icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Last Twilight

Bab 3 Terjebak Friendzone

Jumlah Kata:1162    |    Dirilis Pada: 06/05/2022

b.

lu segera membereskan buku pelajaran yang terserak di meja. Begitu pun dengan Senja, gadis itu

Jadi perubahan warna serta ketahanan pun sudah mulai memudar. Namun Senja tidak pernah prote

?" tanya Dilan mengh

Tadi tante Siska ngechat Senja katanya kedai lagi ram

udian menarik tangan Senja.

kan kedai tante Sisk

rusan mengandalkan Dilan. Apalagi arah k

Pokoknya gue anter," putus Dila

ua," ledek seseorang yang te

sa diam. Selalu berisik dan membuat onar dalam kelas. Sedikit

men," kilah Se

ra menggoda dua insan itu sambil menaikkan kedua

an mereka. Senja bahkan bisa merasakan pipinya

elasnya yang lain pun

ma si doi kelas sebelah gimana?" ujar Bayu yang tengah d

a. Bukan rahasia lagi kalau Raga itu masih mengejar Senja. Belu

ahabatan doang. Sampe kapanpun juga baka

mendengar ucapan itu. Hatinya dan juga

takut untuk mengungkapkan. Taku

ak friendzone nggak en

berjalan keluar kelas. Mencari udara segar kar

erdiri di dekat pembatas balkon kelasnya yang berada di lanta

, Ja. Gue belum si

Gadis itu menatap malas ke arah Ra

talgia sama masa-masa indah kita dulu,"

utan dingin itu langsung men

jam. Bahkan Raga pun membalasnya dengan tatapan tajam jug

melihat keduanya saling melempar tata

dian membawa Dilan menjauh dari Raga. Ia takut terjadi hal-hal yan

g menatap kepergian

*

n. Membuat anak rambut Senja berterbangan membelai waja

edai itu menjual banyak macam makanan ala anak muda. Tak sedikit juga anak muda bahkan anak sekolah yang mampir di kedai ini. Selain ras

nya kemudian melepas helm yang melekat di kepalanya. Senja pun turun dari motor besar mil

mas. Ia mengulurkan tangannya ke bela

mping," ejek Dilan yang langsung

ung juga menerima uluran tangan l

dahnya ke arah Dilan. Gadis itu tampak tenga

erkejut dengan ucapan Senja. Kem

" cibirnya lagi. Bahkan lel

t Senja meradang. Kesalny

is itu kemudian berbalik meninggalkan Dila

ata telah berhasil merenggut seluruh hatinya. Membuat Dilan lupa bagaimana caranya dekat dengan gad

takut kalau nanti Senja malah akan membencinya lalu pergi meninggalkannya. Biarkan saja

Dilan inginkan hanyalah berada disisi Senja. Untuk saat ini

meninggalkan kedai Mawar. Ia ju

ampai akhirnya ia melihat sosok wanita paruh baya itu tengah membuat beberapa macam masakan. Mungkin itu pesanan pa

" pangg

mparkan senyumnya. "Baru da

oalnya. Maaf, ya, kalau Senja telat dateng

i kamu antar ke meja nomor 3, ya?" kata Siska sambil mena

gguk lagi. "

mpat macam itu. Sepertinya pelanggannya lebih

eja nomor 3. Namun keningnya mengernyit dalam ketika melih

h terlihat ada ponsel dan kunci motor tergeletak d

kanan itu di meja dengan h

," ujar seseorang

"Iya, mas. Sama-" ucapannya tiba-ti

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Last Twilight
Last Twilight
“Tentang Senja Aluna yang tidak pernah tahu kesalahan apa yang pernah ia perbuat pada orang tuanya dulu sampai Ayah dan Bunda tidak pernah mempedulikan Senja sedikitpun. Juga tentang adiknya yang mengidap penyakit mematikan membuat Senja harus menanggung segala luapan amarah dari Bundanya. Kasih sayang? Perhatian? Apa itu? Senja tidak pernah merasakan itu dari kedua orang tuanya. Hanya Dilan, sahabatnya yang mampu memahami dan menjadi pelindung bagi Senja. Namun bagaimana kalau akhirnya Tuhan menjauhkan Dilan dari dirinya? Siapa yang akan menjadi pelindung bagi Senja? Senja hanya ingin di sayang Bunda. Senja hanya ingin diperhatikan Bunda. Senja hanya ingin di cium Bunda. "Bunda, peluk Senja sekali aja. Boleh?" - Senja Aluna. "Senja, sini peluk Bunda sepuasnya, Nak." - Bunda.”
1 Bab 1 Di hukum2 Bab 2 Dilan yang Mengerti Segalanya3 Bab 3 Terjebak Friendzone4 Bab 4 Seperti Penguntit5 Bab 5 Kado untuk Bunda6 Bab 6 Bunda Baik ya, Ja 7 Bab 7 Meminta Balikan8 Bab 8 Selalu Salah9 Bab 9 Panggilan Sayang10 Bab 10 Siswa Pindahan11 Bab 11 Raga Pindah12 Bab 12 Senja Senang Berbohong13 Bab 13 Andai Saja Sama14 Bab 14 Cukup Seperti ini15 Bab 15 Lagi-lagi Kenapa Harus Dilan 16 Bab 16 Tempat Asing17 Bab 17 Si Orang Lama18 Bab 18 Bunda tetap Bunda Terbaik19 Bab 19 Terlambat20 Bab 20 Senja Terakhir21 Bab 21 Telinga Dilan Merah22 Bab 22 Selalu Kalah Telak23 Bab 23 Bukit Pelangi24 Bab 24 Senja Berarti Bagi Dilan