icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Hakikat Cinta

Hakikat Cinta

icon

Bab 1 Pulang

Jumlah Kata:1199    |    Dirilis Pada: 22/01/2022

kan rutinitas mengaji seperti biasa. Kecuali Latifah. Gadis remaja itu tengah sibuk berbenah. Merapikan kamarnya setelah semua barangnya tertata rapi dalam koper. Keputus

i pucuk kepalanya untuk memberinya restu. Masih teringat dengan

un kamu menuntut ilmu di sini, pergunakanlah dengan baik di luar sana. Pegan

Aisyah Nurlatifah untuk membentuk karakter dan menimba ilmu agama sedari kecil. Cinta dari orang tua memang luar biasa, mereka rela dibenci, hingga akhirnya sang anak memahami bahwa mereka ingin yang terbaik untuk anaknya. Seperti yang ibu Latifah lakukan. Dia mengirimkan Latifah ke tempat kak

saat terakhir kali sang ibu berkunjung, tak biasanya wanita lembut itu menginap dan begitu memanjakannya

buram dengan bayangan sang ibu yang kian memudar meninggalkan semerbak wangi yang menguar di seluruh ruangan. Be

g saling bertaut. Latifah menghapus sisa harunya dan berjalan menghampiri gadis kecil itu. Diraihnya tangan mungil itu hingga membuat sang empunya berjingkat dengan mata membulat

" Disela sesenggukannya, Khoiri mencoba menawar keinginan Latifah untuk pulang. D

hoiri sambil tertawa kecil meski rasa

kecil itu memberengut tak suka dengan sanggahan Latifah kakinya pun mulai menghentak-he

hori khatam iqro nanti." Mata gadis cilik itu mulai ber

lagi dan mengecup kecil pipi Latifah kemudian berlari sambil melambaikan tangan dan mengucap salam. Latifah tertawa kecil mendapati tingkah polos si adik sepupu

pemuda itu menjadi pusat perhatian para santriwati yang dilewatinya. Latifah menyahut salamnya dan langsung melompat, menghambur dalam gendongan sosok itu

ekarang sudah besar. Tak m

santainya dan semakin mempererat pelukannya ke leher pemuda itu. Ali

menyeret kopernya keluar kamar. Gadis itu masih betah nemplok d

menjadi bahan tontonan para santrinya. Suara salam menyapanya dengan begitu takzim.

berlama-lama," ucap Alif sambil menaiki motor tua san

enghentikan Alif yang telah memancal pedal kopling motornya. Adik dari i

lek Ahmad berbicara terbata dengan nafas yang tersengal-sengal. Senyu

kami untuk bulek. Jika sudah mau lah

ti-hati di

lelaki beda usia itu. Latifah masih terus melambaikan tangannya bahkan hin

Tifah?" Pertanyaan sang kakak membuat Latif

irnya. "Bahkan dulu Mas Alif nangis sampai beberapa hari karena tak tega

nangisin kamu lho ...." Keduanya pun

terlintas di kepala Latifah d

Ipul bagai

. Pasti rewel, lah. Dia nanyain ibu terus.

ra dia ngenalin

enggelegar disambut dengan cubitan manis dari Latifah yang

mirip ibuk. Jika kita kangen, tingga

rinya seakan masih tak percaya telah menyandang g

, Mas ...." Suara Latifah bergetar

a. Allah lebih sayang ibuk. Jadi, dia memanggil ibuk untuk cepat pulang d

iya-in aja. Terus dia melompat-lompat girang gitu. Jadi jangan kag

annya ke perut sang kakak. Bahkan lebih lama saking ge

mbung

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hakikat Cinta
Hakikat Cinta
“Alan De Xavirio, pemuda blasteran Jawa-Italia itu terjerat pesona Latifah Nur Aisyah. Seorang gadis muslimah dari pedesaan. Rasa cintanya terhadap sang gadis yang awalnya hanya bertepuk sebelah tangan, membuatnya jungkir balik untuk mengejar sang pujaan hingga berhasil menggenggam hatinya. Rasa cintanya tumbuh subur dan semakin kuat mengakar dalam diri Alan. Mereka larut dalam hingar bingar asmara masa remaja. Bahkan mereka melupakan perbedaan agama di antara keduanya yang bisa saja menjadi batu sandungan terberat bagi mereka. Haruskah mereka menyerah akan cintanya? Sedangkan cinta itu sendiri benar-benar buta dan tuli.”
1 Bab 1 Pulang2 Bab 2 Kemauan3 Bab 3 Unik4 Bab 4 Alan5 Bab 5 Salah paham6 Bab 6 PD7 Bab 7 Panas8 Bab 8 Dapat izin9 Bab 9 Gila karena cinta10 Bab 10 Sukurin!11 Bab 11 Terlalu Dekat12 Bab 12 Alan atau Hamzah13 Bab 13 Angin Segar14 Bab 14 Tak Tahu Diri15 Bab 15 Melambung16 Bab 16 Terbiasa Waspada17 Bab 17 Kejutan18 Bab 18 Iri19 Bab 19 Baku hantam20 Bab 20 Maria21 Bab 21 Pernyataan22 Bab 22 Menghindar23 Bab 23 Terlanjur janji24 Bab 24 Aksi brutal25 Bab 25 Rival26 Bab 26 Rasa yang hilang27 Bab 27 Serakah28 Bab 28 Musibah Hamzah29 Bab 29 Musibah Hamzah30 Bab 30 Perang dingin31 Bab 31 Amanah32 Bab 32 Rindu33 Bab 33 Menyusul34 Bab 34 Bertemu35 Bab 35 Kemarahan Bapak36 Bab 36 Pesaing Baru37 Bab 37 Punya 38 Bab 38 Keputusan Bapak39 Bab 39 Lamaran Fatur40 Bab 40 Masih Ingin Berjuang41 Bab 41 Usaha Terakhir42 Bab 42 Tulus43 Bab 43 Menyembuhkan Luka44 Bab 44 Kembali45 Bab 45 Rindu46 Bab 46 Sambutan Tragis47 Bab 47 Tentang Tifah48 Bab 48 Kenyataan kejam49 Bab 49 Masih cinta50 Bab 50 Permintaan Ifat51 Bab 51 Pulang52 Bab 52 Janda Hamil53 Bab 53 Jagoan Papa54 Bab 54 Lahiran 255 Bab 55 Berkabung56 Bab 56 Adopsi