icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Lentera Rindu

Bab 6 Gamang

Jumlah Kata:1198    |    Dirilis Pada: 08/04/2022

sudah m

tah. Bayang-bayang laki-laki durjana yang telah menjadi penyebab terlantarnya Rima pada pengembaraan berterompa

untuk melupakan serta memaafkan segala perb

pnya tentang Kaerul, pada akhirnya Bary menyudahi lamunan. Set

in Rima sudah menun

patkan diri membasuh wajah, Bary juga minum sedikit. Hanya beberapa teguk, sekadar untu

dak lagi kesulitan mendapatkan air bersih. Maka, jadilah sumur ini ham

h juga Bary

i kampung barusan, tanpa menunda-tunda lagi, Bary langsung d

renakan rasa lapar setelah seharian penuh barulah bersentuhan dengan ma

Bary mendapati bayi Rima tidak

a menghampiri tas kresek berisi beras dan susu

erasnya ini, De

berisi sayur bayam yang tanpa garam dan

u liter, 'kan?" jawab

elanjaan yang dibawa pulang oleh Bary juml

tas kresek hitam yang ia bawa pulang barusan, Bary menyempatka

mereka, orang yang baru habis melahirkan atau wanita menyusui, tidak dianjurkan untuk mengkonsums

nya lagi. Toh, Bary merasa, ia sudah terbiasa makan untuk kenyang, b

s air putih sebagai ganti lauknya, sudah terlalu sering Bary dan

k?" Rima mulai tidak bisa hanya

y lebih dulu mengakhiri makan dengan menandaskan segelas air putih. Me

, di dunia ini, mana ada ... orang yang berani kas

ng sudah ndak ada uan

y sembari mengambil temp

ium aroma amis darah yang menguar dari tubuh Rima, masih bisa tercium dengan begitu jelasnya.

amu, Dek?" Rima benar-b

las ribu, kan? Saya belanja pakai itulah

merasa heran," ucap Rima lagi. "Ini u

erlihatkan sejumlah uang yang i

bawa sore tadi. Kenapa bi

ta Rima, "Berasnya juga, ini kebanyakan kalau cuma satu l

putih sachet-an. Tidak hanya itu, di dalam

sesal Bary dalam hati. "Pan

sedikitpun tidak terpikir tentang apa yang ia bawa pulang. Selain itu, Bar

idak menutup kemungkinan ini akan menjadi masa

tanya Rima lagi sembari bangkit dari dud

ian minta panjar sama pak Haji. Maaf, saya tidak b

mungkin berkata jujur jika Zahirahlah yang sudah dengan sengaja men

k. Sekarang, tidak mungkin Bary kembali turun ke kampung un

utangmu itu, Dek," tambahnya sambil

oba menenangkan Rimw. "Eh, itu Kakak mau masak apa? Kakak

ntuk bikin susu," jawab Rima. "Kasian tadi

rcayai ini. "Tidak apa-apakah itu?

aja, kok! Habis, tadi Kakak sampai bingung dia ndak ada berhentinya menangis. Tapi habis saya kasi k

yang mengilhami Kak R

yang coba ia kembangkan, Bary tahu, itu hanyalah cara Rima untuk me

menimpalinya dengan kalimat apa. Bary hen

in letih berpura-pura menjadi sa

ima kemudian sembari membaiki nyala api di atas tungk

Bary yang lagi-lagi terpaksa berdusta, dikarena

ma. "Mungkin tadi malam

gkin," im

aktu di kampung, kamu ndak deng

ep

erpikir untuk menyampaikan atau mendiamkan kabar kematian Kaerul, laki-laki durjana yang saat in

y, antara memberi tahu, atau menutu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Lentera Rindu
Lentera Rindu
“"Kenapa kamu tidak mau tidur dengan saya, padahal sekarang saya sudah resmi menjadi istri kamu? Apakah kamu tidak mencintai saya?" Rima, gadis 18 tahun itu bertanya dengan nada yang sangat terukur. Bary, remaja pria yang lebih muda tiga tahun dari Rima, menjawab, "Maaf, saya tidak bisa." Bary menolak keinginan Rima yang notabene adalah istrinya. Kenapa? Temukan jawabannya dalam kisah 'Lentera Rindu' ini. Dear insan, kelak, rindu itu akan menjelma syair tanpa kata, yang duduk bersebelahan dengan kesunyian batinmu. Lalu, ia akan memaksa untuk disandingkan dengan bintang-bintang di langit-langit ingatanmu. 'Pabila ia menjelma jelaga, engkau butuh LENTERA agar RINDU tersebut tetap ada dan sederhana. Ketahuilah, mayapada ini fana, kitalah yang baka. Yang sementara pertemuan, kerinduan dalam rengkuhan batinlah yang abadi. *** Pict by Canva (free)”
1 Bab 1 Muasal Dera2 Bab 2 Perjuangan si Miskin3 Bab 3 Demi Rima4 Bab 4 Lingkaran Kehidupan5 Bab 5 Telah Hilangkah Empati Dunia6 Bab 6 Gamang7 Bab 7 Menutupi8 Bab 8 Adik Kamu 9 Bab 9 Tukasan Hajjah Maemunah10 Bab 10 Wangi Bunga Melati11 Bab 11 Tidur Panjang12 Bab 12 Tersisihkan13 Bab 13 Tuhan, Kenapa Kau Ambil Kakakku 14 Bab 14 Tunggu Kami di Surga15 Bab 15 Hamparan Kerinduan16 Bab 16 Melepas Karma 17 Bab 17 Jualan Daun Jati18 Bab 18 Dipukuli di Pasar19 Bab 19 Golo20 Bab 20 Bertemu Rima21 Bab 21 Sungai Laabalano22 Bab 22 Bertarung Melawan Buaya23 Bab 23 Karma Bersama Siapa 24 Bab 24 Kedatangan Wanita Asing25 Bab 25 Veronica26 Bab 26 Lentik Jemari Vero27 Bab 27 Keluarga Vero28 Bab 28 Bairam Chia29 Bab 29 Maafkan Dia, Kak30 Bab 30 Hadiah atau Halusinasi 31 Bab 31 Selamat Jalan Imam Palsu32 Bab 32 Putih-Putih Ampas Kelapa33 Bab 33 Untuk Apa Lagi Maaf 34 Bab 34 Vero dan Hampa