icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Lentera Rindu

Lentera Rindu

icon

Bab 1 Muasal Dera

Jumlah Kata:1208    |    Dirilis Pada: 08/04/2022

ur dengan say

ra begitu?" jawab

Penghulu, kamu sudah berikrar menjadik

ya, tetapi pada saat yang bersamaan, Bary masih bisa

"Tapi sampai kapan pun, Kakak tetaplah kakakku. Kakak yan

tidak menci

semakin mudah membaca, barusan Rima h

tahun ini dengan penuh keyakinan. "Sumpah demi Allah, saya

engan saya?" Rima masih bersikeras,

k kamu, Kak! Kenapa Kakak memaksa saya untuk melakukan itu? Apakah Kakak sudah tidak mengin

akhirnya ia mulai kesulitan meredam r

n usia kandungan jelang enam bulanan ini, sigap menabrakkan t

" desis Rima dengan

adi juga memperjuangkan tangisnya agar tidak sam

unta-lunta seperti ini," tambah Ri

udah takdir kita. Saya ikhlas, Kak, sangat ikhlas. Kakak tidak perlu meragukan saya. Bisa h

ungkin dapat ia pungkiri. Akan tetapi, karena keikhlasan itu jugal

in letih berpura-pura tegar di hadapan Bary, adik angkatny

ikap Rima, wanita yang menjadi korban dari kebejatan orang-

balikan senyum yang terenggut dari wajah Rima. Padahal, Bary tidak pun

ulan ke

ima menyambut Bary

ak!" sahut Bary dengan n

rih Rima. "Kenapa,

uang muka, lima ratus. Uang

lang begitu?" t

ak," sa

a pelan seolah-olah menggu

untuk membantu persalinan Rima, tetapi ditolak mentah-mentah dikarenakan Bary tidak punya cukup

a. Rima yang malang ini, semenjak dia dibuang oleh ibu

h ... uh!" Rima membuyarkan

begitu paniknya. "Bantu apa, Kak?"

ng!" seru Rima denga

rung yang tersusun rapi di atas tikar. "Mau d

ruh di bawah paha kakak!"

sarungnya menjadi tiga bagian sebagaimana yang diinginkan oleh Rima. Akan tetapi, untuk menaruh kain sarung tersebu

hendak bersalin, yang mana, otomati

arurat seperti saat ini, tetap saja Bary merasa risih

?" tan

sambil menyodorkan kain tersebut

kain sarung, Rima merasa belum cukup. "Masih ada

a menunggu diperintah dua kali, secepat itu juga Bary melakukan sepert

mana ini?"

Pegang! Taruh di bawah 'anu' k

at, tetapi Bary belum bisa melakukan beg

ng bantu, kakak! Aduh, Ma ... tolo-ng!"

sa Rima tidak punya Ma lagi. Ma-nya sudah m

nnya. Meskipun Bary tidak tahu kenapa Rima memintanya untuk melakukan

agu-ragu Bary menengadahkan tangan di 'j

melihat adanya separuh kehidupan ba

u napas Rima. Ia tengah

y yang ketakutan. Rima yang bertarung melawan hidup atau ma

Uh ... !" Kembali terdenga

jawab Bary b

a!" imb

lanya sudah kelia

a bayi Rima sejak beberapa saat barusan tadi

ampai dia jatuh ke lantai! Uh ... ! Uh ... !" Kal

t kem

. ! Ah

gkas pula sepasang tangan Bary yang beralaskan

k ..

bayi berjenis kelamin laki-laki ini m

Kembali nada bic

Bary pun kembali p

gkurap!"

" Bary tid

-arinya tidak kembali dalam

ry membolak

. Hati-hati ia telungkupkan bayi tersebut di atas lipatan

" seru Rima. "Tolong ambilkan

salah dia, apa? Biarkan saja dia tetap

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Lentera Rindu
Lentera Rindu
“"Kenapa kamu tidak mau tidur dengan saya, padahal sekarang saya sudah resmi menjadi istri kamu? Apakah kamu tidak mencintai saya?" Rima, gadis 18 tahun itu bertanya dengan nada yang sangat terukur. Bary, remaja pria yang lebih muda tiga tahun dari Rima, menjawab, "Maaf, saya tidak bisa." Bary menolak keinginan Rima yang notabene adalah istrinya. Kenapa? Temukan jawabannya dalam kisah 'Lentera Rindu' ini. Dear insan, kelak, rindu itu akan menjelma syair tanpa kata, yang duduk bersebelahan dengan kesunyian batinmu. Lalu, ia akan memaksa untuk disandingkan dengan bintang-bintang di langit-langit ingatanmu. 'Pabila ia menjelma jelaga, engkau butuh LENTERA agar RINDU tersebut tetap ada dan sederhana. Ketahuilah, mayapada ini fana, kitalah yang baka. Yang sementara pertemuan, kerinduan dalam rengkuhan batinlah yang abadi. *** Pict by Canva (free)”
1 Bab 1 Muasal Dera2 Bab 2 Perjuangan si Miskin3 Bab 3 Demi Rima4 Bab 4 Lingkaran Kehidupan5 Bab 5 Telah Hilangkah Empati Dunia6 Bab 6 Gamang7 Bab 7 Menutupi8 Bab 8 Adik Kamu 9 Bab 9 Tukasan Hajjah Maemunah10 Bab 10 Wangi Bunga Melati11 Bab 11 Tidur Panjang12 Bab 12 Tersisihkan13 Bab 13 Tuhan, Kenapa Kau Ambil Kakakku 14 Bab 14 Tunggu Kami di Surga15 Bab 15 Hamparan Kerinduan16 Bab 16 Melepas Karma 17 Bab 17 Jualan Daun Jati18 Bab 18 Dipukuli di Pasar19 Bab 19 Golo20 Bab 20 Bertemu Rima21 Bab 21 Sungai Laabalano22 Bab 22 Bertarung Melawan Buaya23 Bab 23 Karma Bersama Siapa 24 Bab 24 Kedatangan Wanita Asing25 Bab 25 Veronica26 Bab 26 Lentik Jemari Vero27 Bab 27 Keluarga Vero28 Bab 28 Bairam Chia29 Bab 29 Maafkan Dia, Kak30 Bab 30 Hadiah atau Halusinasi 31 Bab 31 Selamat Jalan Imam Palsu32 Bab 32 Putih-Putih Ampas Kelapa33 Bab 33 Untuk Apa Lagi Maaf 34 Bab 34 Vero dan Hampa