icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Lentera Rindu

Bab 10 Wangi Bunga Melati

Jumlah Kata:1346    |    Dirilis Pada: 08/04/2022

pun ikut tumpah, maka kian r

rusaha cari kerja, tapi saya tida

itu maha romantis, kok! Percayalah, Tuhan pasti akan menunjukkan j

Bary juga tahu itu. Akan tetapi, perih dalam

melelahkan dari berpura-pura ba

Karma, terjaga dari tidurnya. Karma, memperdengarkan suar

dangkan Bary, ia masih di tempatnya, tempat

ncangan hingga mereka semua ten

*

Mataku

g terserang trakoma. Saat meraba untuk memastikannya, benar, Bary memang terserang tr

Bary membawanya turun ke kamar

mputi pakaian kotor, lalu kembali ke kama

njemurnya. Ketika Rima terjaga, satu panci berisi air m

eringsut menghampiri Bary yang tengah

a rencana mau pergi mengail di Laabal

atap punggung Bary. Rima khawatir, dikarenakan Laabalan

Laabalano, Dek?"

ary sudah selesai menjerang kayu bakar. "Siapa

baru menyadari kondisi ma

, Kak," s

Rima. Tanpa kata, B

gamati mata Bary. "Ntar, ya, biar Kakak obati,

mana mereka hanya menautkannya pada dinding yang diberi kasau-kasa

susu dari badannya. Mendapati itu

pula Bary menghampiri Rima. "Buka mat

ahkan wajah, lalu membuka mata lebar-lebar. Di sini, air susu

embuh, ya," ucap Rima

mbung Bary. "Ter

pertanyaan yang sejak tadi ingin ia perjela

ya begitu, Kak

gah Rima yang sangat

Kak?" t

Dek! Cari tempat la

g kerap Rima ucapkan. "Kita sudah terlalu sering berhadapan dengan kematian, Ka

mu mungkin benar, Dek! Separuh diri kita ini sebenarnya su

ersikukuh. "Tidak usah takutkan saya, K

sur muram. "Sungai itu ada penunggunya,

resahnya, tetapi Bary yang merasa bu

gu mereka, Kak," ucap Bary

Rima benar-benar merasa gentar dengan rumor tentang Sungai Laabalano yang d

hati. Rima mulai kehabisan kata bagaimana ca

ma pun beralih pada air mandinya

n diam saja sembari menunggu peri

tubuhnya. Hingga mandinya usai, Rima sampai lupa meminta bantuan Bary seb

ta bantuan saya?" tan

Dek," sahut Rima. "Kaka

rcahaya. Wajah Rima begitu damai di pagi in

i, Bary tidak sabar untuk

ragu. "Kakak ma

a enam ribu lima ratus," tambah Ri

tus? Aduh, bagaima

" tanya Rim

tiga ribu lima ratus? Saya mau beli tasi

ujar Rima juga. "Untu

ary pelan. "Tidak apa-apa, y

ja semuanya. Tolong be

ry. "Doakan saya banyak

kul Bary. "Kakak ini sudah capek, Dek. Hanya kamu satu-satunya harapan Kakak yang nanti jaga adik kamu. Jadi

y. Kembali Rima memeluk B

ima, betapa damainya jiwa Bary. Inilah

kemudian, Bary pun

t tubuh Bary, lalu memeluknya de

yangi kamu, Dek," d

Bary. Setelah itu, Bary

henti-hentinya berdebar-debar

ada akhirnya Bary mengabaikan se

ng, dan dua bungkus susu sachet, lalu bergegas ke hutan jati

k kayu seukuran ibu jari, menjadikannya joran. Setelah itu, ia beredar menc

ngkapan mengail telah pun tersedia, maka beredar pul

ancing ke dalam sungai, entah kenapa tiba-

ar sungai ini

adnya untuk mengatasi rasa lapar telah membuatnya tidak memedulik

sebesar telapak tangan orang dewasa adalah hasil tangkapannya yang pertama. Namun sayang, hingga gel

mungkin lagi bertahan. Khawatir Rima sudah menungg

ngan aroma wangi bunga Melati.

erlelap di samping Karma. Tidak ingin mengg

uar dalam gubuk ini, semakin kuat men

a wangi bunga Melati di gubuk in

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Lentera Rindu
Lentera Rindu
“"Kenapa kamu tidak mau tidur dengan saya, padahal sekarang saya sudah resmi menjadi istri kamu? Apakah kamu tidak mencintai saya?" Rima, gadis 18 tahun itu bertanya dengan nada yang sangat terukur. Bary, remaja pria yang lebih muda tiga tahun dari Rima, menjawab, "Maaf, saya tidak bisa." Bary menolak keinginan Rima yang notabene adalah istrinya. Kenapa? Temukan jawabannya dalam kisah 'Lentera Rindu' ini. Dear insan, kelak, rindu itu akan menjelma syair tanpa kata, yang duduk bersebelahan dengan kesunyian batinmu. Lalu, ia akan memaksa untuk disandingkan dengan bintang-bintang di langit-langit ingatanmu. 'Pabila ia menjelma jelaga, engkau butuh LENTERA agar RINDU tersebut tetap ada dan sederhana. Ketahuilah, mayapada ini fana, kitalah yang baka. Yang sementara pertemuan, kerinduan dalam rengkuhan batinlah yang abadi. *** Pict by Canva (free)”
1 Bab 1 Muasal Dera2 Bab 2 Perjuangan si Miskin3 Bab 3 Demi Rima4 Bab 4 Lingkaran Kehidupan5 Bab 5 Telah Hilangkah Empati Dunia6 Bab 6 Gamang7 Bab 7 Menutupi8 Bab 8 Adik Kamu 9 Bab 9 Tukasan Hajjah Maemunah10 Bab 10 Wangi Bunga Melati11 Bab 11 Tidur Panjang12 Bab 12 Tersisihkan13 Bab 13 Tuhan, Kenapa Kau Ambil Kakakku 14 Bab 14 Tunggu Kami di Surga15 Bab 15 Hamparan Kerinduan16 Bab 16 Melepas Karma 17 Bab 17 Jualan Daun Jati18 Bab 18 Dipukuli di Pasar19 Bab 19 Golo20 Bab 20 Bertemu Rima21 Bab 21 Sungai Laabalano22 Bab 22 Bertarung Melawan Buaya23 Bab 23 Karma Bersama Siapa 24 Bab 24 Kedatangan Wanita Asing25 Bab 25 Veronica26 Bab 26 Lentik Jemari Vero27 Bab 27 Keluarga Vero28 Bab 28 Bairam Chia29 Bab 29 Maafkan Dia, Kak30 Bab 30 Hadiah atau Halusinasi 31 Bab 31 Selamat Jalan Imam Palsu32 Bab 32 Putih-Putih Ampas Kelapa33 Bab 33 Untuk Apa Lagi Maaf 34 Bab 34 Vero dan Hampa