icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Surat Dari Venus

Surat Dari Venus

icon

Bab 1 Pertemuan Dua Orang Kesepian

Jumlah Kata:1339    |    Dirilis Pada: 03/03/2022

seorang wanita paruh baya sembari menggunakan celemek di tubuhnya. Wanita itu sudah berk

... aku melupakan

dah mengingatkannya untuk segera menyiapkan perlengkapan sekolah agar tidak ada yang kurang ketika pagi hari. Ia mendengarkan saran nenek, lalu menyiapkannya. Namun, ia

iucapkan bagi lidah Orang Jawa. Tidak sekali dua kali orang – orang salah menyebutkan namanya. Ia sendiri heran

lagi akan ujian untuk kenaikan kelas. Begitu cepat waktu berlalu semenjak Ran diadopsi oleh Ne

adis. Ia memiliki mata bulat berwarna hitam legam yang dihiasi dengan bulu mata lentik. Rambutnya hitam lurus sepanjang

arang, seperti badan putih dan menggunakan lensa mata. Ia cuku

2013. Tepat setahun sebelum bertemu dengan Ran. Kecelakaan itu terjadi saat suami dan putri semata wayang

a – tiba, membuat suaminya terkejut. Karena berusaha menghindar agar tidak menabarak anak kecil i

kit jiwa akibat serangan panik. Dan, pertemuan dengan Ran adalah obat

a. Kala itu Nenek Mariyati sedang jalan – jalan bersama perawatnya ke luar untuk menghirup udara sore. Di sebelah rumah

udah menguasai dua puluh lima musik klasik. Padahal sebelumnya, ia tidak pernah mengikuti les biola karena les biola mahal. dan dulu orang tuanya tidak memil

asuhan. Setelah di panti asuhan, ia sering berlatih sendirian ketika tidak ada kelas membaca dan menulis. Ia juga membeli beberapa kaset dvd musik klasik di pasar, setiap ia keluar bersama penjaga panti asuha

keluar dari area rumah sakit jiwa. Perawat yang menjaga Nenek Mariyati sampai kewalahan, sampai meminta tolong satpam untuk membantunya. Meskipun sudah berumur, ternyata Nenek Mariyati

jut merah dan biola tua. Setelah pertemuan itu, Nenek Mariyati harus mendapatkan ter

jungi Nenek Mariyati di rumah sakit secara rutin, untuk memainkan beberapa lagu dengan biolan

. Ran mampu berdiri dengan baik dan memiliki kondisi yang utuh. Sedangkan putrinya tidak bisa menggunakan kaki dengan baik dan hanya duduk di kursi roda, akibat penyakit dis

yarat mengadopsi anak adalah mampu; mampu menafkahi, mampu memberi kasih sayang, dan mampu secara mental. Jadi, Nenek M

atu. Ketika ia hendak berpamitan pada Nenek Mariyati, wanita paruh baya itu sud

amping rumahnya. Rumah makan itu adalah usaha milik ne

menghidupi Ran. Tabungan dan asuransi yang masih disimpan, digunakan untuk membel

ak dikenal orang karena cita rasa masakannya. Secara tidak langsung, hal itu menjadi branding dari usahanya. Bahkan, Nenek Mariyati sudah menerima banyak pesanan cathering dari acara tasyakuran, dan pernikahan. Kin

untuk melayani pengunjung. Ia bangga terhadap Nenek Mariyati dan merasa bersyukur karena beliau mau membantunya keluar dari panti asuha

u!" ujar Ran dengan sua

Ran dan menepuk bahunya, "Kamu tuh ada banya

ihnya yang berbaris rapi, lalu ia membalas

hati di jalan, ini ada uang sak

k, uang yang kemarin masih ada kok, Ran kan juga

ti sembari memasukan uang lima puluh ribu ke dalam saku rok sekol

menghampiri nenek dan mengembalikan uang itu karen

rumah makan menuju halte bus terdekat. Beruntungnya, Ran s

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Surat Dari Venus
Surat Dari Venus
“Semakin bertambahnya zaman, saat ini ada banyak hal yang dinormalisasikan. Hal buruk menjadi kebanggaan, bahkan sebuah trend. Namun siapa sangka, hal buruk tersebut ada di balik keadilan, kebaikan, dan kejujuran? Seperti langit malam bertabur bintang. Sekalipun gelap mengililingi, masih ada setitik cahaya bagi mereka yang dapat melihatnya. Tentang perjalanan seorang gadis penderita PTSD yang mencari cinta sejatinya dan menyembuhkan diri. Ran, bersama Nenek Mariyati, Sunny dan Kinan, ia menemukan sebuah keluarga yang telah lama ia rindukan. Bersama Venus, ia belajar mencintai seseorang.”
1 Bab 1 Pertemuan Dua Orang Kesepian2 Bab 2 Menembus Gerombolan3 Bab 3 UKS4 Bab 4 Jam Kosong5 Bab 5 Sunny6 Bab 6 Ledakan Di Sekolah7 Bab 7 Gadis Bertopi Merah8 Bab 8 Dua Kali Ke Swalayan9 Bab 9 Bingkisan Untuk Ibu10 Bab 10 Aku Ingin Mati11 Bab 11 Pride And Prejudice12 Bab 12 Perjodohan13 Bab 13 Bintang Lima14 Bab 14 Hujan Di Malam Hari15 Bab 15 Amplop Cokelat16 Bab 16 Menjadi Debu17 Bab 17 Postcard18 Bab 18 Janji Temu Mendadak19 Bab 19 Halte Bus