icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Lentera Rindu

Bab 3 Demi Rima

Jumlah Kata:1259    |    Dirilis Pada: 08/04/2022

m. Itu memang sengaja saya bawa pulang untuk Kakak, ko

a, tetapi ia tidak mungk

oleh makan ini. Kasian na

gan apa yang diucapkan Rima, tetapi Bar

ary. "Saya cuci muka

andi yang berada di tanah, bagian belakang gubuk. Ba

yang sudah tak lagi utuh, t

sudah, tolong bantu Ka

t duduk, bersila di depan piring kaleng berisi Lapa-Lapa, da

ggal tulangnya saja, Bary belum bisa memastikan. Apalagi, tampaknya Rima

udah tersentuh najis 'mughalazzah', serta memohon agar dibebaskan dari tipes apabila ia telah pun terkont

masih ada sedikit daging yang menem

ima yang duduk di bagian tengah gub

alam hati. Bayi Rima masih hidup, t

ma di tengah kesibuka

tah untuk yang mana satu ungkapan ra

siapa yang kasi,

lalbihalallah, Kak! Ken

? Halalbihalal, ya?" ulang

sahut

cuci ayamnya." Rima mengucap berdasarkan apa yang ia ras

g mengerut, Bary menjeda ku

ngomong begitu?"

ya asal-asalan saja! Tadi terpaksa kakak

Masih enak, kok!"

ima tidak menambahkan lagi, meskipun ia merasa ada yang a

mengurusi bayinya, Bary p

mengakhiri sarapan dan beralih menanyai Kakak,

i tadi," j

g minta bantu, bantu apa

r Rima tanpa menole

an Rima yang masih sibuk mengganti

kok, dibilang sakit

menjadi bebat bayi. Rasa kagum sekaligus sedih semakin tidak b

bisa Rima yang secerdas ini divonis mengala

di malam. Kamu simpan di mana?

a, tuh, Kak! Saya taruh d

long tan

am di mana?" tambah Bary sembari berancang-anca

ima. "Tapi tunggulah sampa

ja, biar saya bisa cari kerjaan

buk gubuk, yang berlantaikan bilah bambu, dan berdindingkan jelaja ini, dengan menggunakan Tembilang, mulailah

mengebumikan tembuninya, Bary pun b

ntip dari celah-celah lantai gubuk. Rima dari

us,

gentongnya

ikan sembari mulai meraih

alawat, atau apalah gitu! Pokoknya tanam s

eperti orang yang sedang mengidap k

adatkan tanah galiannya. Setelah itu, barulah Bary bertanya apakah masih ada yang perlu dikerjakan

suara tangis bayi Rima. Buru-bur

an, Kak?" tanya Bary apabila ia s

n suara tangis bayinya yang kian melengkin

nya' ke mulut mungil sang bayi, b

enit lamanya. Namun, alih-alih reda,

yang menjadi panik dibu

k ... diamlah,

saat kemudian, bukan hanya berkaca-kaca

ary tidak bisa lagi

lancar, Dek!" jawab Ri

an Rima. "Apa karena Kakak yan

r kakak sudah delapan belas, m

masih bisa menyahut, meskipun

ak kacang tanah biar setu genggam. Kamu

da lagi yang dikerjakan d

i turunlah! Bawa uang kakak

u?" sel

abut kalau ad

a l

tu yang merek R*ta. Sama sabun mandinya.

inn

m pulangnya, ya! Maaf kakak

dak apa-

ia pikul dengan menggunakan pikulan belahan bambu, Bary pun turun ke desa. Des

desa tempat dimana mereka dilahi

ah per batanya adalah pekerjaan Bary semen

harga yang tidak sesuai, tidak sama rata dengan pe

hasilan membuat batu bata tersebutlah ia dan Rim

a ini dialah Pak Haji Gofur, orang

rupiah yang Bary utang untuk biaya ijab kabul tempo hari, Bary mengangsurn

buat Mereka kekuran

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Lentera Rindu
Lentera Rindu
“"Kenapa kamu tidak mau tidur dengan saya, padahal sekarang saya sudah resmi menjadi istri kamu? Apakah kamu tidak mencintai saya?" Rima, gadis 18 tahun itu bertanya dengan nada yang sangat terukur. Bary, remaja pria yang lebih muda tiga tahun dari Rima, menjawab, "Maaf, saya tidak bisa." Bary menolak keinginan Rima yang notabene adalah istrinya. Kenapa? Temukan jawabannya dalam kisah 'Lentera Rindu' ini. Dear insan, kelak, rindu itu akan menjelma syair tanpa kata, yang duduk bersebelahan dengan kesunyian batinmu. Lalu, ia akan memaksa untuk disandingkan dengan bintang-bintang di langit-langit ingatanmu. 'Pabila ia menjelma jelaga, engkau butuh LENTERA agar RINDU tersebut tetap ada dan sederhana. Ketahuilah, mayapada ini fana, kitalah yang baka. Yang sementara pertemuan, kerinduan dalam rengkuhan batinlah yang abadi. *** Pict by Canva (free)”
1 Bab 1 Muasal Dera2 Bab 2 Perjuangan si Miskin3 Bab 3 Demi Rima4 Bab 4 Lingkaran Kehidupan5 Bab 5 Telah Hilangkah Empati Dunia6 Bab 6 Gamang7 Bab 7 Menutupi8 Bab 8 Adik Kamu 9 Bab 9 Tukasan Hajjah Maemunah10 Bab 10 Wangi Bunga Melati11 Bab 11 Tidur Panjang12 Bab 12 Tersisihkan13 Bab 13 Tuhan, Kenapa Kau Ambil Kakakku 14 Bab 14 Tunggu Kami di Surga15 Bab 15 Hamparan Kerinduan16 Bab 16 Melepas Karma 17 Bab 17 Jualan Daun Jati18 Bab 18 Dipukuli di Pasar19 Bab 19 Golo20 Bab 20 Bertemu Rima21 Bab 21 Sungai Laabalano22 Bab 22 Bertarung Melawan Buaya23 Bab 23 Karma Bersama Siapa 24 Bab 24 Kedatangan Wanita Asing25 Bab 25 Veronica26 Bab 26 Lentik Jemari Vero27 Bab 27 Keluarga Vero28 Bab 28 Bairam Chia29 Bab 29 Maafkan Dia, Kak30 Bab 30 Hadiah atau Halusinasi 31 Bab 31 Selamat Jalan Imam Palsu32 Bab 32 Putih-Putih Ampas Kelapa33 Bab 33 Untuk Apa Lagi Maaf 34 Bab 34 Vero dan Hampa