icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pesona Duda Manja

Bab 3 Mengalihkan Pikiran

Jumlah Kata:1262    |    Dirilis Pada: 29/12/2021

p bangun tidur sarapan, membuat kopi sendiri karena katanya kopi buatanku tidak enak, dan menaruh bekas makannya begitu saja. Siang hari menonton televisi sambil menghisa

berjuang untuk memenuhi seluruh kebutuhan, meski usahaku terkadang ia patahkan

kaya. Aku hanya anak yatim piatu miskin, dengan kecerdasan cukup baik

TO

eeet

ukurannya hanya 10 X 5 meter persegi. huft, ia cuek, masih saja asik menonton tel

u cuci, kulangkahkan kaki menuju pintu menco

atas nama Ri

saya s

kurir itu sambil menyerahkan bon besert

takan dim

ggamanku, entah apa yang harus kulakukan pada

isa dikembalikan lagi? Untuk ong

amu! Itukan sudah aku b

a uang, mau ba

Seharusnya kamu persiapkan uangnya

rangnya tak perlu semahal

ah tua!" Menunjuk kulkas satu pintu di sisi dapur. "Harusnya kamu tuh bersyukur, aku m

askan untuk kebutuhan kita juga, dan aku hanya order yang dua pintu.

membuatku diam, ocehan be

kamu membuat es batu, karena kulkas itu sudah can

manja dan wajah sedihnya mampu membuatku

ia kasih. Yaaa ... beli yaaa ... aku mau kulkas ini, ini bagus dan des

... beli

. Bai

eraksi. Tak menunggu lama, M-bankingku pun mem

nget neh anak! Dik, semoga gue

satu barang mewah. Sebuah kulkas dua pintu yang cukup mengurangi ruang gerak penghuninya, namun sayang int

osongan waktu, itulah alasan Ardila hingga aku mengizinkannya bekerja. Namun sepertinya itu adalah keputusan yang sal

a yang ia tunjukan, dan tak ada lagi sentuhan-sentuhan hangat yang ia berikan ketika kami d

nuhi kebutuhan dirinya sendiri. Dan seolah ia telah menemukan pelabuan baru, untuk mengisi seluruh kek

emeluk tubuhnya dan mengecup permukaan leher jenjangnya. Namun tiga detik kemudian pakaian tipisnya menampakan sesuatu, penglihatanku terganggu, ada tanda kemerahan di sana, berf

jalani. Setelah pekerjaanku lancar, aku yakin ia akan kembali seperti Ardila istriku yang dulu. Istr

ebih baik aku kerja. Pikirku. Kuaktifk

suk. 'Ok, kerja-kerja-kerja. Demi Ardil

h sakit He

ke helm d

upa. Makas

asih sepi, hanya ada beberapa kendaraan berla

pat? Kakak saya lah

kak. Em ... emang suaminya kemana, ka?" Su

uar k

ngan sampai kau meny

bihnya, "kembaliannya, ka!" ucapku d

ng." Ia lepas helmku yang berlogo hijau dan b

gi dapet

g. Aku menunggunya sejak sore tadi, aku buru-buru pulang karena aku berni

tah. Dengan kemampuanku dan kelihaianku dalam bidang komunikasi dan jaringan, para peng

hagiaan Ardila, akan aku penuhi seluruhnya dan rumah tangga kami

kantukku mulai menghantui, akhirnya kuputuskan untuk m

ngan pada jam dinding di atas televisi. Saat ini pukul empat p

sederhana yang biasa ia kenakan, kini berganti menjadi pakaian

mungkin. Ini t

n cahaya atau hanya kotoran mata. Namun percuma, langkahnya yang s

aik-baik demi masa depan rumah tangga kami. Aku bangkit

rah tepat di atas belahan dada. "Ulah si Anggi,

alasan, ia kesepian karena aku selalu pulang larut malam. Dan ia kesal karena ak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pesona Duda Manja
Pesona Duda Manja
“Penghianatan sang istri mampu membuatnya bangkit dan membuktikan dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Bermodalkan kecerdasan dan kelihaiannya dalam dunia teknologi, Rizaldi Takki mampu menarik simpati pengusaha dalam maupun luar negri. Ketika luka itu mulai sembuh dan ia mulai menata kembali hatinya, dilema mulai bermunculan manakala sang mantan istri meminta kembali, wanita baik hati menjadi tak tau diri dan gadis sederhana tak mau dinikahi. Apa alasan ketiganya, dan seperti apa kemanjaan sang duda!? Yuk ikuti kisah menariknya!”