icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kabut Cinta Riana

Bab 5 Pengorbanan Cinta

Jumlah Kata:1364    |    Dirilis Pada: 10/01/2022

rbana

telah berhasil mengoyak hatiku seperti secangkir kopi yang telah dibanting hingga hancur berkeping-keping. Namun, sisi lembut dari ra

apku memberanikan diri. Jovan menoleh ke

" balasnya pe

bikin surat perj

ksu

atkan jumlah yang sama dengan warisan yang akan kau

ragu. Rasa bimbang tampa

tak perlu sungkan atau pun rag

milyar. Kau akan

leh sisanya aku angsur?" uc

kau mengang

g kuperoleh sebagian akan kugunakan untuk meng

ih telapak tanganku dengan menggenggamn

tak akan kubiarkan setitik kabut ataupun sepasang bulir benin

elaki yang telah berhasil menjamah hatiku? Pun setelah sekia

*

laki bermanik kelam itu menatapku tajam. Memperhatikan naik turun gerak bulu lentik mataku. Sesekali dapat kulihat ia nampak tersenyum. Menyangga dagunya

Na." Tiba-tiba ia suda

mencelos, manakala waja

memberi sekat wajah kami d

ir halus sedang membangkitkan gairah kelelakianku," balasnya. Perlahan menurunk

e

irim sinyal gemetar ke tangan. Segera kusembunyikan tangan ke dalam saku rok panjang

, Aku tidak tahu," ba

surat perjanjianny

aku s

mu di sini," titahnya

ani surat perjanjian kami ber

*

nggumu," ucap Pak Wijaya tersenyu

dan mencium punggung tangannya dengan khidmat sebagai

e sini, dong. Biar Bi Ina

ar. Minta saja Riana nyusul ak

na saja yang ke dapur,

inkan," jawa

am kem

i di meja makan. Kami berem

n malam bersama, ada menu istimewa yang dibuat o

Minta segera diisi, karena bau masakan yang menggoda sel

harum begitu juga penyajiannya, sangat mena

zat! Baru kali ini Papa makan nasi kapau senikmat ini,"

Tante Desy yang melihat Jovan sedang l

ar-benar nikmat," ucapnya sambil mengh

k, ia juga pandai memasak. Betul kan, Pa? puji Tante Desy denga

g kuat. Apalagi memilihkan jodoh terbai

ka berfoya-foya bak selebritis. Wanita, secantik atau setinggi apapun pendidikannya, kalau gak bisa masak atau mengerjakan pe

r dari sendok besar menggantung di bibir. Lalu, perlahan terdengar ia tersedak. A

garis wajah tampannya. Ad

iku berubah menjadi tak nyaman," u

kkan tanganku di bahu d

sendiri naik ojol. Tapi aku ingin pulang sekarang." Suara baritonnya terdengar

capan mamamu, ya?" tanyak

rjodohan kita. Tak pernah menghina atau pun mencaci maki seperti barusan yang telah mereka lakukan. Aku tak punya kebebasan. Bahka

u ikut pulan

tas penger

kedua orang tua Jovan, k

*

. Tersenyum hangat menyapa hari. Aku

rasa lezat dari masakanmu, " pinta Jovan yang masih memakai

. Aku sedang memasaknya ini,"

h lapar ini. Bau masak

t makan!" jawabku sembari menyodorkan sepiring n

kau gak takut alergi,

food," balasnya tanpa menghiraukan pertanyaanku. Sepu

erutku cuma muat separuh." Aku menawarka

sudah lebih da

balasku mengambil kembali pi

i Siska, Na?" Tiba-tiba lelaki itu meng

mpaskannya perlahan. Rasa sesak y

a pada mama. Membuat mama tak mengerti bagaiman

mama. Mungkin memang ini saatnya, aku harus segera memperte

lagi menyembunyikan perihnya luka, tetapi aku tetap berusaha untuk meras

s?" tanya Jo

Van. Kau jangan marah, ya

ngelus lembut punggung tanganku. Tatapan lembut dari manik kelam netranya sanggup menenggelamkanku ke d

ima saranku. Untuk pertama kalinya kita b

n tak ada pertengkaran lagi." Kali ini aku melihat Jo

mbuat jarak pada hubungan ini ... sungguh aku meras

dainya s

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kabut Cinta Riana
Kabut Cinta Riana
“Saat hati telah kau percayakan untuk dimiliki seseorang, hingga kau pun menaruh harapan setinggi bintang, tetapi kenyataan tak berfungsi sebagai penerang justru fatamorgana yang melukis bayang ... sungguh menyakitkan bukan? Dialah Riana. Gadis cantik berparas seindah lukisan senja yang harus menjalani takdir cinta berkabut jelaga, karena sang kekasih lebih memilih melabuhkan sauh cintanya pada sang wanita penggoda, hingga ia pun sengaja menciptakan gunung es di hati dengan kebekuan abadi. Akankah Riana mampu menggapai cinta sejatinya? Meski bekal ketulusan, ketabahan, kesabaran, dan pengorbanan telah ia persembahkan untuk menyibak kabut agar beringsut menyambut cerah cahaya.”
1 Bab 1 Kabut Cinta2 Bab 2 Nasehat Ibu3 Bab 3 Luka di atas luka4 Bab 4 Kenyataan Pahit5 Bab 5 Pengorbanan Cinta6 Bab 6 Kabut mulai menepi7 Bab 7 Kala Cinta menggoda8 Bab 8 Lelaki misterius9 Bab 9 Dilema10 Bab 10 Tante Desy11 Bab 11 Malam yang berat untuk kami lalui12 Bab 12 Sesal13 Bab 13 Rasa sakit dari pengkhianatan14 Bab 14 Cinta dalam diam15 Bab 15 Selangkah yang tak pernah sampai16 Bab 16 Kenangan Semalam17 Bab 17 Rahasia Takdir18 Bab 18 Lara19 Bab 19 Perpisahan yang menyakitkan