icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Kedua

Bab 6 Janji Anton untuk Clarissa

Jumlah Kata:1127    |    Dirilis Pada: 20/04/2022

an barunya di sebuah kontrakan kecil. Dia m

a melihat banyak sekali sarang laba-laba di sudut ruangan. Dia mul

waktu menunjukkan pukul empat sore. Dia langsung merebahkan tubuhnya di atas sebuah kasur em

esai juga! " s

ujung kepala hingga ke kaki Luna. Dia mulai meletakkan tubuhnya

irnya terlelap ti

taman. Dia menyusuri koridor koridor ruangan rumah sa

ejenak dia memberikan sebuah kode agar Anton menghentikan sebentar dorongan ku

ar ruang rawat inapku." Clarissa langsung menoleh ke

erhadapan dengan Clarissa. Dia berusaha untuk tetap tersenyum walaupun dia tidak sanggup

membara. Harapan harapan itu telah musnah. Bahkan mimpi-mimp

a. Lalu dia mulai berkata, "Kamu masih punya harapan. Jangan

an mengambil nyawanya. Dia hanya manusia biasa yang telah diciptakan ol

nt

say

kedua mata Clarissa condong ke arah Anton. Hingga

tu hal yang serius. Sebenarnya dia tidak sanggup untuk mendengark

rsedih untukku. Kalau pun aku harus pergi dari dunia ini, aku hanya ingin kamu untuk segera mencari penggantiku. Aku hanya ingin melihat kamu bahagia.

ama dan yang terakhir kalinya membuat dia jatuh hati. Namun dia tidak ingin mengecewakan cocok Larissa. Lalu dia mulai berjanji kepa

u sangat erat sekali. Dia berusaha untuk membendung air matanya agar

dia menatap wajah Anton yang penuh dengan air mata. Dia tidak menyangka sama sekal

n harapan untuk hidup. " Anton berusaha untuk meyakinkan Clarissa. Dia yakin jika Anton bisa melewati semua itu de

a tidak bisa untuk melewati kehidupannya. Tubuhnya terlihat begitu sangat kurus sekali. Bahkan wajahnya begitu sangat tirus. Dia juga sering sekali untuk keluar masuk rumah

dak sanggup bila kehidupannya tanpa adanya Clarissa. "Apa yang akan terjadi jika aku tanpa kamu Clarissa?" Dia menggumam dalam hati kecilnya dalam sebuah

nton. Dia tidak menyangka sama sekali Jika perempuan yang sangat dia cintai sedang menghadapi sebuah masalah kehidupan begitu berat. Dia merasa

indahnya matahari pagi yang mampu menghangatk

a. Dia tidak ingin membuang-buang waktunya lagi. Bahkan dia rela untuk tetap tinggal di Kota Semarang dan menin

entikan waktu untuk selalu bersama dengan Clarissa. Dia sangat mencintai Clarissa. Bahkan dia tidak sa

ggelengkan kepalanya ketika mendengarkan pertanyaan dari Clarissa. Dia tidak bisa menjawab satu katapun pertanyaan da

buah bangku di samping Anton. Lalu Clarissa

kali kita bertemu. Pasti kamu masih mengingatnya, kan?" Claris

ma kali saat mereka berdua bertemu. Mendadak kedua kelopak mata Clarissa p

. Ia merasakan ada sesuatu yang sangat aneh sekali. Namun dia tetap saja untuk menceritakan kepingan-kepinga

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Kedua
Cinta Kedua
“Dua tahun yang lalu Anton harus kehilangan Clarissa yang menderita penyakit leukimia stadium akhir. Hingga membuat dia enggan untuk jatuh cinta kembali. Namun takdir berkata lain Anton bertemu dengan Luna seorang barista yang sangat cantik sekali bahkan memiliki pengetahuan yang sangat luas sehingga dapat mengubah kehidupan Anton hingga jatuh cinta kembali. Tapi perjalanan kisah cinta mereka tidak berjalan begitu lancar dikarenakan Clarisa tidak pernah menyetujui hubungan Anton dengan Luna karena perbedaan sebuah usia dan latar belakang bahkan Renata menjodohkan Anton dengan Raisa karena mereka setara. Kemudian Anton dengan Luna mulai berjuang demi mendapatkan restu dari Renata. Bagaimana perjalanan dan perjuangan kisahnya?”
1 Bab 1 Di mana kamu, Sayang 2 Bab 2 Maafkan aku, Sayang.3 Bab 3 Kondisi Clarissa....4 Bab 4 Kritis5 Bab 5 Satu Jam Saja6 Bab 6 Janji Anton untuk Clarissa7 Bab 7 Tanpamu, hal terberat.8 Bab 8 Taman Kota9 Bab 9 Kesempatan 10 Bab 10 Kedai Kopi11 Bab 11 Perjodohan 12 Bab 12 Nggak! Aku Nggak Setuju!13 Bab 13 Pesta Pertunangan 14 Bab 14 Harus Dibatalkan : Rencana Anton dan Raisa15 Bab 15 PESTA PERTUNANGAN ANTON DAN RAISA16 Bab 16 Sudahlah! 17 Bab 17 Maafkan Aku, Luna