icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jadi Istri Kedua Sang Ceo

Bab 4 Waktunya Pergi

Jumlah Kata:1051    |    Dirilis Pada: 05/03/2022

il yang sedang melaju di jalanan. Sebentar lagi, mobil itu akan lewat dengan ke

ini. Harusnya, kau tak pernah berkorban untukku," gumamku pela

aaa

il yang akan menabrakku. Kedua kakiku bergetar, merentangkan tangan dan mendongkak ke

ggenggam jari-jemari tangan kanan. Begitu aku menoleh, aku tersentak, ber

engan posisi erotis. Aku terdiam tak bisa berkata-kata, tapi, kedu

erti orang yang putus asa!" teriaknya dengan ekspresi wajah khawat

kan untuk khawatir atau takut. Peduli saja tidak. "Kenapa ... kenapa kau menunjuk

sedikitpun!" suaranya terdengar meninggi, sambil menggerakkan tangan

ng menjadi datar. Tubuhku yang terduduk di samping, dengan kepala yang mend

, aku kembali melangkah ke tengah jalan untuk memasang tubuh di tengah jalan, agar bisa di

a tajamnya itu. "Apa kau gila! Aku sudah menyelamatkanmu dari kematian, tapi kau masi

u tak lagi ingin menaruh harapan pada siapapun di dunia ini. Karena semuanya akan hancur, dan

rtua di keluarga, Nelions Herbert. Puas mendongkak ke arah langit, kini aku menoleh

aca. "Apa ekspresimu itu? Kau mengira aku Pengemis yang meminta perhatian untuk hidup? Aku tak memerl

apa-apa pada dunia? Kenapa harus sekarang, padahal sebelumnya aku terus berhar

rik tanganku untuk tak m

resi dingin. Sampai kapan Tuhan akan terus mempermainkan takdirku seperti oran

tanpa ada lagi yang mengabaikanku." Hancur sudah pertahanan untuk

bersamaan dengan waktu kepergiannya. Sebelum itu, adakah ka–kalian pernah me

mobil besar yang melaju kencang. Neon ingin menghentikanku, tapi kali ini

m oleh mobil besar dengan kecepatan tinggi. Bisa terasa, tubuhku melayang denga

rapa kali. Teriakan-teriakan kembali terdengar, sama persis seperti Fer

mulai berkunang-kunang. Tak ada rasa kecewa ketika melakukan in

angan tidur.

enggenggam tangan kananku. Bau amis perlahan tercium, pakai

ya memegang telapak tangan, sambil meminta-minta agar aku tak menutup mata.

bata-bata. Aku sudah mulai sulit untuk bernapas, tubuhku melem

seorang pria paruh baya yang tetap tampan. Tak lain adalah Papa. Seorang fig

ntuan. Kemudian aku melirik pada Neon, yang menyusupkan kedua tangannya u

aku dambakan untuk menjadi penyelamat utama. Menggunakan kekuatan yang masih ada, ak

atkan a–tau beru–saha peduli pada–ku." T

ngkirkan tanganku, kemudian mengangkat tubuh ke dalam mobil, sam

rcah tatapan hangat yang sebelumnya menjadi harapan, agar aku menjadi

" tanya paman yang

ama penuh kebahagiaan, tanpa adanya keberadaanku dalam kebahagiaan merek

na gelap. "Sela–mat ting–gal, te–rima ka–sih atas se–muanya." Set

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jadi Istri Kedua Sang Ceo
Jadi Istri Kedua Sang Ceo
“Akhir dari jodoh dengan sang kekasih telah membuatnya putus asa, di hadapan mayat yang tak lagi bernyawa itu. Menangis dan berteriak pun tak mungkin mengembalikan tubuh sang kekasih. Putus asa, satu kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan Lania Herbert. Itu semua terjadi, hanya karena sang kekasih bernama Fero ingin menyelamatkannya dari kecelakaan. Merasa bersalah, dan tak lagi punya apa-apa. Lania memutuskan untuk menabrakkan diri pada mobil. Namun, itulah awal dari kehidupannya di dunia dengan penuh perjuangan yang lebih berat dari sebelumnya. Dia menjadi istri kedua seorang CEO, di dunia yang hancur karena Sarang monster yang disebut Dungeon.”