icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Last Twilight

Last Twilight

Penulis: Sellova96
icon

Bab 1 Di hukum

Jumlah Kata:1140    |    Dirilis Pada: 06/05/2022

b.

memaknai hidup? Atau waktu yang mengajarkan kita kala

jarkan kita bahwa sesuatu yang terlihat in

na tidak menyukainya. Ketika semua orang menyukai

ri dua hal itu. Keduanya s

kan juga anak kaya raya yang mampu menciptakan daya tarik bagi orang di sekitarnya. Ia hanyalah gadis kecilnya Andra, ayahnya. Senja Aluna

Warna biru begitu mendominasi hamparan angkasa. Membuat beberapa orang memilih untuk

njiri wajahnya terlihat tengah menyapu halaman sekolah. Sesekali gadis itu menyeka pe

yang bikin salah," omelnya sambil terus mengumpulkan d

ung halaman membuat Senja mencebik kesal.

bantuin Senja!" balas gadis itu sambil m

ian berlari menghampiri Senja. "Yaudah, gue bantu doa,

" pekik

ala Senja. "Iya, deh. Maaf, ya? 'Kan gue tadi nggak tau kalo malah lo ya

pa kalau dirinya sedang marah dengan D

loh halamannya. Senja enggak kuat," ucap gadi

an membawa gadis itu untuk duduk

ue mau lanjutin nya

engangkat jari jempolnya. "Okey

bil sapu yang tadi sempat dijatuhkan Senja. Kemudian

n ini tidak terlalu luas, tetapi rasa lelahnya begitu terasa. Pantas saja Senja marah karena dirinya

a?" tanya Senja

ampang!" ujarnya sombong. Padahal rasanya sudah mau pings

h Dilan. "Woah! Hebat, ya, Dilan.

uk

mbola. "Dilan

*

berulang kali. Berusaha menyesuaikan cahaya r

erat. Ia pun menatap sekelilingnya kemudian mengernyit heran. Ini

h? Apalagi di depan gadis yang disukainya. Terlebihnya lagi, ia dengan banggan

pa kata dunia, Dilan si cowok terkece di SMA Deihasen itu pingsan hanya k

yang kini tengah berjalan ke arahnya. Gadis itu tampak membawa sebotol air mineral dan sepiring nasi goreng d

ngannya terulur untuk mengecek suhu badan Dilan melalui keningny

nya anget gini?" tanya Senj

nahan malu di depan Senja perkara kejadian tadi. Tapi g

ingnya. Kemudian tersenyum kaku. "Ngga

gsan? Senja tadi khawatir banget, loh. Gara-gara Senja, Dilan jadi pingsan," kata Senja.

gue. Kan gue tadi yang nyari masalah sama guru terus lo kena imbasnya, deh. Jadi lo nggak perlu merasa

Dilan. "Makanya, Dilan jangan suka nakal. Jadinya kena hukum terus sama guru,"

i masalah itu nggak seru. Nanti kita nggak punya cerita

eburukan Dilan pas sekolah sama anak cucu. Nanti kalo mereka ngikutin jej

k Senja membuat Senja mengaduh saki

sar pipinya gimana?" marah Sen

lucu nanti, Ja," kekeh Dilan yang

n. Membuat Dilan menatap Senja sambil menaikkan sebelah alisnya se

istirahat sama belum sarapan. Makanya Senja belika

anis sembari menatap Senja. Senja hanya menaikkan alisny

tanya

rada di piring lalu meletakkan

," ujar

ik, jadi mau deh nyuapin Dilan," ujar Senja tanpa menyadari perubahan raut muka Dilan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Last Twilight
Last Twilight
“Tentang Senja Aluna yang tidak pernah tahu kesalahan apa yang pernah ia perbuat pada orang tuanya dulu sampai Ayah dan Bunda tidak pernah mempedulikan Senja sedikitpun. Juga tentang adiknya yang mengidap penyakit mematikan membuat Senja harus menanggung segala luapan amarah dari Bundanya. Kasih sayang? Perhatian? Apa itu? Senja tidak pernah merasakan itu dari kedua orang tuanya. Hanya Dilan, sahabatnya yang mampu memahami dan menjadi pelindung bagi Senja. Namun bagaimana kalau akhirnya Tuhan menjauhkan Dilan dari dirinya? Siapa yang akan menjadi pelindung bagi Senja? Senja hanya ingin di sayang Bunda. Senja hanya ingin diperhatikan Bunda. Senja hanya ingin di cium Bunda. "Bunda, peluk Senja sekali aja. Boleh?" - Senja Aluna. "Senja, sini peluk Bunda sepuasnya, Nak." - Bunda.”
1 Bab 1 Di hukum2 Bab 2 Dilan yang Mengerti Segalanya3 Bab 3 Terjebak Friendzone4 Bab 4 Seperti Penguntit5 Bab 5 Kado untuk Bunda6 Bab 6 Bunda Baik ya, Ja 7 Bab 7 Meminta Balikan8 Bab 8 Selalu Salah9 Bab 9 Panggilan Sayang10 Bab 10 Siswa Pindahan11 Bab 11 Raga Pindah12 Bab 12 Senja Senang Berbohong13 Bab 13 Andai Saja Sama14 Bab 14 Cukup Seperti ini15 Bab 15 Lagi-lagi Kenapa Harus Dilan 16 Bab 16 Tempat Asing17 Bab 17 Si Orang Lama18 Bab 18 Bunda tetap Bunda Terbaik19 Bab 19 Terlambat20 Bab 20 Senja Terakhir21 Bab 21 Telinga Dilan Merah22 Bab 22 Selalu Kalah Telak23 Bab 23 Bukit Pelangi24 Bab 24 Senja Berarti Bagi Dilan