icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Last Twilight

Bab 2 Dilan yang Mengerti Segalanya

Jumlah Kata:1170    |    Dirilis Pada: 06/05/2022

b.

yang lalu. Terlihat banyak murid yang sudah berdesakan

arap masih ada meja yang kosong untuk ia tempati. Jika biasanya Senja akan ditemani oleh Dilan, mak

orang pacaran. Namun status mereka tak lebih dari teman. Ketika banyak orang yang

ka bukan salah satunya yang jatuh cinta, makanya keduanya saling menyimpan rasa tapi enggan untuk me

simpan sebuah rasa cinta dan ingin memiliki. Tapi keduanya sama-sama bungkam. Memilih memen

song. Dengan langkah ringan, Senja berjalan men

annya, memanggil pemilik s

ama es teh manis, ya?"

dian mengacungkan jari

anan Senja. Sementara Senja, gadis itu tampak mengeluarkan p

media. Bahkan isi Facebook, serta Instagram mili

novel. Ah, bahkan ia jarang memiliki waktu luang. Setiap h

adul. Namun Senja tidak masalah ataupun protes ke orang tuanya. Baginya

sambil membawa nampan berisi semangkuk m

menatap kedua sajian

mbil tersenyum. "

iya, itu pasti Dilan yang membelikannya. Bukannya apa, hanya saja ia jarang diberi uang saku oleh orang tuanya. Tapi Senja tidak men

s teh manisnya juga. Ia pun mengelus perutnya yang terasa kenyang. Senja mengucapkan alhamdulillah s

Senja memincingkan matanya menatap

nyum jumawa. "Y

u ke kelas," ujarnya samb

sa mengikuti langkah Senja.

"Nggak usah pegang-

kalo Dilan boleh pegang ya, Ja?"

n. "Karena Dilan tem

g. Mengintip wajah Senja yang tertunduk.

as tatapan orang itu. "

temen juga," ujar Raga

npa menghiraukan Raga yang mengekori di belakangnya.

n bisa nggak, s

, Ja. Hati gue maunya ikutin lo terus,

mbal. Senja udah nggak tertari

peduli dengan Raga yang terus mengekorinya. Toh, ia ju

u. Dilan tampak tengah memainkan ponselnya

pis lagi.

KS?" tanya Ra

a? Mau ikut?" ujar Senja

engar nama Dilan. Bahkan raut j

mudian melangkah per

sitif jika itu menyangkut Dilan. Mereka tampak seperti

rjadi pada mereka. Toh, ia rasa Dilan juga perlu

bil memainkan ponselnya. Bahkan lelaki itu tampaknya tidak meny

epuk kaki Dilan pelan. Membuat

emanjang karena kesal

lannya aja yang terlalu fokus sama hp," gerutu Senja sambil memajuka

nja membuat Senja mengerang kesa

Dilan sambil menyimp

angguk. "U

sama bunda?" t

mau bawa bekal. Terus Senja dikasih uang jaja

pada gadis itu. Dan alasan Senja tidak membawa bekal karena bunda sedang malas mem

bunda bukan hanya satu, bukan hanya kakaknya. Masih ada Senja. Tapi

perkataannya akan melukai hati bunda. Tidak apa jika Senja harus mengalah p

Nggak yakin gue," u

eorang Senja Aluna. Tentang keluarganya yang pilih kasih, tentan

u. Entah apa yang ada di dalam pikiran kedua orang tuanya sampai tega

an karena dia belum masak. Bunda sayang banget, kan, sama S

eh. Paling juga itu uang hasil dari lo k

makan tadi memang hasil dari kerjanya seba

dia sulit sekali

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Last Twilight
Last Twilight
“Tentang Senja Aluna yang tidak pernah tahu kesalahan apa yang pernah ia perbuat pada orang tuanya dulu sampai Ayah dan Bunda tidak pernah mempedulikan Senja sedikitpun. Juga tentang adiknya yang mengidap penyakit mematikan membuat Senja harus menanggung segala luapan amarah dari Bundanya. Kasih sayang? Perhatian? Apa itu? Senja tidak pernah merasakan itu dari kedua orang tuanya. Hanya Dilan, sahabatnya yang mampu memahami dan menjadi pelindung bagi Senja. Namun bagaimana kalau akhirnya Tuhan menjauhkan Dilan dari dirinya? Siapa yang akan menjadi pelindung bagi Senja? Senja hanya ingin di sayang Bunda. Senja hanya ingin diperhatikan Bunda. Senja hanya ingin di cium Bunda. "Bunda, peluk Senja sekali aja. Boleh?" - Senja Aluna. "Senja, sini peluk Bunda sepuasnya, Nak." - Bunda.”
1 Bab 1 Di hukum2 Bab 2 Dilan yang Mengerti Segalanya3 Bab 3 Terjebak Friendzone4 Bab 4 Seperti Penguntit5 Bab 5 Kado untuk Bunda6 Bab 6 Bunda Baik ya, Ja 7 Bab 7 Meminta Balikan8 Bab 8 Selalu Salah9 Bab 9 Panggilan Sayang10 Bab 10 Siswa Pindahan11 Bab 11 Raga Pindah12 Bab 12 Senja Senang Berbohong13 Bab 13 Andai Saja Sama14 Bab 14 Cukup Seperti ini15 Bab 15 Lagi-lagi Kenapa Harus Dilan 16 Bab 16 Tempat Asing17 Bab 17 Si Orang Lama18 Bab 18 Bunda tetap Bunda Terbaik19 Bab 19 Terlambat20 Bab 20 Senja Terakhir21 Bab 21 Telinga Dilan Merah22 Bab 22 Selalu Kalah Telak23 Bab 23 Bukit Pelangi24 Bab 24 Senja Berarti Bagi Dilan