ia perbuat pada orang tuanya dulu sampai Ayah dan Bunda tidak pernah mempedulikan Senja sedikitpun. Juga tentang adiknya yang mengidap penyakit mematikan membuat Senja harus menanggung segala luapan amarah dari Bundanya. Kasih sayang? Perhatian? Apa itu? Senja tidak pernah merasakan itu dari kedua orang tuanya. Hanya Dilan, sahabatnya yang mampu memahami dan menjadi pelindung bagi Senja. Namun bagaimana kalau akhirnya Tuhan menjauhkan Dilan dari dirinya? Siapa yang akan menjadi pelindung bagi Senja? Senja hanya ingin di sayang Bunda. Senja hanya ingin diperhatikan Bunda. Senja hanya ingin di cium Bunda. "Bunda, peluk Senja sekali aja. Boleh?" - Senja Aluna. "Senja, sini peluk Bunda sepuasnya, Nak." - Bunda.”
1 Bab 1 Di hukum2 Bab 2 Dilan yang Mengerti Segalanya3 Bab 3 Terjebak Friendzone4 Bab 4 Seperti Penguntit5 Bab 5 Kado untuk Bunda6 Bab 6 Bunda Baik ya, Ja 7 Bab 7 Meminta Balikan8 Bab 8 Selalu Salah9 Bab 9 Panggilan Sayang10 Bab 10 Siswa Pindahan11 Bab 11 Raga Pindah12 Bab 12 Senja Senang Berbohong13 Bab 13 Andai Saja Sama14 Bab 14 Cukup Seperti ini15 Bab 15 Lagi-lagi Kenapa Harus Dilan 16 Bab 16 Tempat Asing17 Bab 17 Si Orang Lama18 Bab 18 Bunda tetap Bunda Terbaik19 Bab 19 Terlambat20 Bab 20 Senja Terakhir21 Bab 21 Telinga Dilan Merah22 Bab 22 Selalu Kalah Telak23 Bab 23 Bukit Pelangi24 Bab 24 Senja Berarti Bagi Dilan