icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jadi Istri Kedua Sang Ceo

Bab 5 Pria Mulut Luwes & Perempuan Bergaun Merah

Jumlah Kata:1209    |    Dirilis Pada: 06/03/2022

pat la

terdengar marah. Berusaha tak mempedulikan itu, tapi sayangnya gagal, karena kemudian, wajahku

Namun, entah kenapa, tatapan itu begitu tak asing di ingatanku. Kemudian, tanpa peringatan, ingatanku memutar bagi

ya, hari ini, kamu ikut dengan kami ke sebuah acara. Jangan melakukan hal yang memp

lian?" tanyaku terbata-bata, bangkit dari posisi tidur, dan memegang ken

rempuan ini. "Jangan banyak drama, cepat bersiap-siap untuk ikut

ning. Kita tak pernah bertemu, tapi dia seperti sangat membencik

akan hancur dalam satu kali pukul. "Ini ... bukan rumah sakit? Ak

terguling di tangga aja harus dibawa ke rumah sakit. Memang kami ini

ni. Istri Kedua? Jatuh dari lantai dua dan terguling di tangga?

saudara yang enggan untuk mengakuiku itu. Begitu sampai di mobil, aku mengucapkan

Aku mulai bertanya ; "Tunggu! Apa maksudnya saya istri kedua? Jatuh d

tap perempuan cantik bergaun merah gelap di sampingnya, seperti sedang bertanya melalui isyarat. Perempuan dengan gaun me

empuan bergaun merah itu, dengan alis terangka

luwes ini. Bibirnya memahat senyum smirk, dan itu membuat perasa

, dan kemudian berkata ; "Honey, aku ingin bicara berdua dengannya secara privat. Kamu bi

eri kecaman ; Kalau aku tak boleh macam-macam dengan perempuan ini, atau aku aka

gaun merah ini langsung berubah menjadi ilfeel, dan jijik bagai melihat serangga. Dia berjalan

tuturnya dengan nada rendah, sambil menjeda kalimatnya. "Sekali lagi aku peringatkan, untuk yang terakhir kalin

utan, padahal aku sama sekali tidak takut padanya. "Mau tau kena

udian menarik tanganku untuk jatuh di atas tubuhnya. Suara gebrakan tubuh yang terhempas ke lant

um licik tertangkap oleh mataku sesaat, lalu dia menutup mata dengan lengan. "Ku–kumohon, ja–jangan siksa aku, a–

riakan langsung pecah, ketika pintu terbuka. Menampilkan seorang pria tampan dengan mulut luwes melangk

ku dengan keras. Hingga suara tamparan menggema keras. Tak sampai di sana,

. Pandanganku mulai berawan. Tubuhku mati rasa, tergeletak di lantai, dan hanya bisa

aku merasa sangat iri dalam hati. Andai Fero ada di sini, mungkin dia juga a

tu, aku bisa melihat senyum sinis yang terlihat jelas, jika mereka berdua membenciku.

angat merindukan Fero. Dan sangat ingin merasakan pelukannya untuk saat ini. Dengan hati remuk r

*

dengan lembut. Aku tahu siapa pemilik suara itu, dan mem

eh awan. Sosok pria ... tidak, remaja dengan pikiran

dan lambat. Seakan menikmati masa, di mana aku tersiksa ketika menunggu sahabat ... eh, tidak

hadapanku, aku mencoba memanggilnya ; "Fero?"

anku ini mengangguk, sambil memahat senyum lembut, seakan siap

gan untuk menyangga, lalu bergerak melekap tubuhnya dengan erat. "

khas darinya kembali memperdengarkan kata-kata itu. "Ka–kau

yang. "Tapi, aku juga marah padamu. Bagaimana bisa kau menyia-nyi

k seraya menangis pelan. "Ma–maaf a–aku su–sudah tak kuasa lagi, sa–saat k

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jadi Istri Kedua Sang Ceo
Jadi Istri Kedua Sang Ceo
“Akhir dari jodoh dengan sang kekasih telah membuatnya putus asa, di hadapan mayat yang tak lagi bernyawa itu. Menangis dan berteriak pun tak mungkin mengembalikan tubuh sang kekasih. Putus asa, satu kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan Lania Herbert. Itu semua terjadi, hanya karena sang kekasih bernama Fero ingin menyelamatkannya dari kecelakaan. Merasa bersalah, dan tak lagi punya apa-apa. Lania memutuskan untuk menabrakkan diri pada mobil. Namun, itulah awal dari kehidupannya di dunia dengan penuh perjuangan yang lebih berat dari sebelumnya. Dia menjadi istri kedua seorang CEO, di dunia yang hancur karena Sarang monster yang disebut Dungeon.”